Dedi Mulyadi Buat Gebrakan Baru untuk Warga Jabar: Ikhtiar untuk Jawa Barat Istimewa
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jabar, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM buat gebrakan baru untuk warga Jabar. Sontak, gebrakan itu langsung mencuri perhatian publik hingga menuai komentar warganet di media sosial.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi membuat gebrakan dengan pernyataan penghapusan syarat KTP saat perpanjangan pajak STNK.Â
Kemudian baru-baru ini, KDM punya gebrakan baru, yakni tengah mewacanakan penghapusan pajak kendaraan bermotor (PKB).Â
Menurutnya, PKB bisa diganti dengan skema jalan berbayar. Pertama, ide ini akan dimulai di Jawa Barat.Â
Wacana itu muncul di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang saat ini masih mendapatkan fasilitas bebas PKB di Jawa Barat.
Kebijakan bebas pajak untuk kendaraan listrik itu kemudian memunculkan pertanyaan soal kontribusi pengguna EV terhadap pembangunan dan perawatan jalan, mengingat pajak kendaraan selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.
Sontak hal ini membuat Dedi Mulyadi memunculkan gagasan agar pembayaran dilakukan berdasarkan penggunaan jalan.Â
Dengan kata lain, masyarakat yang menggunakan jalan provinsi akan membayar sesuai intensitas pemakaian.
Bahkan wacana KDM itu menuai komentar dari konten kreator dan analis data, Alif Hijriah yang mencoba membuat simulasi tarif jalan berbayar untuk Provinsi Jawa Barat.Â
Dalam unggahannya, Alif menjelaskan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat bahkan mencapai lebih dari 150 persen per tahun.
Menurutnya, kebijakan pembebasan PKB untuk EV berpotensi membuat Pemprov Jawa Barat kehilangan pemasukan hingga puluhan miliar rupiah setiap tahunnya.Â
"Harusnya PKB dari motor listrik ini bisa sekitar Rp6,5 M tiap tahunnya, dan PKB dari mobil di Jabar ini bisa sekitar Rp71 M," beber Alif.
Ia memperkirakan total potensi kehilangan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan listrik mencapai sekitar Rp77,8 miliar per tahun.Â
Unggahan Alif kemudian mendapat respons positif dari Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya.
"Hatur nuhun Kang @aliftowew, atas kajian singkat yang mencerahkan. Ikhtiar kita, untuk Jawa Barat Istimewa," tulis Dedi Mulyadi. (aag)
Load more