Wasekjen PBNU Menilai Idul Adha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
- ANTARA
Dalam kesempatan itu, Gus Macshoem juga menyoroti pentingnya nilai pengorbanan yang terkandung dalam ibadah kurban. Ia menyebut dunia modern cenderung membentuk manusia untuk terus mengambil, bukan memberi.
“Padahal inti Idul Adha adalah kesediaan mengorbankan ego demi kebaikan yang lebih besar,” ucapnya.
Ia mengatakan, pengorbanan tidak selalu berbentuk hal besar, tetapi juga bisa diwujudkan melalui kepedulian sosial, membantu sesama, hingga menjaga perasaan orang lain di tengah kehidupan yang semakin keras.
Menurut Gus Macshoem, pembagian daging kurban menjadi simbol penting bahwa kebahagiaan tidak boleh berhenti pada diri sendiri, melainkan harus dirasakan bersama, terutama oleh masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
“Dunia hari ini mungkin tidak kekurangan orang pintar dan kuat. Tetapi dunia sangat membutuhkan lebih banyak manusia yang tetap tenang saat diuji, tetap jujur saat tergoda, dan tetap peduli ketika banyak orang sibuk dengan dirinya sendiri,” tuturnya. (*)
Load more