News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dilaporkan Deputi KPK, Linda Susanti Hadiri PGelar Perkara Khusus di Polda Metro Jaya

Linda Susanti seorang terlapor kasus dugaan penggunaan surat palsu mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa (19/5/2026).
Rabu, 20 Mei 2026 - 02:02 WIB
Dilaporkan Deputi KPK, Linda Susanti Hadiri PGelar Perkara Khusus di Polda Metro Jaya
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Linda Susanti seorang terlapor kasus dugaan penggunaan surat palsu mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa (19/5/2026).

Adapun Linda merupakan seorang saksi pada kasus dugaan suap yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Hasbi Hasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kehadiran Linda guna memenuhi gelar perkara khusus atas laporan dirinya yang dilayangkan oleh Deputi Penindakan KPK Asep Guntur ke Polda Metro Jaya.

“Saya ke Polda Metro Jaya ini atas surat yang saya ajukan mengenai gelar perkara khusus. Gelar perkara khusus ini menjadi penting agar kedua belah pihak bertemu. Alhamdulillah tadi juga Pak Asep Guntur sudah hadir beserta penyidiknya,” kata Linda kepada awak media, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Linda mengatakan upaya meminta gelar perkara khusus ini diajukan agar dapat memberi penjelasan mengenai laporan terhadap dirinya terkait dugaan penggunaan surat palsu tersebut.

Sebab, kata Linda, pelaporan tersebut bukan diajukan melalui lembaga melainkan secara pribadi.

“Yang melaporkan bukan lembaga, tapi Pak Asep Guntur secara pribadi. Jadi, begitu ditanya tadi secara detail, itu bukan lembaga langsung, tapi pihak Pak Asep Guntur yang melaporkan,” jelasnya.

Linda menjelaskan perkara ini bermula ketika dirinya melaporkan pihak KPK ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait aset yang menurutnya diambil. 

Dalam proses itu, ia menggunakan sejumlah dokumen yang belakangan dipersoalkan keasliannya. 

Namun, Linda menilai KPK tidak pernah secara resmi menyatakan bahwa surat yang digunakannya merupakan dokumen palsu hingga mempertanyakan dasar pelaporan terhadap dirinya. 

“KPK tidak pernah memberikan jawaban secara resmi bahwa surat itu palsu. Kenapa Pak Asep Guntur juga melaporkan saya ketika sudah ada di Dewas. Harusnya melaporkan saya ketika tanggal 7 Oktober itu, karena berkas-berkasnya pun sama,” ujar Linda.

Linda juga menyoroti substansi perkara yang menurutnya berkaitan dengan dugaan penggunaan surat palsu. 

Menurutnya jika surat tersebut dianggap palsu seharusnya turut ditelusuri pihak yang membuat dokumen tersebut.

“Kalau menggunakan surat palsu, seharusnya ada yang membuatnya. Karena saya memperolehnya dari pihak KPK yang bernama Arif itu,” jelasnya.

Linda memaparkan surat yang dipersoalkan itu diperoleh dari seseorang bernama Arif yang dikenalnya sebagai penyidik KPK. 

Dalam forum gelar perkara, Linda mengaku mempertanyakan identitas sosok Arif tersebut. 

Sebab, orang yang diperlihatkan kepadanya dalam gelar perkara disebut berbeda dengan sosok yang pernah berinteraksi dengannya.

Bahkan, Linda mengklaim telah beberapa kali bertemu dengan sosok Arif diangtaranya di Gedung KPK. 

“Katanya itu Arif yang memang memeriksa saya, tapi seingat saya bukan Arif itu. Jadi ada perbedaan orang,” kata Linda.

“Sudah sering ketemu, makanya hafal. Begitu pas, ‘Bu, ini Arif yang memeriksa Ibu’, lah beda,” sambungnya.

Di sisi lain, Linda mengaku sempat mempertanyakan kemungkinan adanya pihak yang mengatasnamakan KPK.

Namun, ia menilai kecil kemungkinan sosok Arif yang ditemuinya merupakan sosok yang mengaku sebagai 'KPK gadungan'.

Mengingat, Linda mengklaim jika pertemuan pertama dirinya dengan Arif berlangsung di Gedung KPK.

“Mustahil sih kalau gadungan, karena ketemunya di gedung KPK,” jelasnya.

Meski demikian, Linda berharap proses penyidikan yang kini berjalan dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap identitas sosok Arif yang dimaksud sekaligus memperjelas seluruh duduk perkara. 

“Harapan saya tadi tolong bantu saya untuk mengungkap Arifnya ini. Karena jangan sampai ada KPK gadungan,” kata dia.

Linda mengatakan, perkara dugaan penggunaan surat palsu tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan. 

Kendati demikian, belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Ia pun berharap proses hukum berjalan adil dan tidak berujung pada kriminalisasi terhadap dirinya. 

Pasalnya, Linda mengaku tidak pernah mengenal maupun berkomunikasi dengan Hasbi Hasan.

Linda menjelaskan pemeriksaan terhadap dirinya oleh KPK berkaitan dengan hubungan bisnisnya dengan pegawai Pengadilan Negeri Sumatera Utara, Ahmad Sulaiman yang disebut sebagai orang dekat Hasbi Hasan.

Linda mengaku akibat pernah berbisnis dengan Ahmad Sulaiman dirinya pun kerap dikaitkan KPK dengan sosok Hasbi Hasan.

Alhasil, ia mengaku keterkaitan tersebut berujung pada penyitaan sejumlah aset miliknya oleh KPK..

Linda mengungkapkan total nilai aset yang disita mencapai sekitar Rp600 miliar yang meliputi uang dalam bentuk dolar Singapura senilai 45 juta SGD, batangan emas, serta sejumlah sertifikat tanah dan dokumen penting.

“Tolong jangan kriminalisasi saya karena saya ini mencari keadilan dan ingin hak-hak saya kembali,” pungkasnya.(raa)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Ingin SUGBK Jadi 'Neraka' buat Malaysia: Ini Rumah Kita, Mereka Harus Melindunginya

John Herdman Ingin SUGBK Jadi 'Neraka' buat Malaysia: Ini Rumah Kita, Mereka Harus Melindunginya

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, ingin atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi tempat yang menyeramkan bagi Malaysia.
Kualitas Timnas Indonesia Diakui Lawan, Pilar Malaysia Ingatkan Harimau Malaya Jangan Lengah Lawan Garuda

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Lawan, Pilar Malaysia Ingatkan Harimau Malaya Jangan Lengah Lawan Garuda

Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pemain Malaysia jelang pertemuan kedua tim di FIFA ASEAN Cup 2026. Faisal Halim menilai Skuad Garuda terorganisasi.
John Herdman Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada soal Ekspektasi Suporter: Ini Adalah Proses

John Herdman Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada soal Ekspektasi Suporter: Ini Adalah Proses

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta suporter Skuad Garuda tetap realistis terhadap proses yang sedang dibangun timnya.
Belum Juga Keluar Keringat, Media Malaysia Sebut Harimau Malaya Dapat Kabar Baik Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Belum Juga Keluar Keringat, Media Malaysia Sebut Harimau Malaya Dapat Kabar Baik Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya datang dengan modal positif sebelum duel di Jakarta.
Harga Pangan Hari Ini 28 September 2026: Cabai Rawit Rp113.750 per Kilogram hingga Telur Ayam Rp29.400 per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 September 2026: Cabai Rawit Rp113.750 per Kilogram hingga Telur Ayam Rp29.400 per Kilogram

Inilah daftar harga pangan hari ini 28 September 2026 dilansir dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.
Timnas Indonesia Semringah! FIFA Siapkan Hadiah Spesial jika Kevin Diks cs Kalahkan Malaysia: Ranking Dunia Garuda OTW Melejit

Timnas Indonesia Semringah! FIFA Siapkan Hadiah Spesial jika Kevin Diks cs Kalahkan Malaysia: Ranking Dunia Garuda OTW Melejit

Timnas Indonesia akan hadapi Malaysia di lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan dalam laga ini berpotensi mengerek posisi Skuad Garuda di ranking FIFA.

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Rookie Hyundai Hillstate menolak panggilan yang disematkan Megawati Hangestri kepadanya. Momen lucu ini terjadi saat mereka sedang liburan singkat di Pulau Jeju
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Tim Indonesia sudah memastikan medali usai empat pebulu tangkis tanah air tampil di semifinal. Sedangkan Timnas Voli Indonesia akan kembali berjuang.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Selengkapnya

Viral