Kepemimpinan Perempuan Dinilai Mampu Perkuat Demokrasi dan Politik Modern
- Istimewa
Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan kebijakan yang lebih responsif, inklusif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Vitri dalam keterangannya.
PDRI sendiri disebut terus berupaya memperkuat partisipasi politik perempuan melalui berbagai program, mulai dari pendidikan politik, pengembangan kepemimpinan perempuan, hingga advokasi kebijakan yang responsif gender.
Dalam forum tersebut, kedua delegasi juga membahas perjalanan Reformasi Indonesia yang membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam politik nasional.
Data keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia pun menunjukkan peningkatan signifikan. Jika pada 1999 keterwakilan perempuan masih berada di angka sekitar 9 persen, kini jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 21 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Selain membahas keterwakilan politik, delegasi Indonesia dan Singapura juga bertukar pandangan mengenai pengembangan kader perempuan muda, pendidikan kepemimpinan, program mentorship, hingga peluang kerja sama bilateral antarorganisasi perempuan di kawasan ASEAN.
Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi regional dalam melahirkan lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat, demokrasi, dan kawasan Asia Tenggara. (nsp)
Load more