Sorot Maraknya Kasus Kematian Dokter Internship pada Tiga Bulan Terakhir, DPR RI Sentil Kemenkes
- Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Andi Salani
Jakarta, tvOnenews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI angkat bicara perihal kasus kematian dokter internship dr Myta Aprilia Azmy di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Kasus kematian dokter muda tersebut memicu sorotan perihal beban kerja tenaga medis.
DPR menilai kasus ini bukan insiden biasa, melainkan indikasi masalah serius dalam sistem kerja. Pasalnya, sepanjang bulan Februari hingga Mei 2026, ada 4 orang dokter muda yang meninggal dunia yang diduga akibat beban pekerjaan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto menyebut kematian dokter Myta sebagai peringatan keras bagi pemerintah.
“Kematian dr. Myta merupakan alarm keras bagi pemerintah bahwa terdapat kerusakan sistemik dalam memperlakukan pekerja kemanusiaan,” ujar Pulung, Selasa (5/5).
Berdasarkan laporan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dr Myta diduga bekerja melampaui batas. Ia disebut menjalani tugas hingga tiga bulan tanpa libur, baik di bangsal maupun IGD, dengan supervisi yang dinilai tidak memadai.
Kondisi disebut semakin berat saat korban tetap dijadwalkan jaga malam meski sedang sakit.
Ia dilaporkan mengalami demam tinggi, sesak napas hingga penurunan saturasi oksigen, namun tetap harus bertugas.
Pulung menilai situasi tersebut tidak masuk akal. Ia menegaskan, tenaga medis bukan mesin yang bisa dipaksa bekerja tanpa henti, apalagi dalam kondisi kesehatan yang menurun.
Adapun, kasus di Jambi ini juga bukan yang pertama. Sepanjang 2026, sedikitnya empat dokter internship dilaporkan meninggal saat bertugas di berbagai daerah, termasuk Cianjur, Denpasar, dan Tegal.
“Rentetan kejadian ini dinilai menjadi bukti kuat adanya masalah mendalam yang harus segera dibenahi,” tegasnya.
Pulung mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera melakukan audit investigatif terhadap Program Internship Dokter Indonesia.
“Kemenkes perlu segera melakukan reformasi total pada Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Penekanan utama diberikan pada pengaturan jam kerja yang lebih manusiawi serta jaminan perlindungan kesehatan bagi tenaga medis muda agar tidak ada lagi dokter yang gugur akibat kecerobohan sistem,” pungkasnya.(rpi/raa)
Load more