Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Dia membantah, katanya bukan saya pelakunya. Tapi, saya melihat mayatnya, dan saya yakin cuam dua itu pelakunya. Sekarang mereka cuma memutar balikkan fakta orang lain," bebernya.
Perwakilan keluarga korban lainnya, Tety Setiawati turut menyoroti dugaan gelagat terdakwa. Ririn dan Priyo diduga menguasai harta milik korban.
Tety menjelaskan, rekaman CCTV menunjukkan terdakwa mengambil uang milik korban di sebuah kantor perbankan. Ironisnya, hal itu terjadi menggunakan identitas milik Budi Awaludin (45).
"Dia ngambil dana yang ada di CCTV ambil uang di briling, uang DANA dari akun mas Budi diambil juga. HP-nya, dompetnya, semuanya sudah diambil pakai KTP dia," terang Tety.
Ia pun menegaskan jika mereka tidak terlibat, seharusnya menambahkan sejak awal mengisi laporan dalam BAP bahwa, kedua terdakwa bukan pembunuh keluarga Haji Sahroni.
Pandangan KDM soal Pelaku Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KDM sudah mengetahui awal mula kasus pembunuhan ini. Sebab, lima jasad ditemukan terkubur mengenaskan dalam satu lubang di belakang rumah korban di Kelurahan Paoman, Indramayu, Senin (1/9/2025).
Adapun lima jasad tersebut tergabung dalam satu keluarga. Mereka bernama Haji Sahroni (70), Budi Awaludin (45), Euis (37), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan.
Kasus pembunuhan ini hampir membuat Evan, mantan pegawai toko sembako milik Budi Awaludin sebagai korban. Pasalnya, pemuda itu sempat dikambinghitamkan oleh pelaku.
Dedi Mulyadi pun mengetahui langsung dari cerita Evan. Menurutnya, pelaku dikenal sebagai sosok yang sangat manipulatif.
Ia menjelaskan, pelaku berusaha membuat rekayasa alibinya melalui pesan singkat (WA) milik ponsel korban. Pelaku seolah bikin siasat agar Evan terlibat lantaran menjual sejumlah kendaraan milik Budi.
"Kasus ini harus dikawal agar transparan. Pelaku asli sangat pintar merekayasa keadaan, seperti yang hampir menumbalkan Evan dulu bahwa asumsi masyarakat sudah beranggapan pelakunya Evan," ucap Dedi Mulyadi.
KDM tidak ingin gegabah menyikapi penetapan siapa pelakunya. Gubernur Jabar itu menyerahkan seluruh proses penyelesaiannya kepada pihak yang berwenang agar kasus ini cepat selesai.
Load more