3 Cara Gubernur Sherly Tjoanda Bikin Pertumbuhan Ekonomi Malut Tembus 19,6 Persen
- Instagram @s_tjo
Pertama, Pelibatan Vendor Lokal: Investor wajib melibatkan pelaku bisnis lokal dalam rantai pasok operasional bisnis inti mereka.
Cakupan ini meliputi kerja sama di bidang perawatan mesin (maintenance), penyediaan peralatan keselamatan kerja, jasa katering, sistem logistik, hingga jasa pencucian pakaian (laundry). Langkah ini dinilai efektif agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat bisa naik kelas.
Kedua, Pemerataan Infrastruktur Sosial: Pertumbuhan sektor industri manufaktur harus mampu menopang perbaikan fasilitas publik yang esensial, mulai dari akses layanan kesehatan, mutu pendidikan, jaringan jalan, jembatan, pelabuhan, ketersediaan air bersih, hingga pemerataan akses digital.
Ketiga, Orientasi Pendapatan Rumah Tangga: Indikator keberhasilan hilirisasi tidak boleh hanya diukur dari tingginya capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau target pertumbuhan PDB, melainkan harus linier dengan peningkatan pendapatan riil yang masuk ke dompet masyarakat, petani, dan nelayan secara langsung.
"Hilirisasi hanya akan benar-benar berhasil jika kita menciptakan tidak hanya PDB yang lebih tinggi, tetapi juga pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi, kemiskinan yang lebih rendah, pengangguran yang lebih rendah, pendapatan petani dan nelayan yang lebih tinggi, serta komunitas lokal yang lebih kuat," pungkas Sherly Tjoanda.
Load more