Hanny Kristianto: Kami Pernah Mencabut Sertifikat Mualaf, Bukan Hanya Sertifikat Dokter Richard Lee
- Foe Peace/VIVA
Jakarta, tvOnenews.com - Akhir-akhir ini ramai diberitakan terkait sertifikat mualaf Dokter Richard Lee (DRL) dicabut.
Melalui unggahan Instagram-nya @hannykristiantonew, Hanny Kristianto memberikan penjelasannya.
“Kami pernah mencabut sertifikat mualaf, bukan hanya sertifikat @dr.richard_lee,” katanya dikutip Selasa (5/5/2026).
Dia menyebut pencabutan sertifikat mualaf itu ada alasannya. Bukan hanya karena seseorang masih suka dugem, masih suka maksiat atau berzinah. Bukan juga karena sekian lama meninggalkan salat fardhu termasuk meninggalkan salat Jumat.
Hanny Kristianto menegaskan pihaknya mencabut sertifikat—bukan membatalkan keislaman. Hanya surat untuk administrasi—jika sertifikat yang diberikan disia-siakan.
“Contoh nyata: Sudah satu tahun lebih tidak digunakan sebagaimana mestinya (KTP sampai hari ini masih Katolik) sebisa mungkin saya tidak mau bertikai untuk rebutan jenazah lagi,” tulisnya.
Sertifikat juga dicabut jika sertifikat itu dijadikan bahan atau alat untuk menyerang atau melaporkan sesama muslim di kepolisian dan pengadilan.
“Kami tidak berkenan terlibat dengan perselisihan sesama muslim apalagi ikut bolak-balik ke polda atau pengadilan,” terangnya.
Hanny Kristianto mengatakan sertifikat dicabut karena mengulangi beribadah di gereja, bahkan sudah mengakui Tuhan selain Allah.
“Dalam kasus DRL silakan lihat di Instagram @greivancel dan YouTube Gilbert Lumoindong,” tulisnya.
Dia juga menyebut sudah memberikan perlengkapan salat, buku panduan mualaf, bahkan menasehati dan mengingatkan pentingnya salat. Meski demikian, sambung dia, hidayah itu milik Allah.
Dia pun mengingatkan kepada para mualaf untuk tidak menyia-nyiakan hidayah Allah.
“Pikirkan dosa dan pahala. Tinggalkan yang sia-sia dan berdosa, lakukan yang mendatangkan pahala. Kita tidak bisa melarang lisan dan perbuatan orang lain, tapi kita bisa jaga hati, pikiran, lisan dan tangan kita sendiri,” katanya.
Dokter Richard Lee yang saat ini masih ditahan di rutan karena sebuah kasus merespons kabar tersebut melalui unggahan admin di Instagram pribadinya.
“Bagi kami keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekedar label atau dokumen,” tulisnya. (nsi)
Load more