Alasan Dedi Mulyadi Tidak Mau Difasilitasi Mewah: Jalan di Kampung-Kampung Masih Banyak yang Rusak
- Cepi Kurnia/tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Ternyata ada alasan di balik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mau difasilitasi secara mewah.
"Saya tidak mau difasilitasi mobil mewah, perjalanan dinas, makan-minum miliaran. Karena jalan di kampung-kampung masih banyak yang rusak," ujarnya, Rabu (27/5/2026) di Masjid Al Hikmah, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.
Untuk diketahui, Kang Dedi Mulyadi atau KDM melaksanakan salat id Idul Adha di desa tersebut.
Di momen itu, KDM menyampaikan pesan makna kurban bagi pemerintah.
Menurut dia, Idul Adha tidak hanya dimaknai melalui penyembelihan hewan kurban, tapi juga pengorbanan pemimpin untuk kepentingan masyarakat.
"Semangat kurban bagi pemerintah itu mengorbankan ego pemimpinnya. Jangan menggunakan uang APBD untuk kepentingan pribadi," terangnya.
KDM mengatakan dirinya berupaya menerapkan hal itu selama menjabat gubernur.
Bagi Dedi Mulyadi, anggaran daerah lebih diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat dibanding fasilitas mewah pejabat.
Oleh karena itulah KDM mengatakan dirinya tidak mau difasilitasi mobil mewah hingga fasilitas perjalanan dinas berlebihan.
Berbicara soal pemimpin dan warga, KDM mengibaratkan hubungan pemimpin dan rakyat seperti “macan”.
"Kalau pemimpinnya macan, rakyatnya juga harus macan. Tapi kalau pemimpinnya macan, rakyatnya kambing, nanti kambingnya dimakan. Sebaliknya kalau rakyatnya macan, pemimpinnya kambing, tidak akan kuat," ucapnya.
Menurut dia, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan agar masyarakatnya punya daya saing dan mental kuat.
Dedi Mulyadi juga mengatakan dirinya lebih menyukai masyarakat yang bekerja keras ketimbang hanya bergantung dan menunggu bantuan sosial.
Hal inilah yang membuatnya selalu menghampiri warga yang bekerja keras apabila bertemu di jalan.
"Saya senang melihat rakyat yang bekerja. Kalau lihat orang memikul rumput di jalan, saya suka berhenti," pungkasnya. (nsi)
Load more