News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Satu Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Posong Temanggung, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab

Polisi ungkap kronologi penemuan satu keluarga meninggal di tenda camping Posong Temanggung. Dugaan awal mengarah pada keracunan dan hipotermia.
Kamis, 28 Mei 2026 - 15:45 WIB
Ilustrasi korban tewas.
Sumber :
  • Antara

Temanggung, tvOnenews.com - Peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata Taman Wisata Alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Empat orang dalam satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping Glamping Safari Nomor 3 pada Rabu, 27 Mei 2026.

Salah satu korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki, mahasiswa Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 sekaligus Ketua Unit Fotografi UGM periode 2023/2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiga korban lainnya merupakan anggota keluarga Bagas, yakni Muhamad Ali Munawar, Maghfirah, dan Alvino Evan Hakim. Seluruh korban diketahui berasal dari wilayah Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Peristiwa tersebut langsung ditangani Satreskrim Polres Temanggung bersama tim medis dan petugas kepolisian setempat.

Kronologi Penemuan Korban di Tenda Glamping Posong

Berdasarkan laporan Satreskrim Polres Temanggung, rombongan korban tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa malam, 26 Mei 2026 sekitar pukul 21.05 WIB.

Mereka datang menggunakan satu unit mobil Honda Jazz RS berwarna putih dengan nomor polisi H-1609-PT.

Setelah melakukan registrasi, rombongan kemudian diantar menuju lokasi Glamping Safari Nomor 3 sekitar pukul 21.30 WIB oleh petugas setempat.

Keesokan harinya, Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu saksi datang untuk mengantarkan sarapan kepada korban. Namun, saat dipanggil dari luar tenda, tidak ada jawaban sama sekali.

Karena tidak mendapat respons, saksi kembali mendatangi tenda sekitar pukul 11.30 WIB untuk melakukan pembersihan menjelang waktu check out. Meski kembali dipanggil, kondisi tetap sama dan tidak ada suara dari dalam tenda.

Situasi mulai mencurigakan hingga akhirnya sekitar pukul 15.45 WIB, salah satu saksi membuka tenda tersebut. Saat itulah empat orang di dalam tenda ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada kru lain dan diteruskan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi Temukan Kondisi Tenda Masih Rapi

Tim Inafis Polres Temanggung bersama tenaga medis dari Puskesmas Kledung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut kondisi tenda camping masih dalam keadaan rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.

Petugas juga menemukan posisi tangan para korban dalam keadaan saling menggenggam.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus pemeriksaan dalam proses penyelidikan penyebab kematian satu keluarga tersebut.

Hasil Pemeriksaan Awal di Lokasi

Berikut beberapa hasil pemeriksaan awal dari kepolisian dan tim medis:

  • Kondisi tenda camping masih rapi

  • Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban

  • Posisi tangan korban saling menggenggam

  • Mulut korban ditemukan berbusa

  • Dugaan awal mengarah pada keracunan dan hipotermia

Dugaan Penyebab Kematian Masih Didalami

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tim medis, dugaan sementara penyebab kematian para korban mengarah pada keracunan disertai hipotermia.

Dugaan itu muncul setelah ditemukan ciri-ciri mulut korban berbusa saat pemeriksaan dilakukan di lokasi kejadian.

Selain itu, kondisi cuaca dingin di kawasan Posong yang berada di dataran tinggi juga menjadi salah satu faktor yang ikut diperiksa dalam penyelidikan.

Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Satreskrim Polres Temanggung telah berkoordinasi dengan Bidokkes serta laboratorium forensik bagian kimia dan biologi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung.

Beberapa petugas kepolisian yang turun langsung ke lokasi antara lain personel Polsek Parakan, Polsubsektor Kledung, Inafis Polres Temanggung, hingga tim Resmob.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian empat korban.

Sementara itu, jenazah para korban dibawa ke RSUD Temanggung untuk menjalani proses autopsi.

Kabar Duka Menyebar di Lingkungan Kampus UGM

Kabar meninggalnya Bagas Amar Hakiki bersama keluarganya juga menyebar di lingkungan kampus UGM melalui informasi lelayu yang beredar.

Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa Bagas merupakan mahasiswa aktif Sastra Prancis UGM dan pernah menjabat sebagai Ketua Unit Fotografi UGM periode 2023/2024.

Prosesi pemakaman keluarga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026 dari rumah duka di wilayah Banyubiru.

Peristiwa ini pun memunculkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga rekan-rekan korban di lingkungan kampus dan masyarakat. (nsp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di depan FIFA, Thom Haye menyebut langkah Timnas Indonesia untuk mengalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berjalan mudah. Laga melawan Malaysia jadi fokus berikutnya.
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Asri Welas mengenang Guruh Soekarnoputra yang meninggal dunia. Selama 11 tahun belajar seni, ia menyimpan banyak ilmu dan pesan dari sang maestro.
Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo mengakui bahwa PSI mulai mendapat perhatian dari pihak lain walapun masih tergolong baru
Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga Skateboard nomor Street Putra Asian Games 2026, Basral Graito, sukses mengunci satu tempat di babak final.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral