News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Atasi Krisis Sampah, KLH Siapkan Insinerator dan RDF Sambil Bangun PSEL Bandung Raya

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyiapkan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) untuk menangani darurat sampah
Minggu, 10 Mei 2026 - 17:52 WIB
Atasi Krisis Sampah, KLH Siapkan Insinerator dan RDF Sambil Bangun PSEL Bandung Raya
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Bandung, tvOnenews.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyiapkan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) untuk menangani darurat sampah di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin berlarut-larut dalam pembangunan proyek ini agar permasalahan sampah di wilayah tersebut cepat teratasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tentu tidak ingin berlarut-larut (perihal proyek ini), kalau diputuskan dalam rakor, maka lelang proyek waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi) ini bisa segera dilakukan,” katanya di Kabupaten Bandung, Minggu (10/6/2026).

Dirinya menjelaskan pihaknya saat ini mencanangkan percepatan pembangunan salah satu proyek kawasan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Oxbow Cicukang Margaasih untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak.

Ia menyebut KLH bersama tim teknis telah meninjau lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat pembangunan dan menilai lebih layak dibandingkan rencana sebelumnya karena jauh dari permukiman warga dan dekat dengan sumber air.

“Lokasi ini jauh lebih memadai karena jauh dari permukiman masyarakat dan dekat dengan sumber air,” ujarnya.

Menurut dia, proses lelang hingga penunjukan pelaksana diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun dan fasilitas pengolahan sampah tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam 1,5 hingga 2 tahun mendatang jika berjalan lancar.

Selama proses pembangunan berlangsung, KLH bersama pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan sementara melalui penggunaan insinerator dan teknologi refuse derived fuel (RDF).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan mendukung langkah tersebut karena penanganan sampah di Bandung Raya menjadi salah satu prioritas.

“Pak Gubernur memiliki komitmen bahwa salah satu prioritas utama adalah menyelesaikan persoalan sampah di Bandung Raya,” katanya.

Ia berharap program tersebut menjadi salah satu upaya yang dapat mengatasi persoalan sampah yang ada di Bandung Raya selama ini.

Di sisi lain, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengatakan Kabupaten Bandung masih menghadapi kondisi darurat sampah akibat keterbatasan kuota pembuangan.

Dirinya menjelaskan bahwa produksi sampah saat ini telah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sedangkan kuota pembuangan hanya sekitar 280 ton per hari.

“kondisi darurat sampah akibat keterbatasan kuota 280 ton per hari, sementara produksi sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bupati juga menyebut dirinya memahami perasaan masyarakat yang ingin permasalahan ini dapat selesai segera sehingga pihaknya terus mendorong percepatan program dalam pengentasan masalah tersebut.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar dapat turut berkontribusi untuk mengurangi produksi sampah serta melakukan pengelolaan sampah di tingkat hulu agar dapat mengurangi dampak sampah di wilayah tersebut. (ant/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral