Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan
- Instagram @smansaptk.informasi
Jakarta, tvOnenews.com - SMAN 1 Pontianak memastikan tidak akan ikut lomba ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, melalui pernyataan resmi sekolah.
Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan. Menurutnya, keberatan yang diajukan peserta hanya bertujuan meminta penjelasan atas keputusan dewan juri dalam babak final.
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," kata Indang Maryati dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah hanya menginginkan adanya kejelasan terkait penilaian yang dipersoalkan saat lomba berlangsung.
"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," ujarnya.
Profil Indang Maryati
Indang Maryati mulai memimpin SMAN 1 Pontianak sejak Juni 2023. Riwayat pendidikan S1 Indang Maryati belum banyak dipublikasikan. Namun, ia diketahui menyelesaikan pendidikan magister ilmu sosial di Universitas Tanjungpura pada 2013.
Dalam studi pascasarjananya, Indang menulis tesis berjudul “Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak Remaja di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya”.
Tak hanya aktif di lingkungan pendidikan sebagai kepala sekolah, Indang Maryati juga beberapa kali terlibat sebagai narasumber dalam forum yang membahas isu anak dan pendidikan.
Salah satunya saat kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak dalam Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang berlangsung pada September 2025. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat.
Selain itu, ia juga pernah hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yang diadakan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kalimantan Barat pada Juli 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Indang Maryati menyoroti peran generasi Z dalam menjaga toleransi antarumat beragama di era perkembangan digital. Ia juga menilai pendidikan multikultural penting dikenalkan sejak dini agar anak-anak mampu memahami dan menghargai keberagaman.
"Sekolah-sekolah dan universitas harus mengintegrasikan kurikulum yang mempromosikan toleransi dan dialog antaragama," ujarnya.
Saat itu, Indang menyampaikan materi di hadapan para pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kota Pontianak.
Kontroversi Lomba Cerdas Cermat MPR
Kontroversi dalam final Cerdas Cermat MPR bermula ketika tim dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun dinyatakan keliru oleh juri. Tidak lama berselang, jawaban serupa yang disampaikan peserta dari SMAN 1 Sambas justru dianggap benar.
Peserta SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, sempat menyampaikan protes di arena lomba. Akan tetapi, keberatan tersebut tidak diterima dengan alasan keputusan juri bersifat final.
Meski memilih tidak ikut dalam pelaksanaan ulang, Indang Maryati menegaskan sekolahnya tetap memberikan dukungan kepada SMAN 1 Sambas untuk tampil di tingkat nasional. Ia menyebut sikap tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap hasil kompetisi.
"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyammpaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," katanya.
Ia juga memastikan SMAN 1 Pontianak tetap akan berpartisipasi pada ajang serupa tahun depan walaupun kompetisi tahun ini diwarnai polemik.
Sikap yang diambil pihak sekolah mendapat banyak respons positif dari masyarakat. Sejumlah warganet menilai keputusan tersebut menunjukkan semangat sportivitas dan kedewasaan dalam menyikapi persaingan.
Di sisi lain, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sebelumnya telah mengumumkan bahwa babak final lomba cerdas cermat Kalimantan Barat akan digelar ulang setelah dilakukan evaluasi internal.
"Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang dalam waktu yang segera akan diputuskan," ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ia menegaskan proses penilaian nantinya tidak lagi melibatkan juri sebelumnya. Penjurian, kata dia, akan dilakukan oleh pihak independen dan diawasi langsung pimpinan MPR dari awal hingga akhir pertandingan. (nba)
Load more