Dilaporkan Deputi KPK, Linda Susanti Hadiri PGelar Perkara Khusus di Polda Metro Jaya
- Istimewa
Linda memaparkan surat yang dipersoalkan itu diperoleh dari seseorang bernama Arif yang dikenalnya sebagai penyidik KPK.
Dalam forum gelar perkara, Linda mengaku mempertanyakan identitas sosok Arif tersebut.
Sebab, orang yang diperlihatkan kepadanya dalam gelar perkara disebut berbeda dengan sosok yang pernah berinteraksi dengannya.
Bahkan, Linda mengklaim telah beberapa kali bertemu dengan sosok Arif diangtaranya di Gedung KPK.
“Katanya itu Arif yang memang memeriksa saya, tapi seingat saya bukan Arif itu. Jadi ada perbedaan orang,” kata Linda.
“Sudah sering ketemu, makanya hafal. Begitu pas, ‘Bu, ini Arif yang memeriksa Ibu’, lah beda,” sambungnya.
Di sisi lain, Linda mengaku sempat mempertanyakan kemungkinan adanya pihak yang mengatasnamakan KPK.
Namun, ia menilai kecil kemungkinan sosok Arif yang ditemuinya merupakan sosok yang mengaku sebagai 'KPK gadungan'.
Mengingat, Linda mengklaim jika pertemuan pertama dirinya dengan Arif berlangsung di Gedung KPK.
“Mustahil sih kalau gadungan, karena ketemunya di gedung KPK,” jelasnya.
Meski demikian, Linda berharap proses penyidikan yang kini berjalan dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap identitas sosok Arif yang dimaksud sekaligus memperjelas seluruh duduk perkara.
“Harapan saya tadi tolong bantu saya untuk mengungkap Arifnya ini. Karena jangan sampai ada KPK gadungan,” kata dia.
Linda mengatakan, perkara dugaan penggunaan surat palsu tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan.
Kendati demikian, belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
Ia pun berharap proses hukum berjalan adil dan tidak berujung pada kriminalisasi terhadap dirinya.
Pasalnya, Linda mengaku tidak pernah mengenal maupun berkomunikasi dengan Hasbi Hasan.
Linda menjelaskan pemeriksaan terhadap dirinya oleh KPK berkaitan dengan hubungan bisnisnya dengan pegawai Pengadilan Negeri Sumatera Utara, Ahmad Sulaiman yang disebut sebagai orang dekat Hasbi Hasan.
Linda mengaku akibat pernah berbisnis dengan Ahmad Sulaiman dirinya pun kerap dikaitkan KPK dengan sosok Hasbi Hasan.
Alhasil, ia mengaku keterkaitan tersebut berujung pada penyitaan sejumlah aset miliknya oleh KPK..
Linda mengungkapkan total nilai aset yang disita mencapai sekitar Rp600 miliar yang meliputi uang dalam bentuk dolar Singapura senilai 45 juta SGD, batangan emas, serta sejumlah sertifikat tanah dan dokumen penting.
Load more