News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Korupsi MBG Terbongkar, Ini Daftar Kejahatan Dadan Hindayana dan Dua Anak Buahnya sebagai Bos BGN

Ada sejumlah kejahatan korupsi yang dilakukan eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan anak buahnya. Kejagung mengungkap salah satunya adalah perihal penyelewengan tata kelola SPPG.
Rabu, 3 Juni 2026 - 18:17 WIB
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Sebagai Tersangka.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio

Jakarta, tvOnenews.com - Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.

Dadan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Rabu (3/6/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Dadan, Kejagung juga menetapkan dan menahan dua pejabat lainnya, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya diduga terlibat dalam praktik korupsi pengelolaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa ketiga pejabat tersebut sebagai saksi dan menemukan sedikitnya dua alat bukti yang cukup.

"Tim penyidik menetapkan Saudara DH selaku Kepala Badan Gizi Nasional, Saudara SS selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, dan Saudara LP selaku Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan sebagai tersangka dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis pada Badan Gizi Nasional tahun 2025 sampai dengan tahun 2026," kata Syarief dalam keterangannya.

Kejahatan yang Dilakukan Bos BGN

Penyidikan mengungkap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG yang mulai dijalankan pemerintah sejak 6 Januari 2025.

Program tersebut memiliki anggaran sebesar Rp85,27 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp268 triliun pada 2026, yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Kejagung, sejumlah yayasan yang ditunjuk sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga tidak memenuhi persyaratan. Namun yayasan-yayasan tersebut tetap mendapatkan penunjukan setelah adanya pengaturan dalam proses verifikasi melalui portal mitra BGN.

Penyidik menduga yayasan yang memperoleh penunjukan tersebut memiliki keterkaitan dengan para tersangka. Bahkan, yayasan-yayasan tersebut disebut memperoleh insentif bernilai miliaran rupiah setiap hari dari pelaksanaan program MBG.

"Yayasan-yayasan tersebut terafiliasi yang di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP," ujar Syarief.

Selain itu, ketiga tersangka juga diduga melakukan intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam berbagai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.

Akibatnya, penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) disebut tidak berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dan disertai praktik markup harga.

Pengadaan MBG yang Bermasalah

Kejagung menemukan sejumlah pengadaan yang dinilai bermasalah, antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan, pengadaan lebih dari 31.000 unit tablet, serta pengadaan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.

Seluruh pengadaan tersebut diduga mengandung unsur markup dan tidak mendukung kebutuhan operasional program MBG secara optimal.

Penyidik menilai perbuatan para tersangka telah mengakibatkan kerugian keuangan negara. Namun hingga kini Kejagung belum merinci nilai pasti kerugian negara yang timbul dalam perkara tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 603 dan Pasal 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Untuk kepentingan penyidikan, ketiga tersangka ditahan selama 20 hari ke depan. Mereka ditempatkan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Reaksi Ivar Jenner soal Potensi Taisei Marukawa Dinaturalisasi untuk Perkuat Timnas Indonesia

Reaksi Ivar Jenner soal Potensi Taisei Marukawa Dinaturalisasi untuk Perkuat Timnas Indonesia

Gelandang Dewa United, Ivar Jenner, mengungkapkan keinginan rekan setimnya asal Jepang, Taisei Marukawa, untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Reaksi Ivar Jenner soal Potensi Taisei Marukawa Dinaturalisasi untuk Perkuat Timnas Indonesia

Reaksi Ivar Jenner soal Potensi Taisei Marukawa Dinaturalisasi untuk Perkuat Timnas Indonesia

Gelandang Dewa United, Ivar Jenner, mengungkapkan keinginan rekan setimnya asal Jepang, Taisei Marukawa, untuk memperkuat Timnas Indonesia.
4 Pemain Timnas Indonesia Terancam Dicoret John Herdman untuk FIFA Matchday November 2026

4 Pemain Timnas Indonesia Terancam Dicoret John Herdman untuk FIFA Matchday November 2026

Sebanyak empat pemain Timnas Indonesia berpotensi kehilangan tempat dalam skuad pilihan John Herdman menjelang FIFA Matchday November 2026.
Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Rivan Nurmulki, Boy Arnez hingga Farhan Halim Main

Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Rivan Nurmulki, Boy Arnez hingga Farhan Halim Main

Link live streaming Liga Voli Vietnam 2026 putaran kedua, di mana tiga bintang Timnas Voli Indonesia yakni Rivan Nurmulki, Boy Arnez dan Farhan Halim akan kembali unjuk gigi bersama klubnya masing-masing pada Senin (2/11/2026).
Satgas PRR Kawal Pemulihan Aceh Utara, dari Normalisasi Sungai hingga Huntap

Satgas PRR Kawal Pemulihan Aceh Utara, dari Normalisasi Sungai hingga Huntap

Tim Monev Khusus Satgas PRR meninjau tiga lokasi di Aceh Utara untuk mendorong percepatan normalisasi sungai, hingga pemenuhan fasilitas hunian tetap.
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Tembus Rp2,531 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Tembus Rp2,531 Juta per Gram

Harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 pada perdagangan Senin ini menjadi Rp2.531.000 per gram. Kenaikanjuga terjadi pada harga jual kembali.

Trending

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Bursa Transfer Liverpool: Percepat Pencarian Pengganti Van Dijk, The Reds Incar Nico Schlotterbeck dan Murillo

Bursa Transfer Liverpool: Percepat Pencarian Pengganti Van Dijk, The Reds Incar Nico Schlotterbeck dan Murillo

Klub Liga Inggris, Liverpool mulai menyusun rencana besar untuk menghadapi kemungkinan kehilangan Virgil van Dijk. Dua bek top Eropa kini masuk radar The Reds.
Eks Pelatih Vietnam Park Hang-seo Jadi Korban Rasisme di Liga Thailand, Diejek 'Kimchi Man'

Eks Pelatih Vietnam Park Hang-seo Jadi Korban Rasisme di Liga Thailand, Diejek 'Kimchi Man'

Pelatih Kanchanaburi FC, Park Hang-seo, menjadi korban rasisme usai diejek sebutan "Kimchi Man" oleh suporter Pattaya United dalam laga lanjutan Liga 2 Thailand
Mengenal Yuriska Patricia, Aktris yang Resmi Dipersunting Asnawi Mangkualam

Mengenal Yuriska Patricia, Aktris yang Resmi Dipersunting Asnawi Mangkualam

Berikut profil hingga rekam jejak perjalanan karier Yuriska Patricia, aktris yang resmi menikah dengan sosok mantan kapten Timnas Indonesiia, Asnawi Mangkualam.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
Polisi Dilarang Nge-Vape, Polri Telah Terbitkan Surat Edaran Larangan, Ternyata Ini Alasannya

Polisi Dilarang Nge-Vape, Polri Telah Terbitkan Surat Edaran Larangan, Ternyata Ini Alasannya

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang larangan penggunaan rokok elektrik atau vape bagi seluruh personel Polri. 
Selengkapnya

Viral