Istana Sebut Presiden Prabowo Tunaikan Lebaran Idul Adha di Prancis: Masih Kunjungan Kerja
- Setpres
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto dipastikan masih melakukan tugas kenegaraan di Prancis saat momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan Presiden Prabowo masih berada di Prancis hingga hari Rabu (27/6/2026), sehingga pelaksanaan salat Idul Adha akan menyesuaikan situasi selama kunjungan kerja tersebut berlangsung.
“Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis. Jadi tentu akan menyesuaikan karena pas hari Rabu masih ada di sana. Jadi tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).
Meski demikian, Istana belum menjelaskan secara rinci agenda Presiden Prabowo selama berada di Prancis.
Saat ditanya terkait kegiatan yang akan dijalankan Presiden di sana, Juri memilih menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.
“Nanti Pak Menlu yang menjelaskan,” ujarnya singkat.
Di tengah kunjungan luar negeri tersebut, Presiden Prabowo tetap menyiapkan program bantuan kurban besar-besaran untuk Idul Adha tahun ini.
Pemerintah mengumumkan Presiden akan menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh Indonesia.
Bantuan itu akan didistribusikan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Total terdapat 552 daerah penerima dengan distribusi mencapai 598 sapi khusus untuk pemerintah daerah.
Menariknya, jumlah sapi yang dibagikan lebih banyak dibanding jumlah daerah penerima. Hal itu disebabkan adanya keterbatasan sapi dengan ukuran standar bantuan Presiden di sejumlah wilayah.
“Kenapa dari 552 daerah menerima 598 sapi? Jadi sapinya lebih banyak dari jumlah daerah. Karena ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan ukuran standar sapi presiden. Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilo sampai 1,3 ton,” jelas Juri sebelumnya.
Karena tidak semua daerah memiliki sapi dengan bobot jumbo tersebut, pemerintah memutuskan sebagian wilayah menerima dua ekor sapi sebagai pengganti.
“Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah. Jadi sekali lagi seluruh provinsi dan kabupaten/kota akan menerima 598 sapi,” lanjutnya. (agr/nsi)
Load more