Hercules Blak-blakan di HUT GRIB Jaya: Pernah Ditawari Rp500 Miliar agar Tinggalkan Prabowo
- Tangkapan layar YouTube GRIB TV
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules, membuat pengakuan mengejutkan saat perayaan HUT ke-15 GRIB Jaya di kawasan Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Di hadapan puluhan ribu anggota GRIB Jaya, Hercules mengaku pernah ditawari uang dalam jumlah fantastis agar berhenti mendukung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Tak tanggung-tanggung, Hercules menyebut nominal yang ditawarkan kepadanya mencapai Rp500 miliar demi meninggalkan dukungan terhadap Prabowo.
“Jujur saya sampai ditawari 500 miliar untuk tidak mendukung Prabowo. Saya tolak itu semua,” ujar Hercules dalam pidatonya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan dalam perayaan milad GRIB Jaya yang dipadati ribuan kader dari berbagai daerah di Indonesia.
HUT ke-15 GRIB Jaya Dipadati Puluhan Ribu Anggota
Puncak perayaan ulang tahun ke-15 GRIB Jaya digelar di Istora kawasan GBK, Jakarta. Acara dihadiri sekitar 28 ribu anggota organisasi masyarakat tersebut.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, perwakilan tokoh agama, unsur TNI-Polri, hingga pengurus GRIB Jaya dari tingkat pusat maupun daerah.
Ribuan kader GRIB Jaya tampak memadati area acara sejak pagi hari. Perayaan HUT tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan Award 2026 serta hiburan dari sejumlah artis.
Dalam kesempatan itu, Hercules memimpin langsung jalannya acara sekaligus memberikan arahan konsolidasi kepada seluruh anggota organisasi.
Hercules Tegaskan GRIB Jaya Tidak Kebal Hukum
Di hadapan para kader, Hercules menegaskan bahwa seluruh anggota GRIB Jaya harus tetap menghormati hukum dan mendukung aparat negara.
“Saya pastikan, Hercules dan anggota GRIB Jaya tidak kebal hukum. TNI dan Polri harus didukung karena mereka alat negara,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa GRIB Jaya selama ini konsisten berada di barisan pendukung Prabowo Subianto sejak mantan Danjen Kopassus tersebut maju dalam pemilihan presiden beberapa dekade terakhir.
Hercules bahkan menyebut di dalam hatinya hanya ada dua hal, yakni Merah Putih dan Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah GRIB sebagai petarung, empat kali bertarung, alhamdulillah kita mengantarkan Bapak Presiden Bapak Haji Prabowo Subianto masuk Istana Negara,” katanya.
Menurut Hercules, perjuangan mendukung Prabowo dilakukan secara tulus tanpa modal besar maupun dukungan finansial melimpah.
“Itu saya ingatkan GRIB Jaya, GRIB Jaya juga bagian peran besar tanpa dimodali dengan siapa-siapa. Dengan loyalitas GRIB, kekompakan, kesetiaan, hati merah putih,” ujarnya.
Hercules Cerita Pernah Ditawari Tinggal di Hambalang
Selain mengungkap tawaran uang Rp500 miliar, Hercules juga membagikan cerita lain terkait kedekatannya dengan Prabowo.
Ia mengaku pernah ditawari tinggal di Hambalang oleh Prabowo karena keselamatan dirinya dan keluarga dinilai terancam akibat sikap politiknya yang keras.
Menurut Hercules, saat itu dirinya sering menyampaikan pidato yang menantang lawan-lawan politik Prabowo sehingga membuat situasi keamanan menjadi perhatian.
“Teman-teman, saya ditawarkan, ditawarkan suruh tinggal di Hambalang. Karena saya pidato keras, semua lawan-lawan politik aku tantang semua,” kata Hercules.
Ia menyebut Prabowo khawatir dirinya menjadi sasaran ancaman karena dukungan politik yang begitu militan.
“Jadi dia khawatir takutnya saya diapa-apain orang, dibunuh orang,” lanjutnya.
Meski terharu dengan perhatian tersebut, Hercules mengaku menolak tawaran tinggal di Hambalang.
“Saya bilang, ‘Bapak Prabowo, kalau saya dukung Bapak, saya takut mati, saya nggak usah dukung Bapak’,” ujarnya.
Hercules juga mengaku tidak bisa melupakan perhatian Prabowo terhadap dirinya dan keluarganya.
“Terima kasih buat Bapak. Bapak punya perhatian buat saya luar biasa. Perhatian buat saya dan anak istri saya luar biasa. Saya tidak bisa lupakan,” katanya.
Sebut Kehormatan Lebih Tinggi dari Uang
Hercules mengatakan tawaran uang dan jabatan pernah datang dari sejumlah pihak saat momentum pemilihan presiden berlangsung.
Ia mengklaim pernah didatangi tamu yang terdiri dari seorang jenderal bintang dua dan beberapa orang lainnya ke kantor GRIB Jaya.
Menurutnya, dalam pertemuan itu dirinya ditawari uang serta jabatan dengan syarat berhenti mendukung Prabowo.
Namun Hercules menegaskan dirinya menolak seluruh tawaran tersebut karena menganggap loyalitas dan harga diri jauh lebih penting dibanding kekayaan.
Ia mengaku sering menyampaikan cerita tersebut kepada pengurus, kolega, maupun keluarganya sebagai pengingat bahwa uang bukan segalanya.
“Karena kehormatan, loyalitas dan harga diri lebih tinggi dari hanya harta kekayaan untuk pribadi,” ucap Hercules.
Bamsoet Sebut Ormas Punya Peran Strategis
Dalam acara yang sama, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah tekanan global.
Menurut Bamsoet, situasi dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, ancaman siber hingga polarisasi sosial.
Karena itu, Indonesia disebut membutuhkan soliditas nasional yang kuat agar stabilitas politik, ekonomi, dan sosial tetap terjaga.
“Ormas harus menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkuat ketahanan nasional. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, bangsa Indonesia membutuhkan soliditas seluruh elemen masyarakat agar tetap kuat dan mampu menjaga stabilitas nasional,” ujar Bamsoet. (nsp)
Load more