Reaksi Dedi Mulyadi Ketika Lihat Pohon Dipaku Banner, Mendadak Sidak Infrastruktur Saat Kirab Milangkala Tatar Sunda
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan warna baru dalam peringatan Milangkala Tatar Sunda.
Di tengah prosesi kirab mahkota Kerajaan Sunda "Binokasih" yang sakral, Dedi Mulyadi ini justru memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kualitas infrastruktur dan kelestarian lingkungan di sepanjang rute yang dilalui.
Pawai budaya yang melintasi delapan titik di Jawa Barat tersebut berubah menjadi ajang evaluasi lapangan bagi fasilitas publik, mulai dari kondisi aspal hingga sistem pengairan jalan.
Sekda Jabar, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa fokus utama Gubernur dalam monitoring ini adalah memastikan keamanan dan kenyamanan jalur transportasi antar-kabupaten. Petugas pun langsung bergerak cepat saat ditemukan pelanggaran estetika dan pengrusakan pohon pelindung.
"Yang menjadi konsen Pak Gubernur adalah jalan provinsi, termasuk sempadannya. Banyak ditemukan pemasangan banner yang dipaku di pohon, itu langsung kami tertibkan," ungkap Herman dalam keterangannya di Bandung, Rabu (6/5).
Tidak hanya soal spanduk liar, tim sidak juga menemukan adanya aktivitas usaha yang merusak ekosistem jalan, seperti warung tahu yang panas penggorengannya merusak batang pohon mahoni.
Selain itu, perhatian serius diberikan pada ancaman longsor di kawasan perbukitan, salah satunya di wilayah Situ Raja.
Herman memperingatkan warga agar tidak sembarangan menebang pohon di area tebing meski di lahan pribadi.
"Meskipun milik pribadi, tidak bisa sembarangan ditebang karena berisiko longsor. Penebangan pohon di area tebing sangat berbahaya karena dapat memicu longsor yang berdampak langsung pada badan jalan," tegasnya.
Di daerah Lemasugi, tim menemukan sebuah rumah warga yang posisinya sangat membahayakan karena rawan longsor.
Menanggapi temuan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah persuasif dengan merelokasi bangunan tersebut demi keselamatan penghuni dan pengguna jalan.
"Kami akan berikan santunan. Sudah dikomunikasikan dan yang bersangkutan bersedia, tinggal proses formal," tambah Herman.
Nantinya, lahan bekas rumah tersebut akan dialihkan menjadi aset Pemda di bawah kendali Dinas BMPR.
Rangkaian kegiatan bertajuk "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" ini merupakan bagian dari perayaan Hari Tatar Sunda.
Setelah berkeliling ke berbagai titik, puncak acara dijadwalkan berlangsung meriah di Kota Bandung pada 18 Mei mendatang. (ant/dpi)
Load more