Merengek Panggil Nama Gubernur Jabar, Seorang Anak Minta Kang Dedi Mulyadi Lakukan Hal Ini
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com -Â Kang Dedi Mulyadi atau KDM yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar) mendadak menemui seorang anak laki-laki yang kedapatan sempat merengek sembar berteriak menyebut namanya.
Melalui video yang diunggah oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pada akun instagramnya terlihat seorang anak laki-laki berguling-guling di atas kasur sembari berteriak nama KDM menggunakan bahasa Sunda.
Anak tersebut merengek di depan orang tuanya sembari berteriak-teriak memanggil nama KDM.
Lantas, Dedi Mulyadi pun menemui sang bocah yang didapati sempat tantrum sembari berteriak memanggil namanya itu.
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Usut punya usut anak tersebut diketahui bernama Deden Arasy saat diperkenalkan orang tuanya di depan KDM.
Anak yang mengenakan pakaian berwarna putih lengkap dengan ikatan kepala khas Sunda yakni Totopong.
Di depan Gubernur Jabar itu, Deden mengaku menangis sembari berteriak karena ingin bertemu dengan KDM.
"Mau ketemu sama KDM," kata Deden dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Lantas KDM pun bertanya alasan sang anak ingin bersua dengannya hingga menangis histeris seperti video yang diterimanya.
Sang anak mengaku jika dirinya ingin bertemu dan berswa foto dengan orang nomor satu di Jabar itu.
"Mau difoto kenapa harus nangis," tanya KDM.
Deden pun mengaku dirinya merupakan warga Cimaung, Desa Sukanagara, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar.
Selain itu, anak itu turut mengaku sering melihat penampilan KDM melalui smartphone.
Mendengar pernyataan itu, KDM pun lantas menanyakan kepada Deden mengenai aktivitasnya bermain handphone.
KDM pun sempat meminta kejujuran sang anak mengenai aktivitasnya saat bermain handphone.
Dedi Mulyadi sempat mecandai sang anak dengan ingin membawanya ke Barak Militer berkaitan dengan program pendidikan karakter pelajar.
"Kamu suka main HP ya? Ayo awas kamu bawa ke Barak loh," kata KDM.
Lantas, KDM pun memenuhi permintaan Deden Arasy yang ingin berswa foto dengannya.
Program Pendidikan Karakter
Sejak menjabat sebagai Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memiliki program pendidikan karakter Pancawaluya yang berupa pembinaan bagi siswa atau anak di barak militer.
Program ini dikhususkan menyasar kepada peserta didik yang didapati berkelakuan tak wajar atau kenakalan seperti merokok, berkelahi, hingga tawuran.
Dedi menjelaksana siswa yang akan dikirim ke barak militer terlebih dahulu dipilih berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua atau wali murid.
Ia mengaku Pemprov Jabar telah menyiapkan berkisar 30 atau 40 barak khusus yang telah disiapkan oleh TNI.
Program pembinaan ini akan diikuti oleh siswa yang bermasalah dengan bimbingan TNi dengan pelaksanaan berkisar enam bulan.
"Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan membina karakter dan perilakunya," kata KDM pada April 2025 lalu.(raa)
Load more