BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba, Bibit Siklon Tropis 96W Muncul di Utara Papua
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Masyarakat Indonesia tengah menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu selama masa pancaroba Mei 2026. Di tengah suhu udara yang terasa sangat panas pada siang hari, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem justru masih mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi tersebut dipicu kombinasi berbagai dinamika atmosfer yang aktif secara bersamaan, termasuk munculnya Bibit Siklon Tropis 96W di wilayah utara Papua.
Fenomena ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, banjir kilat, tanah longsor, hingga gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia timur.
BMKG Ungkap Cuaca Terik dan Hujan Lebat Terjadi Bersamaan
BMKG menjelaskan Indonesia saat ini sedang memasuki masa peralihan musim atau pancaroba. Pada periode ini, kondisi cuaca cenderung berubah cepat dan sulit diprediksi.
Berdasarkan pengamatan BMKG selama 7 hingga 10 Mei 2026, radiasi Matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal akibat minimnya tutupan awan. Dampaknya, suhu udara di sejumlah wilayah meningkat cukup signifikan hingga mencapai 36,5 derajat Celsius.
Beberapa wilayah dengan suhu panas tertinggi meliputi:
-
Jawa Timur
-
Jawa Tengah
-
Kalimantan Timur
-
Kalimantan Tengah
-
Sulawesi Tengah
-
Papua Barat
Meski cuaca terasa sangat terik pada siang hari, BMKG menegaskan kondisi tersebut justru memicu pertumbuhan awan hujan pada sore hingga malam hari.
“Meskipun terasa terik, kondisi tersebut juga dapat memicu pola konvektif udara menjadi cukup signifikan dan menyebabkan pertumbuhan awan hujan pada sore hingga malam hari, khususnya di daerah-daerah dengan kandungan uap air yang tinggi,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Curah Hujan Ekstrem Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Di tengah cuaca panas yang menyengat, sejumlah daerah justru mengalami hujan dengan intensitas sangat tinggi.
BMKG mencatat Sulawesi Tenggara menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi mencapai 146,0 mm per hari. Sementara Papua Tengah mencatatkan curah hujan sebesar 143,2 mm per hari.
Selain itu, hujan lebat juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti:
-
Riau
-
Kalimantan Barat
-
Aceh
Wilayah-wilayah tersebut dilaporkan mengalami hujan di atas 60 mm per hari.
BMKG menyebut kondisi ini dipicu aktifnya berbagai fenomena atmosfer, mulai dari Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG).
Aktivitas atmosfer tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan hampir di sebagian besar wilayah Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 96W Muncul di Utara Papua
Di tengah dinamika cuaca pancaroba, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta juga mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W di wilayah utara Papua pada Selasa (12/5/2026).
Bibit siklon tersebut terpantau mulai terbentuk sejak pukul 01.00 WIB di Samudra Pasifik utara Papua.
Dalam keterangannya melalui akun resmi @infobmkg, BMKG menyatakan Bibit Siklon Tropis 96W masih memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
“Bibit Siklon Tropis 96W memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan,” tulis BMKG.
Sistem tersebut saat ini bergerak ke arah barat laut dan menjauhi wilayah daratan Indonesia. Meski demikian, keberadaannya tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di kawasan timur Indonesia.
Gelombang Tinggi Ancam Perairan Indonesia Timur
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan tinggi gelombang akibat aktivitas Bibit Siklon Tropis 96W.
Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga Rabu (13/5/2026) pukul 07.00 WIB.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang laut kategori Moderate Sea dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter meliputi:
-
Laut Maluku bagian utara
-
Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua
BMKG meminta masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca laut yang dinamis.
Keselamatan pelayaran diminta menjadi prioritas utama selama potensi gelombang tinggi masih berlangsung.
BMKG Prediksi Dinamika Atmosfer Masih Aktif Sepekan ke Depan
Memasuki pertengahan Mei 2026, BMKG memprediksi Monsun Australia mulai menguat. Kondisi ini menjadi salah satu tanda awal masuknya musim kemarau di Indonesia karena membawa massa udara lebih kering.
Namun BMKG menegaskan penguatan monsun tersebut diperkirakan tidak berlangsung stabil. Pelemahan tajam berpotensi kembali meningkatkan kandungan uap air di wilayah selatan Indonesia.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memprediksi beberapa fenomena atmosfer masih aktif, di antaranya:
-
Aktivitas MJO melintasi hampir seluruh Indonesia kecuali Kalimantan Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Utara
-
Gelombang Kelvin aktif di Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT hingga Laut Arafuru
-
Gelombang Rossby terdeteksi di Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara hingga NTT
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir kilat dan tanah longsor yang dapat terjadi setelah hujan deras usai cuaca panas berkepanjangan.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi terbaru dan akurat terkait kondisi cuaca di wilayah masing-masing. (nsp)
Load more