News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

MA Amerika Serikat Batalkan Kebijakan Tarif Trump, Bagaimana Nasib Tarif Resiprokal? Ini Kata Menkeu Purbaya

Purbaya mengatakan implementasi tarif resiprokal hingga kini belum berjalan lantaran pemerintah AS masih menghadapi persoalan hukum terkait kebijakan tarif impor.
Senin, 18 Mei 2026 - 11:28 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Nasib penerapan skema Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berada di ujung ketidakpastian setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump.

Pemerintah Indonesia pun memilih bersikap hati-hati sambil menunggu arah kebijakan terbaru dari negeri Paman Sam tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, implementasi tarif resiprokal hingga kini belum berjalan efektif lantaran pemerintah AS sendiri masih menghadapi persoalan hukum terkait kebijakan tarif impor tersebut.

“Ini kan di sana masih ada, di Amerika kan masih belum resmi. Ini kan putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat, supreme court-nya bilang gak boleh kan,” ujar Purbaya kepada tvOnenews.com di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Sumber :
  • Antara

Menurut Purbaya, Indonesia pada prinsipnya akan mengikuti perkembangan kebijakan perdagangan yang ditetapkan pemerintah AS. 

Namun, ia menilai posisi Indonesia sejauh ini belum dirugikan oleh ketidakjelasan penerapan reciprocal trade tersebut.

“Kita ikutin Amerika, tapi saya enggak tahu, kita ikutin Amerika harusnya. Tapi kalau menurut saya sih kita enggak rugi, tapi kita tunggu di sana seperti apa,” katanya.

Pernyataan Purbaya muncul setelah Mahkamah Agung AS menyatakan kebijakan tarif impor besar-besaran yang diterapkan pemerintahan Trump tidak sah secara hukum.

Pengadilan menilai Presiden AS tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif impor sepihak menggunakan dasar Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional atau International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Dalam putusan tersebut, para hakim menegaskan kewenangan pengenaan pajak dan tarif perdagangan sepenuhnya berada di tangan Kongres AS, bukan Presiden.

Putusan itu otomatis mengguncang fondasi kebijakan dagang agresif Trump yang selama ini mengandalkan tarif impor sebagai instrumen utama tekanan ekonomi terhadap negara mitra dagang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Gedung Putih dikabarkan tengah menyiapkan langkah baru. Trump disebut akan menerbitkan kebijakan pengganti berupa tarif global 10 persen yang berlaku sementara selama 150 hari tanpa memerlukan persetujuan Kongres.

Perubahan arah kebijakan perdagangan AS itu kini membuat implementasi agreement on reciprocal trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat masih menggantung sambil menunggu kepastian regulasi di Washington.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Survei Terbaru Voxpol Center: 61,1 Persen Publik Yakin Prabowo-Gibran Mampu Selesaikan Masalah Bangsa

Survei Terbaru Voxpol Center: 61,1 Persen Publik Yakin Prabowo-Gibran Mampu Selesaikan Masalah Bangsa

Voxpol Center menunjukkan masyarakat Indonesia masih menaruh optimisme tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumi
Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Satresnarkoba Polresta Sumenep mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggunaan narkotika jenis sabu di salah satu SPPG wilayah Kecamatan Lenteng, Sumenep.
‎Igor Tolic Ungkap Penyebab Utama Persib Bandung Takluk dari Madura United

‎Igor Tolic Ungkap Penyebab Utama Persib Bandung Takluk dari Madura United

Persib Bandung harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor tipis 0-1 pada pertandingan pekan keenam Super League 2026/2027
KRL Lintas Cikarang Alami Keterlambatan Hari Ini 23 Oktober 2026, Ada Truk Mogok Dekat Stasiun Cikarang

KRL Lintas Cikarang Alami Keterlambatan Hari Ini 23 Oktober 2026, Ada Truk Mogok Dekat Stasiun Cikarang

KRL lintas Cikarang atau “Blue Line” mengalami keterlambatan hari ini, Jumat, 23 Oktober 2026. Keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Cikarang yang disebabkan oleh adanya truk mogok di perlintasan dekat Stasiun Cikarang.
Target Asian Para Games 2026 Terpenuhi, Tim Indonesia Fokus Ubah Klasemen di Hari-hari Terakhir Kompetisi

Target Asian Para Games 2026 Terpenuhi, Tim Indonesia Fokus Ubah Klasemen di Hari-hari Terakhir Kompetisi

Tim Indonesia berhasil menjawab target Asian Games 2026 dengan kini memiliki 10 medali emas, 13 medali perak dan 35 perunggu.
6 Link Twibbon Hari Dokter Nasional 2026, Download dan Bagikan ke Media Sosial

6 Link Twibbon Hari Dokter Nasional 2026, Download dan Bagikan ke Media Sosial

Berikut kumpulan link twibbon Hari Dokter Nasional 2026, download dan bagikan ke media sosial sebagai upacan.

Trending

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Video penumpang KRL rute Bogor–Jakarta viral setelah tombol SOS tak sengaja tertekan. Simak penjelasan KAI Commuter, fungsi tombol darurat, dan cara menggunakannya.
Selengkapnya

Viral