News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Kronologi Siswa SD di Tulungagung Terpapar Kelompok Teroris dari Game Online

Belakangan ini, pemerintah lakukan mitigasi terkait paparan paham radikal ke pelajar. Pasalnya, paham radikal dari kelompok teroris kini telah menyasar siswa SD
Jumat, 15 Mei 2026 - 15:05 WIB
Ilustrasi game online.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini, pemerintah lakukan mitigasi terkait paparan paham radikal ke pelajar. Pasalnya, paham radikal dari kelompok teroris kini telah menyasar anak di bawah umur atau kaum pelajar seperti siswa SD.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono mengungkap, sepanjang tahun 2025, ada 112 anak yang terpapar paham radikalisme dari rentang usia 10 hingga 17 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak-anak penerus bangsa ini terpapar melalui media sosial maupun game online dan tersebar di 26 provinsi.

"Sepanjang tahun 2025, aparat penegak hukum, Densus 88 sudah menangkap beberapa jaringan terorisme maupun simpatisan Ansharut Daulah yang berkiblat kepada ISIS, dan juga 112 anak yang teradikalisasi di sosial media," jelas Eddy, seperti dikutip pada Jumat (15/5/2026).

Seperti yang dialami oleh siswa kelas 6 SD di Tulungagung, Jawa Timur.

Siswa tersebut terpapar paham radikal dari kelompok teroris dari pintu game online.

Bahkan, siswa itu direkrut oleh kelompok radikal dengan dimasukkan ke dalam grup Telegram yang berisikan doktrin untuk melakukan aksi terorisme.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Tulungagung, Dwi Yanuarti mengatakan, anak tersebut berada di tahap awal doktrin terorisme.

"Dia ketahuannya saat masih tahap awal. Tapi kalau diteruskan, masuknya doktrin terorisme," bebernya.

Keberadaan siswa tersebut terbongkar setelah BNPT melakukan pemantauan.

Setelah itu, siswa SD tersebut diselamatkan dan sejak Desember 2025 telah dilakukan deradikalisasi.

Beberapa bulan jalani deradikalisasi, sikap bocah malang tersebut pun mengalami kenaikan.

Dari yang awalnya tertutup dengan orang lain, kini sudah terbuka dan bisa berkomunikasi dengan ceria layaknya anak-anak di usianya.

"Dulu kalau ketemu orang pasti menunduk, tidak mau melihat wajah. Sekarang dia sudah ceria, berkomunikasi dengan siapa saja," sambung Dwi.

UPT PPA juga tetap melakukan pendampingan dan berkomunikasi dengan orang tua untuk pengawasan dan pengarahan ke hal positif.

Dari hasil pendampingan psikolog, ternyata anak tersebut memiliki bakat dan minat di game online.

UPT PPA pun mengarahkan ke sisi positif, yakni membimbing ke organisasi e-sport.

"Ternyata dia senang gim daring, kami salurkan lewat organisasi e-sport. Kami ikutkan setiap kali ada turnamen," ungkap Dwi.

Dwi menjelaskan, sebenarnya siswa SD tersebut ingin mendapatkan validasi bahwa dirinya hebat dalam bermain gim.

Namun, karena salah pergaulan, akhirnya ia masuk ke dalam jaringan terorisme.

"Lingkungan sekitarnya tidak tahu apa yang dikerjakan anak ini,"

"Dia terpapar setelah berkomunikasi lewat gim seperti Mobile Legend, FF (Free Fire), dan Roblox," jelanya.

Kemudian, kata dia,  orang tua harus selalu waspada dan mengawasi setiap kegiatan anaknya.

Terlebih, saat ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengeluarkan peraturan tentang pembatasan media sosial bagi anak-anak.

Namun, hal tersebut bisa saja percuma apabila orang tua justru memberikan akses kepada anaknya.

"Sekarang Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pembatasan anak-anak tidak bisa main media sosial. Tapi percuma jika orang tua memberi akses ke akunnya," pungkas Dwi. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
KPK Akui Sejumlah Manajemen BUMN Belum Sampaikan LHKPN

KPK Akui Sejumlah Manajemen BUMN Belum Sampaikan LHKPN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut masih ada sejumlah manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belum menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Pemerintah Siapkan Dana Pendidikan Rp8,1 Juta Bagi Pemilih Logo HUT ke-81 RI

Pemerintah Siapkan Dana Pendidikan Rp8,1 Juta Bagi Pemilih Logo HUT ke-81 RI

Pemerintah menyiapkan apresiasi bagi 300 pemilih beruntung logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI mulai dari kesempatan menghadiri upacara kenegaraan di Istana Merdeka hingga bantuan dana pendidikan senilai Rp8,1 juta.
John Field, Pemilik Blueray Cargo Bakal Hadapi Vonis pada 10 Juli

John Field, Pemilik Blueray Cargo Bakal Hadapi Vonis pada 10 Juli

Sidang pembacaan putusan kasus dugaan suap Bea Cukai, yang menyeret pemilik Blueray Cargo John Field, digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (10/7) mendatang.
Lakukan Pertemuan dengan BI-DEN, DPR RI: Rapat Koordinasi Mitigasi

Lakukan Pertemuan dengan BI-DEN, DPR RI: Rapat Koordinasi Mitigasi

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan pertemuan khusus dengan pemerintah membahas terkait menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Ketum Demokrat AHY Soal Pemilu 2029: Masih Jauh, Fokus Isu di Masyarakat

Ketum Demokrat AHY Soal Pemilu 2029: Masih Jauh, Fokus Isu di Masyarakat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut bahwa partai belum terlalu fokus untuk menatap Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.

Trending

Selebgram Awkarin Diperiksa Kasus Hanania Travel, Ngaku Balikin Uang Saku ke Penyidik

Selebgram Awkarin Diperiksa Kasus Hanania Travel, Ngaku Balikin Uang Saku ke Penyidik

Selebgram Karin Novilda alias Awkarin selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam promosi travel umrah Hanania Group, pada Senin (29/6/2026).
Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Polres Metro Jakarta Pusat memilih menghentikan penyelidikan kasus dugaan pencurian yang dilaporkan oleh Bangun Paulus Tudungta.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Memasuki Rabu, 1 Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memasuki fase yang lebih menjanjikan dalam urusan finansial. Siapa saja mereka yang bercuan deras?
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Paraguay

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Paraguay

Jerman melangkah ke babak 32 besar dengan predikat juara Grup E Piala Dunia 2026. Di kubu lawan, Paraguay berhasil mengamankan tiket ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Desa: Batas Usia 25 Tahun Calon Kades Tetap Berlaku

Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Desa: Batas Usia 25 Tahun Calon Kades Tetap Berlaku

Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi (MK) tolak pengujian materiil Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) yang minta aturan batas usai calon kades
6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan pergerakan positif dalam sektor keuangan pada periode 1 - 7 Juli 2026. Siapa saja?
Karyawan Percetakan di Jakpus Disekap Selama 21 Hari, Alami Trauma Fisik Hingga Psikis

Karyawan Percetakan di Jakpus Disekap Selama 21 Hari, Alami Trauma Fisik Hingga Psikis

Polisi mengungkapkan, tiga karyawan percetakan berinisial TS (24), MRJ (20), dan AS (19) yang disekap di tempat kerjanya, di Jalan Kalibaru Timur, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, mengalami trauma.
Selengkapnya

Viral