GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rancangan Penyeragaman Kemasan Rokok Dinilai Abaikan Nasib Petani Tembakau-Cengkeh

Rancangan aturan penyeragaman kemasan rokok yang tengah digodok pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menuai sorotan.
Jumat, 29 Mei 2026 - 14:15 WIB
Ilustrasi Rokok
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Rancangan aturan penyeragaman kemasan rokok yang tengah digodok pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menuai sorotan.

Pasalnya, penyeragaman kemasan rokok yang mencuat dalam pasal-pasal dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) dinilai berdampak mempersulit petani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Agus Parmuji.

Bahkan, petani tembakau dan cengkeh turut meminta perlindungan dari pemerintah terkait rancangan tersebut.

“Tolong dikaji ulang seluruh RPMK ini,” kata Agus kepada awak media, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Agus menyayangkan bahwa rancangan aturan penyeragaman kemasan dibuat tidak sesuai dengan realita ekosistem pertembakauan di daerah.

Sebab, kata Agus, tembakau khususnya di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat, terbukti menjadi sumber penghidupan masyarakat dan penggerak ekonomi daerah dengan Nilai Tukar Petani yang baik jika dibandingkan dengan komoditas lain.

Ia juga mengingatkan bahwa para petani tembakau sedang memasuki masa tanam. 

Ketika musim kemarau tiba seperti sekarang ini, hanya tembakau yang bisa diandalkan sebagai komoditas penopang ekonomi.

Senada dengan itu, Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) I Ketut Budhyman juga menolak substansi pasal-pasal penyeragaman kemasan dalam RPMK tersebut.

Menurutnya, rancangan aturan tersebut mengabaikan kondisi 1,5 juta petani cengkeh yang tersebar di sepuluh provinsi di Indonesia.

Terlebih, sambung Budhyman, 97 persen produksi cengkeh petani diserap seutuhnya oleh industri hasil tembakau.

“Memaksakan aturan seketat ini, pasti yang terdampak di hulu adalah petani tembakau dan petani cengkeh,” kata Budhyman.

Budhyman juga menyayangkan Kemenkes mengeluarkan aturan yang tidak berkaitan dengan ekosistem tembakau dalam negeri dan Industri Hasil Tembakau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai Indonesia merupakan salah satu negara penghasil cengkeh terbesar di dunia dengan hampir 97-98 persen hasil diserap oleh industri kretek yang merupakan produk tembakau khas Indonesia.

“Benchmarking yang digunakan Kemenkes dalam penyusunan aturan ini adalah negara yang bukan penghasil tembakau dan cengkeh, bukan negara yang hidup masyarakatnya dari ekosistem pertembakauan. Jadi perbandingannya tidak apple to apple,” ungkap Budhyman.(ant/raa)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Juga Debut di Hyundai Hillstate, Pelatih Kang Sung-hyung Blak-blakan soal Megawati Hangestri: Dia Pemain yang Sudah Terbukti di V-League!

Belum Juga Debut di Hyundai Hillstate, Pelatih Kang Sung-hyung Blak-blakan soal Megawati Hangestri: Dia Pemain yang Sudah Terbukti di V-League!

Pelatih Kang Sung-hyung yang terang-terangan menyebut Megawati sebagai pemain yang sudah terbukti kualitasnya di V-League. Pernyataan itu sekaligus menjawab
Hasil Latihan MotoGP Italia 2026: Kembali Jadi yang Tercepat, Fabio di Giannantonio Sapu Bersih Kemenangan di Hari Pertama

Hasil Latihan MotoGP Italia 2026: Kembali Jadi yang Tercepat, Fabio di Giannantonio Sapu Bersih Kemenangan di Hari Pertama

Hasil Latihan MotoGP Italia 2026 dimana Fabio Di Giannantonio kembali tampil impresif pada hari pertama yang berlangsung di Sirkuit Mugello pada Jumat 29 Mei.
Tekan Urbanisasi dan Kesan Kumuh, Wamen PKP Fahri Hamzah Usul Konsep Permukiman Vertikal di Kota Yogyakarta

Tekan Urbanisasi dan Kesan Kumuh, Wamen PKP Fahri Hamzah Usul Konsep Permukiman Vertikal di Kota Yogyakarta

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah mengusulkan konsep permukiman vertikal di Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi dampak urbanisasi dan menekan kesan kumuh di wilayah perkotaan.
Bukan Megawati Hangestri?! Hyundai Hillstate Ternyata Lebih Dulu Kejar Vanja Bukilic, Ini Alasan Akhirnya Pilih Megatron

Bukan Megawati Hangestri?! Hyundai Hillstate Ternyata Lebih Dulu Kejar Vanja Bukilic, Ini Alasan Akhirnya Pilih Megatron

Hyundai Hillstate sebenarnya telah menyiapkan beberapa kandidat sebelum akhirnya mengunci transfer Megawati Hangestri. Salah satunya Vanja Bukilic yang jadi
TRENDING: Dedi Mulyadi Mau Terapkan Jalan di Jabar Berbayar, hingga Pelatih Korea Bikin Nasib Megawati Hangestri Terancam

TRENDING: Dedi Mulyadi Mau Terapkan Jalan di Jabar Berbayar, hingga Pelatih Korea Bikin Nasib Megawati Hangestri Terancam

Sejumlah kabar besar tengah ramai menjadi perhatian publik. Mulai dari kebijakan Dedi Mulyadi, nasib Megawati Hangestri di V-League, hingga Timnas Indonesia.
Hari Anti Tambang, Warga Pati Demo Tolak Tambang di Kawasan Pegunungan Kendeng

Hari Anti Tambang, Warga Pati Demo Tolak Tambang di Kawasan Pegunungan Kendeng

Ratusan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Anti Tambang, Jumat (29/5/2026).

Trending

Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Belakangan ini, sebagian publik dikejutkan dengan viralnya di media sosial, terkait jual daging kurban di media sosial. Sontak, insiden itu memicu komentar
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Tak Hanya Habiburokhman, IMM Ikut Berkomentar soal Prabowo Kurban Pakai APBN: Tak Langgar Aturan

Tak Hanya Habiburokhman, IMM Ikut Berkomentar soal Prabowo Kurban Pakai APBN: Tak Langgar Aturan

Tidak hanya Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang angkat bicara soal pembelian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan APBN. Namun, DPP IMM ikut
Prodi Ilmu Komunikasi UMT Raih akreditasi UNGGUL

Prodi Ilmu Komunikasi UMT Raih akreditasi UNGGUL

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Tangerang resmi meraih predikat Akreditasi UNGGUL berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 156/AK.03.05/2026 tanggal 25 Mei 2026.
Media Vietnam Sebut Timnasnya Tertekan Gara-gara John Herdman Panggil Pemain-pemain Andalan ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnasnya Tertekan Gara-gara John Herdman Panggil Pemain-pemain Andalan ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

John Herdman membuat salah satu media Vietnam mulai khawatir dengan kekuatan timnasnya. Pasalnya, Herdman memanggil pemain-pemain andalan ke Timnas Indonesia.
Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) seiring dengan momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
Selengkapnya

Viral