Geopolitik Dunia Memanas, Batubara Jadi Penyangga Listrik RI di Tengah Lonjakan Harga Energi
- istimewa - PLN
Jakarta, tvOnenews.com — Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga perang antara Rusia dan Ukraina, mendorong isu ketahanan energi menjadi perhatian utama banyak negara. Lonjakan harga minyak dan gas dunia menjadi konsekuensi yang sulit dihindari, terutama bagi negara yang bergantung pada impor energi.
Direktur Eksekutif Daulat Energi, Ridwan Hanafi, menilai kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap pasokan energi global.
Ia mengungkapkan, kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan semakin memperburuk situasi energi dunia.
“Gagalnya perundingan tersebut memicu lonjakan harga minyak dan gas alam, sehingga pasokan energi global mengalami tekanan besar, terutama bagi negara yang bergantung pada impor,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
Mengacu pada data Trading Economics per 3 Maret 2026 pukul 10.15 WIB, harga minyak mentah global mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun berjalan (year-to-date).
-
Minyak Brent: US$108,2 per barel (naik 77,8% YTD)
-
West Texas Intermediate (WTI): US$101,9 per barel (naik 77,5% YTD)
Kenaikan tajam ini mencerminkan tingginya tekanan pasar energi global yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik.
Batubara Jadi Penopang Utama Listrik Nasional
Di tengah situasi global yang tidak menentu, Indonesia dinilai berada dalam posisi relatif lebih aman. Salah satu faktor utamanya adalah kekuatan sumber daya energi domestik, khususnya batubara.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per September 2025, Indonesia memiliki:
-
Cadangan batubara: 31,9 miliar ton
-
Total sumber daya batubara: 97,96 miliar ton
Cadangan tersebut tersebar di 23 provinsi, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan batubara terbesar di dunia.
Ridwan menilai, kondisi ini memberikan keuntungan strategis di tengah gejolak energi global.
“Ketika harga minyak dan gas melonjak, negara dengan pasokan batubara domestik yang kuat cenderung lebih tahan terhadap guncangan biaya energi,” jelasnya.
Stabilitas Listrik dan Dampak ke Inflasi
Ketersediaan batubara yang melimpah membuat biaya pembangkitan listrik di Indonesia dapat tetap terkendali. Hal ini berdampak langsung pada stabilitas harga energi di dalam negeri.
Menurut Ridwan, kondisi tersebut turut membantu menahan tekanan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.
“Biaya listrik bisa lebih stabil, sehingga dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ketergantungan Impor Migas Masih Jadi Tantangan
Meski unggul dalam sektor batubara, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam sektor minyak dan gas (migas). Kebutuhan domestik yang tinggi membuat Indonesia masih bergantung pada impor.
Ridwan menekankan bahwa ketergantungan terhadap energi impor menyimpan risiko besar, terutama saat terjadi krisis global.
“Krisis energi akibat konflik geopolitik menunjukkan bahwa ketergantungan impor memiliki risiko tinggi,” katanya.
Dorongan Tingkatkan Produksi Dalam Negeri
Untuk mengurangi risiko tersebut, peningkatan produksi minyak dan gas dalam negeri menjadi agenda penting yang harus segera dilakukan.
Langkah ini dinilai akan memberikan sejumlah manfaat strategis:
-
Mengurangi ketergantungan impor energi
-
Memperkuat neraca energi nasional
-
Meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi harga global
Dengan peningkatan produksi domestik, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas energi secara berkelanjutan.
Strategi Energi Harus Seimbang
Ke depan, strategi energi nasional perlu mengedepankan keseimbangan yang realistis antara pemanfaatan sumber daya yang ada dan pengembangan energi baru.
Ridwan menegaskan pentingnya pendekatan bertahap dalam transisi energi.
Strategi tersebut mencakup:
-
Optimalisasi batubara sebagai penopang listrik nasional
-
Peningkatan produksi minyak dan gas
-
Pengembangan energi baru dan terbarukan secara bertahap
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah paling rasional dalam menjaga ketahanan energi di tengah dinamika global.
Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Dengan kombinasi kekuatan sumber daya domestik dan strategi yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga memperkuat posisi dalam peta energi global.
Ketahanan energi yang solid menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dunia yang terus berkembang. (nsp)
Load more