Momen Gibran Salat Idul Adha di Istiqlal Bersama Menteri Kabinet dan Pejabat Negara
- Abdul Gani Siregar-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026).
Kehadiran Gibran bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih menjadikan pelaksanaan Salat Id tahun ini sarat simbol persatuan dan pesan kemanusiaan di tengah ribuan jemaah yang memadati masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Pantauan di lokasi, Gibran tiba sekitar pukul 06.55 WIB. Setibanya di area utama masjid, dia langsung menyapa sejumlah pejabat negara yang lebih dahulu hadir.
Suasana di dalam ruang utama Istiqlal tampak khidmat sejak pagi. Gibran kemudian menempati saf terdepan bersama para menteri dan pimpinan lembaga negara yang hadir dalam pelaksanaan Salat Id.
Sejumlah pejabat yang terlihat mendampingi di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga Ketua DPD RI Sultan Najamuddin.
Tak hanya dihadiri pejabat tinggi negara, pelaksanaan Salat Idul Adha di Istiqlal juga diikuti perwakilan negara-negara sahabat.
Kehadiran tamu diplomatik tersebut menambah nuansa kebersamaan dan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas Masjid Istiqlal.
Salat Idul Adha dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Ahmad Anshoruddin Ibrahim bertindak sebagai imam, sementara Muzakkir Abdurahman dipercaya sebagai Badan Imam untuk membantu kelancaran seluruh rangkaian ibadah.
Tahun ini, pelaksanaan Idul Adha di Istiqlal mengusung tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Tema tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian khutbah dan pesan keagamaan yang disampaikan kepada jemaah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan tema itu sejalan dengan agenda besar Kementerian Agama dalam memperkuat nilai ekoteologi dan teologi cinta di tengah masyarakat.
“Tema tahun ini terutama dalam khutbah nanti adalah spirit kurban merawat alam dan kemanusiaan. Ini sejalan dengan tema-tema besar Kementerian Agama tentang ekoteologi dan teologi cinta,” ujar Menag, Senin (25/5/2026).
Pesan tersebut diharapkan tak hanya menjadi refleksi ibadah kurban semata, tetapi juga memperkuat kesadaran umat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, solidaritas sosial, dan nilai kemanusiaan di tengah berbagai tantangan global. (agr/nsi)
Load more