Dedi Mulyadi Langsung Rangkul Pemilik Toko yang Dibakar saat May Day, 3 Bantuan ini Langsung Diberikan
- YouTube Dedi Mulyadi official
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Dedi Mulyadi belum lama ini mendatangi seorang pedagang di Jawa Barat, setelah peringatan hari buruh pada 1 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi yang disapa KDM langsung merangkul pedagang yang ternyata menjadi korban dari kerusuhan saat May Day (hari buruh).
KDM menjelaskan jika pedagang ini datang dengan menangis karena menjadi korban, di mana kios ia berjualan dibakar oleh orang tidak dikenal.
"Menangis di hadapan saya karena kios tempat jualan rokok bensin 3 kg dibakar oleh para perusuh saat mereka melakukan upaya kerusuhan di kota Bandung saat Mayday," ucap KDM, dikutip dari medsos tiktoknya, Senin (4/5).
- YouTube Dedi Mulyadi official
Mendengar kabar itu, Kang Dedi Mulyadi merasa kesal. Dia tak habis pikir karena tindakan oknum itu merugikan orang lain, ia pun ingin mengusutnya.
Setelah tahu ceritanya, Dedi pun langsung menyemangati Pak Nandang pemilik Kios yang dibakar orang lain itu dengan memberi bantuan.
Bantuan pertama, pak Nandang mendapatkan biaya untuk bayar uang sewa. Sehingga dia tidak lagi memikirkan untuk mengumpulkan uang dalam kondisi terhimpit.
- dok.kolase tvOnenews.com /toktok Tiktok dedi mulyadi
Kedua, mendapatkan tambahan untuk berjualan kios kembali. Dia juga dipekerjakan oleh KDM menjadi petugas kebersihan diarea ia berjualan.
"Tentang pembuatan kios dan bayar kiosnya sudah lunas. Dan mulai hari Senin Bapak menjadi petugas kebersihan tempat bapak jualan," pesan Dedi Mulyadi yang sembari merangkul Pak Nandang.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Nandang bisa mengucapkan rasa syukurnya secara langsung.
Dia juga menyampaikan pesan kepada istrinya dan anaknya yang berhubungan jarak jauh (LDR).
"Bu Alhamdulillah ya Dapat bantuan dari Pak Dedi. bisa digantiin dan usaha sekalian dapat pekerjaan bisa buat (tambahan) makan dan lainnya," jawab Pak Nandang dengan wajah berkaca-kaca.
Kronologi Pembakaran
Merangkum dalam YouTube Dedi Mulyadi, Pak Nandang tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi. Berkali-kali mengecek Tokonya masih aman tapi suasana pun berubah saat malam.
Dia mengaku awalnya tidak merasakan tanda-tanda mencurigakan. “Saya biasa dagang sampai jam 5, Pak” tutur Pak Nandang, dilansir dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Menurutnya, situasi pada awal aksi May Day masih terlihat aman. Namun menjelang sore, muncul sekelompok orang yang tidak dikenal.
“Buruh bukan, pedagang bukan, mahasiswa bukan. Tidak orasi. Mereka datang saja, awalnya sekitar 10–20 orang, jam 4 lebih,” ungkapnya.
Suasana masuk malam, pak Nandang pun mendengar kabar dan melihat situasi tidak kondusif.
Ada pembakaran Pos polisi, dan ternyata kios ia berjualan pun juga tidak luput dari amukan masa yang demo.
"Pas liat Kios saya sudah hangus,” ungkapnya.
Lagi-lagi, KDM memberikan bantuan yang juga menambah penghasilan dari warganya, Pak Nandang.
Dedi Mulyadi pun berniat langsung memberikan bantuan. Ia melunasi utang-utang Pak Nandang sekaligus menawarkan pekerjaan tetap.
“Jadk bapak mau kerja? Jadi petugas kebersihan di daerah situ, gajinya Rp4,2 juta,” ujar Dedi Mulyadi. Tanpa ragu, Pak Nandang menyanggupi.
“Mau, Pak,” jawabnya.
(klw)
Load more