GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hercules Blak-blakan di HUT GRIB Jaya: Pernah Ditawari Rp500 Miliar agar Tinggalkan Prabowo

Hercules mengaku pernah ditawari Rp500 miliar agar berhenti mendukung Prabowo Subianto saat pidato di HUT ke-15 GRIB Jaya di GBK Jakarta.
Senin, 11 Mei 2026 - 16:40 WIB
Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal soroti Menteri PKP usai klaim sengketa lahan milik PT KAI di Tanah Abang
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GRIB TV

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules, membuat pengakuan mengejutkan saat perayaan HUT ke-15 GRIB Jaya di kawasan Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Di hadapan puluhan ribu anggota GRIB Jaya, Hercules mengaku pernah ditawari uang dalam jumlah fantastis agar berhenti mendukung Presiden RI, Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak tanggung-tanggung, Hercules menyebut nominal yang ditawarkan kepadanya mencapai Rp500 miliar demi meninggalkan dukungan terhadap Prabowo.

“Jujur saya sampai ditawari 500 miliar untuk tidak mendukung Prabowo. Saya tolak itu semua,” ujar Hercules dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan dalam perayaan milad GRIB Jaya yang dipadati ribuan kader dari berbagai daerah di Indonesia.

HUT ke-15 GRIB Jaya Dipadati Puluhan Ribu Anggota

Puncak perayaan ulang tahun ke-15 GRIB Jaya digelar di Istora kawasan GBK, Jakarta. Acara dihadiri sekitar 28 ribu anggota organisasi masyarakat tersebut.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, perwakilan tokoh agama, unsur TNI-Polri, hingga pengurus GRIB Jaya dari tingkat pusat maupun daerah.

Ribuan kader GRIB Jaya tampak memadati area acara sejak pagi hari. Perayaan HUT tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan Award 2026 serta hiburan dari sejumlah artis.

Dalam kesempatan itu, Hercules memimpin langsung jalannya acara sekaligus memberikan arahan konsolidasi kepada seluruh anggota organisasi.

Hercules Tegaskan GRIB Jaya Tidak Kebal Hukum

Di hadapan para kader, Hercules menegaskan bahwa seluruh anggota GRIB Jaya harus tetap menghormati hukum dan mendukung aparat negara.

“Saya pastikan, Hercules dan anggota GRIB Jaya tidak kebal hukum. TNI dan Polri harus didukung karena mereka alat negara,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa GRIB Jaya selama ini konsisten berada di barisan pendukung Prabowo Subianto sejak mantan Danjen Kopassus tersebut maju dalam pemilihan presiden beberapa dekade terakhir.

Hercules bahkan menyebut di dalam hatinya hanya ada dua hal, yakni Merah Putih dan Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah GRIB sebagai petarung, empat kali bertarung, alhamdulillah kita mengantarkan Bapak Presiden Bapak Haji Prabowo Subianto masuk Istana Negara,” katanya.

Menurut Hercules, perjuangan mendukung Prabowo dilakukan secara tulus tanpa modal besar maupun dukungan finansial melimpah.

“Itu saya ingatkan GRIB Jaya, GRIB Jaya juga bagian peran besar tanpa dimodali dengan siapa-siapa. Dengan loyalitas GRIB, kekompakan, kesetiaan, hati merah putih,” ujarnya.

Hercules Cerita Pernah Ditawari Tinggal di Hambalang

Selain mengungkap tawaran uang Rp500 miliar, Hercules juga membagikan cerita lain terkait kedekatannya dengan Prabowo.

Ia mengaku pernah ditawari tinggal di Hambalang oleh Prabowo karena keselamatan dirinya dan keluarga dinilai terancam akibat sikap politiknya yang keras.

Menurut Hercules, saat itu dirinya sering menyampaikan pidato yang menantang lawan-lawan politik Prabowo sehingga membuat situasi keamanan menjadi perhatian.

“Teman-teman, saya ditawarkan, ditawarkan suruh tinggal di Hambalang. Karena saya pidato keras, semua lawan-lawan politik aku tantang semua,” kata Hercules.

Ia menyebut Prabowo khawatir dirinya menjadi sasaran ancaman karena dukungan politik yang begitu militan.

“Jadi dia khawatir takutnya saya diapa-apain orang, dibunuh orang,” lanjutnya.

Meski terharu dengan perhatian tersebut, Hercules mengaku menolak tawaran tinggal di Hambalang.

“Saya bilang, ‘Bapak Prabowo, kalau saya dukung Bapak, saya takut mati, saya nggak usah dukung Bapak’,” ujarnya.

Hercules juga mengaku tidak bisa melupakan perhatian Prabowo terhadap dirinya dan keluarganya.

“Terima kasih buat Bapak. Bapak punya perhatian buat saya luar biasa. Perhatian buat saya dan anak istri saya luar biasa. Saya tidak bisa lupakan,” katanya.

Sebut Kehormatan Lebih Tinggi dari Uang

Hercules mengatakan tawaran uang dan jabatan pernah datang dari sejumlah pihak saat momentum pemilihan presiden berlangsung.

Ia mengklaim pernah didatangi tamu yang terdiri dari seorang jenderal bintang dua dan beberapa orang lainnya ke kantor GRIB Jaya.

Menurutnya, dalam pertemuan itu dirinya ditawari uang serta jabatan dengan syarat berhenti mendukung Prabowo.

Namun Hercules menegaskan dirinya menolak seluruh tawaran tersebut karena menganggap loyalitas dan harga diri jauh lebih penting dibanding kekayaan.

Ia mengaku sering menyampaikan cerita tersebut kepada pengurus, kolega, maupun keluarganya sebagai pengingat bahwa uang bukan segalanya.

“Karena kehormatan, loyalitas dan harga diri lebih tinggi dari hanya harta kekayaan untuk pribadi,” ucap Hercules.

Bamsoet Sebut Ormas Punya Peran Strategis

Dalam acara yang sama, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah tekanan global.

Menurut Bamsoet, situasi dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, ancaman siber hingga polarisasi sosial.

Karena itu, Indonesia disebut membutuhkan soliditas nasional yang kuat agar stabilitas politik, ekonomi, dan sosial tetap terjaga.

“Ormas harus menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkuat ketahanan nasional. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, bangsa Indonesia membutuhkan soliditas seluruh elemen masyarakat agar tetap kuat dan mampu menjaga stabilitas nasional,” ujar Bamsoet. (nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Yahya Cholil Staquf, Nasaruddin Umar, Marzuqi Mustamar, hingga Abdussalam Shohib atau Gus Salam adalah nama-nama yang masuk radar Ketum PBNU selanjutnya...
Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Presiden Prabowo Subianto mengangkat seluruh guru yang masih berstatus non-ASN menjadi ASN.
357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

Berdasarkan data Satgas PRR hingga 11 Mei 2026, jumlah hunian tetap atau huntap yang telah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 357 unit.
Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Berjuang sampai tetes darah terakhir, Timnas Indonesia tersingkir dari babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak. 
Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate untuk V-League 2026/2027. Menariknya, Megatron ternyata pernah membuat pelatih Kang Sung-hyung 'frustrasi' saat membela Red Sparks.
Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Ajax mengurus seluruh administrasi Maarten Paes, termasuk gaji yang harus dibayarkan hingga izin bekerja sang pemain di Belanda. 

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral