News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM, Pemerintah Siapkan Perlindungan Reputasi di Era Digital

Pemerintah masukkan hak untuk dilupakan dalam RUU HAM. Aturan ini lindungi reputasi warga dari jejak digital yang merugikan.
Senin, 4 Mei 2026 - 20:00 WIB
Menteri HAM, Natalius Pigai.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah memperkuat perlindungan hak digital masyarakat dengan memasukkan konsep right to be forgotten atau hak untuk dilupakan dalam Revisi Undang-Undang Hak Asasi Manusia (RUU HAM).

Langkah ini menjadi respons atas dampak jangka panjang jejak digital yang dapat merugikan individu, terutama bagi mereka yang tidak terbukti bersalah dalam suatu perkara hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri HAM, Natalius Pigai, menyatakan bahwa pengaturan ini penting untuk menjaga keadilan di ruang digital yang semakin berkembang.

“Ini sebagai respons atas dampak jangka panjang jejak digital terhadap individu yang tidak terbukti bersalah,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Hak untuk Dilupakan: Lindungi Privasi dan Reputasi

Right to be forgotten merupakan hak seseorang untuk mengajukan penghapusan data pribadi, informasi, atau dokumen elektronik dari internet, khususnya yang sudah tidak relevan, tidak akurat, atau usang.

Kebijakan ini bertujuan melindungi privasi sekaligus reputasi individu dari dampak peristiwa masa lalu yang sebenarnya telah selesai secara hukum.

Pigai menegaskan, pemerintah akan memasukkan pasal khusus terkait hak ini dalam RUU HAM sebagai bentuk perlindungan yang lebih kuat.

“Dalam rancangan undang-undang HAM, kita masukkan pasal khusus mengenai right to be forgotten,” jelasnya.

Ditujukan bagi Korban Stigma dan Pelabelan Negatif

Pengaturan ini secara khusus menyasar individu yang menjadi korban pelabelan negatif akibat pemberitaan atau informasi yang tidak sesuai dengan putusan hukum.

Dalam praktiknya, seseorang yang pernah diberitakan terlibat kasus hukum, namun kemudian dinyatakan tidak bersalah, tetap berpotensi mengalami stigma sosial akibat jejak digital yang terus muncul.

“Jika seseorang menjadi korban citra buruk akibat pemberitaan di masa lalu, padahal tidak terbukti bersalah, maka ia bisa mengajukan penghapusan,” ujar Pigai.

Mekanisme Melalui Pengadilan

Meski memberikan hak kepada individu, pemerintah memastikan proses penghapusan tidak dilakukan secara sepihak. Setiap permohonan harus melalui mekanisme hukum di pengadilan.

Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara hak individu dan kepentingan publik, serta memastikan akuntabilitas dalam setiap keputusan penghapusan informasi.

Dengan mekanisme ini, penghapusan data tidak akan mengganggu prinsip keterbukaan informasi yang juga menjadi bagian penting dalam demokrasi.

Jawaban atas Tantangan Era Digital

Di era digital saat ini, informasi yang pernah dipublikasikan dapat tersimpan dalam waktu lama dan tetap mudah diakses, bahkan setelah suatu kasus dinyatakan selesai.

Kondisi ini seringkali menimbulkan dampak lanjutan bagi individu, seperti stigma sosial atau kerugian reputasi, meskipun secara hukum tidak terbukti bersalah.

Pigai mencontohkan, seseorang yang pernah diberitakan terlibat kasus hukum dapat terus menghadapi penilaian negatif karena jejak digital yang tidak terhapus.

“Kalau di pengadilan tidak terbukti bersalah, tapi jejak digitalnya masih ada, itu bisa diajukan untuk dihapus,” jelasnya.

Lindungi Korban Framing Negatif

Selain itu, regulasi ini juga ditujukan untuk melindungi individu dari praktik framing atau pembingkaian negatif yang tidak melalui proses hukum yang adil.

Dalam konteks ini, seseorang yang merasa dirugikan oleh narasi atau pemberitaan yang tidak akurat dapat mengajukan penghapusan konten digital tersebut.

“Korban framing negatif bisa mengajukan penghapusan digitalnya, termasuk di media sosial,” kata Pigai.

Adaptasi Regulasi terhadap Perkembangan Teknologi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah menilai, penguatan hak digital dalam revisi UU HAM merupakan langkah penting untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Dengan adanya aturan ini, diharapkan prinsip keadilan tetap terjaga, tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di ruang digital yang semakin berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bojan Hodak Pamer Posisi Puncak Jelang Duel Panas Persib Lawan Persija

Bojan Hodak Pamer Posisi Puncak Jelang Duel Panas Persib Lawan Persija

Persib Bandung kian dekat dengan tangga juara. Skuad berjuluk Maung Bandung itu sukses mengandaskan perlawanan sengit PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 pada
5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta 5 Mei 2026, Hubungan Makin Dekat dan Penuh Kejutan!

5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta 5 Mei 2026, Hubungan Makin Dekat dan Penuh Kejutan!

5 zodiak paling beruntung soal cinta 5 Mei 2026! Hubungan makin dekat, momen romantis, dan peluang jatuh cinta menanti.
Bicara Tegas, Ustaz Derry Sulaiman Bersaksi Soal Keislaman Dokter Richard Lee: Tak Ada Seorangpun yang Bisa Membatalkan

Bicara Tegas, Ustaz Derry Sulaiman Bersaksi Soal Keislaman Dokter Richard Lee: Tak Ada Seorangpun yang Bisa Membatalkan

Tahu betul sejak awal bagaimana proses hijrah dr Richard Lee, Ustaz Derry Sulaiman bersaksi terkait keislaman sang dokter yang sertifikat mualafnya dicabut MCI.
Bung Ropan Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya John Herdman Tak Panggil Dua Pemain Ini ke Timnas Indonesia

Bung Ropan Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya John Herdman Tak Panggil Dua Pemain Ini ke Timnas Indonesia

Bung Ropan merasa heran mengapa John Herdman tidak memanggil dua pemain hebat ini ke Timnas Indonesia. Padahal kedua pemain itu sedang bersinar di Super League.
Bung Ropan Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya John Herdman Tak Panggil Dua Pemain Ini ke Timnas Indonesia

Bung Ropan Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya John Herdman Tak Panggil Dua Pemain Ini ke Timnas Indonesia

Bung Ropan merasa heran mengapa John Herdman tidak memanggil dua pemain hebat ini ke Timnas Indonesia. Padahal kedua pemain itu sedang bersinar di Super League.
Instan Karma untuk NAC Breda setelah Perkarakan Pemain Timnas Indonesia Dean James: Kalah di Pengadilan dan Terancam Degradasi

Instan Karma untuk NAC Breda setelah Perkarakan Pemain Timnas Indonesia Dean James: Kalah di Pengadilan dan Terancam Degradasi

Klub NAC Breda secara resmi dinyatakan kalah dalam proses persidangan singkat di pengadilan Utrecht terkait kasus paspor bek Timnas Indonesia Dean James Senin -

Trending

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

Baru-baru ini kang Dedi Mulyadi atau KDM membantu seorang pedagang yang tokonya dibakar di momen Hari Buruh lalu pada 1 Mei, tidak diduga bantuannya
STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap penyesalan terbesarnya selama menangani skuad Garuda, dengan laga kontroversial melawan Bahrain.
Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Tengah heboh kabar Dokter Richard Lee di media sosial. Jika sertifikat mualafnya dicabut, begini respon pihaknya langsung
Jadwal Tryout dan Draft Pemain Asing Liga Voli Korea Pekan Ini: Vanja Bukilic Siap Comeback, Penentuan Nasib Megawati Hangestri

Jadwal Tryout dan Draft Pemain Asing Liga Voli Korea Pekan Ini: Vanja Bukilic Siap Comeback, Penentuan Nasib Megawati Hangestri

Jadwal tryout dan draft pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana momen ini juga bisa menjadi penentuan nasib mantan tandem Megawati Hangestri yakni Vanja Bukilic.
Selengkapnya

Viral