Bantah Hina Warga Sumbar, Abu Janda: Kalau Sudah Benci Ya Susah
- Instagram/@permadiaktivis2
Jakarta, tvOnenews.com – Pegiat media sosial (medsos) Permadi Arya alias Abu Janda buka suara usai dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Dia dipolosikan terkait dugaan penghinaan terhadap masyarakat Sumatra Barat (Sumbar). Menanggapi laporan tersebut, Abu Janda membantah dirinya menghina masyarakat Sumbar seperti yang dituduhkan.
“Saya tidak menghina rakyat Sumbar, tapi kalau dasarnya sudah benci Abu Janda ya susah, tidak menghina pun bisa dianggap menghina,” kata Abu Janda kepada wartawan, Rabu 27 Mei 2026.
Namun demikian, Abu Janda belum mau memberikan komentar lebih jauh. Di baru menjawab demikian terkait laporan yang ditujukan kepadanya tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) resmi melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Laporan tersebut telah diterima Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 26 Mei 2026.
Pihak IKM menilai pernyataan Abu Janda telah menyinggung masyarakat Sumatra Barat, khususnya etnis Minangkabau, hingga memicu keresahan. Hal itu diungkap Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP IKM, Defrizal Djamaris.
"Dimana pada saat ini kami adalah spesifik ya untuk masyarakat Sumatra Barat, etnis Minangkabau. Pada hari ini kami dari DPP Ikatan Keluarga Minang mengajukan laporan polisi secara resmi kepada terduga yaitu saudara yang bernama Permadi Arya alias Abu Janda ya," ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut Defrizal, laporan tersebut berkaitan dengan pidato Abu Janda yang diduga disampaikan di luar negeri, tepatnya di Amerika Serikat.
"Adapun dasar laporan ini adalah terhadap pidato yang dilakukan yang diduga dilakukan di suatu tempat ya, di depan suatu tempat ibadah ya yang kemungkinan besar berada di luar negeri ya, kemungkinan ada di Amerika Serikat kalau nggak salah di daerah Philadelphia ya," katanya.
Dalam pidato yang dipermasalahkan itu, Abu Janda disebut melontarkan pernyataan yang menyebut Sumatra Barat sebagai daerah intoleran dan masyarakatnya ‘bar-bar’. Pernyataan itulah yang kemudian memicu reaksi keras dari keluarga besar Minangkabau.
Foe Peace Simbolon/VIVA
Load more