Gubernur Jabar KDM Siap-siap bakal Buat Pergub, Larang Bangunan Hotel Melebihi Ketinggian Istana Cipanas
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Melalui Pergub, ia selaku Gubernur Jabar tentu menghargai situs sejarah terutama yang berada di Jawa Barat. Ia menginginkan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah tetap terlihat indah.
"Ini demi menjaga marwah situs sejarah kita," ucapnya.
Dedi Mulyadi Soroti Persoalan Lingkungan di Sekitar Istana Cipanas
Dalam kunjungan kerja itu, Dedi Mulyadi juga melihat persoalan lingkungan di sekitar area Istana Kepresidenan di Cipanas. Ia menyoroti hal ini setelah mendapat keluhan dari pihak pengelola.
Pihak pengelola istana curhat kepada KDM. Aliran Sungai Cisabuk dan Sungai Jalimun sangat berdampak untuk kawasan Istana Kepresidenan.
Kata dia, banyak sampah rumah tangga dari pemukiman warga terbawa. Ironisnya, sampah-sampah tersebut sampai memasuki area istana.
Selain mengganggu area Istana Kepresidenan, kondisi seperti ini kerap menyebabkan pintu air jebol. Bahkan, grill penahan sampah tidak kuat lagi terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan Puncak.
Terkait hal ini, KDM memberikan tawaran sebagai solusi konkretnya. Ia merencanakan untuk mengerahkan petugas.
Lanjut KDM, setidaknya petugas yang dikerahkan berasal dari PSDA Provinsi. Kehadiran mereka nanti rutin membersihkan sungai.
"Saya akan siapkan petugas pembersih sungai setiap hari di sini. Sambil kita merubah pola pikir masyarakat melalui sistem pengelolaan sampah desa yang lebih baik," terangnya.
Dari permasalahan ini, KDM menyinggung penataan ruang di Jabar. Ia juga menyentil terhadap fenomena banjir yang kerap melanda di kawasan Puncak.
Menurutnya, bencana banjir yang terjadi di kawasan Puncak sangat ironis. Ia menilai penyebabnya akibat perubahan tata ruang yang semakin tidak terkendali.
Mantan anggota DPR RI ini berjanji Pemprov Jabar siap mengembalikan fungsi lahan hijau terutama di kawasan Puncak. Khususnya di Istana Cipanas, ia menginginkan bangunan ini tidak sekadar sebagai saksi bisu peninggalan sejarah, namun menjadi paru-paru untuk wilayah sekitarnya.
KDM kemudian menyempatkan diri untuk melihat kondisi jembatan sepeninggalan di era Belanda. Di akhir kunjungannya, ia memuji jembatan ini masih berdiri kokoh.
Gubernur Jabar itu memberikan penekanan betapa pentingnya perawatan infrastruktur yang sudah lama berdiri kokoh. Setidaknya langkah ini bisa menggunakan sentuhan teknologi modern namun tidak memberikan kerusakan pada nilai asli dan estetikanya.
Load more