News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Petani Sawit Disebut Merugi Ratusan Miliar, Pemerintah Diminta Segera Percepat Program Kemitraan

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menilai harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani hingga kini belum sepenuhnya pulih pasca pengumuman kebijakan ekspor satu pintu yang memicu gejolak pasar beberapa waktu lalu.
Senin, 8 Juni 2026 - 02:54 WIB
Ilustrasi sawit
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menilai harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani hingga kini belum sepenuhnya pulih pasca pengumuman kebijakan ekspor satu pintu yang memicu gejolak pasar beberapa waktu lalu.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin mengatakan kebijakan tersebut dinilai belum mampu menutup kerugian yang sebelumnya dialami petani akibat anjloknya harga sawit meski adanya peningkatan harag disejumlah daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, harga TBS saat ini memang telah naik sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram di sejumlah wilayah. 

Ketua Umum SPKS, Sabarudin
Ketua Umum SPKS, Sabarudin
Sumber :
  • Istimewa

Namun, angka tersebut masih belum mampu mengembalikan posisi harga sebelum terjadi penurunan yang mencapai Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram.

"Harga TBS mulai mengalami perbaikan, tetapi belum pulih sepenuhnya. Petani masih menanggung kerugian akibat penurunan harga yang terjadi setelah pasar merespons kebijakan ekspor satu pintu," kata Sabarudin dalam keterangan yang dilansir Senin (8/6/2026).

SPKS memperkirakan kerugian yang dialami petani sawit akibat penurunan harga tersebut mencapai sekitar Rp200 miliar per hari. 

Kerugian itu terus bertambah selama harga TBS masih berada di bawah tingkat yang semestinya diterima petani.

"Penurunan harga TBS yang sangat drastis tidak boleh dianggap sepele oleh pemerintah karena langsung memukul pendapatan petani dan mengancam keberlanjutan kebun sawit rakyat," ujar Sabarudin.

SPKS menilai gejolak harga yang terjadi juga menunjukkan masih lemahnya tata kelola kemitraan sawit di Indonesia. 

Saat ini sekitar 80 persen petani swadaya masih menjual TBS melalui perantara dan belum memiliki akses langsung ke pabrik kelapa sawit.

Karena itu, SPKS mendorong pemerintah untuk mempercepat program kemitraan antara petani dan pabrik agar petani memperoleh harga yang lebih adil serta memiliki perlindungan ketika terjadi gejolak pasar.(raa)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter

Berdasarkan laman resmi, Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus.
Implementasi B50 Dinilai Perlu Didukung Tata Kelola Biodiesel yang Kuat

Implementasi B50 Dinilai Perlu Didukung Tata Kelola Biodiesel yang Kuat

Implementasi biodiesel B50 dinilai perlu dukungan dari penguatan regulasi agar mampu memberikan kepastian dalam jangka panjang, serta seimbangnya kepentingan energi, ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Apakah Boleh Menabur Bunga di Atas Makam saat Ziarah Kubur?

Apakah Boleh Menabur Bunga di Atas Makam saat Ziarah Kubur?

Kebiasaan mencabut rumput atau membersihkan makam, sering dilakukan kita saat melakukan ziarah kubur, bagaimana hukumnya dalam Islam?
Kemenkes: Anak Usia Sekolah Sumbang 41 Persen Kematian Akibat DBD, Pencegahan Harus Dimulai dari Rumah

Kemenkes: Anak Usia Sekolah Sumbang 41 Persen Kematian Akibat DBD, Pencegahan Harus Dimulai dari Rumah

Pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dinilai tidak bisa hanya mengandalkan peran sekolah atau pemerintah. Rumah menjadi benteng pertama, keluarga garda terdepan.
Petakan 4 Isu Strategis Perbatasan, BNPP RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Rencana Aksi 2026

Petakan 4 Isu Strategis Perbatasan, BNPP RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Rencana Aksi 2026

Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, menjelaskan implementasi Rencana Aksi PBWN-KP Tahun 2026 telah memiliki landasan hukum lewet Peraturan Kepala BNPP Nomor 2 Tahun 2026.
Ternyata Ini Hukum Memakai Peci saat Shalat Dijelaskan Buya Yahya

Ternyata Ini Hukum Memakai Peci saat Shalat Dijelaskan Buya Yahya

Wajib atau tidaknya hukum pakai peci saat shalat bagi kaum pria, perlu dipahami. Sehingga tidak disalahartikan atau menimbulkan perdepatan tak berujung.

Trending

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter

Berdasarkan laman resmi, Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus.
Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Ustaz Dasad Latif menyampaikan apresiasi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk membiayai
Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Polemik dugaan tidak transparannya pengelolaan dana hasil penjualan tanah eks juru kunci kembali mencuat di Dusun Tanjangrono, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 
Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Dalam video penggerebekan tersebut petugas mendapati seorang wanita belia berusia 19 tahun di dalam kamar diduga milik Kalapas Waingapu yang mengaku Adik Angkat
Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Keberhasilan Timnas Indonesia membantai Kamboja dengan skor telak 5-1 pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari terus menyita perhatian ... -
Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 1 Agustus 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Pada 1 Agustus 2026, pergerakan astrologi diperkirakan membawa angin segar bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa yang bercuan deras di awal bulan?
Selengkapnya

Viral