PAM Jaya Pastikan Tarif Air Tetap, Warga Diimbau Waspadai Kebocoran Instalasi Rumah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Merebaknya isu mengenai dugaan kenaikan tarif air minum yang dilakukan secara diam-diam oleh PAM Jaya menimbulkan keresahan di kalangan pelanggan. Menanggapi berbagai pertanyaan dan keluhan yang berkembang di masyarakat, PAM Jaya memastikan bahwa tidak pernah ada kenaikan tarif maupun penyesuaian harga yang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada pelanggan.
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya kenaikan tarif secara tersembunyi tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat ketika menerima tagihan yang lebih tinggi dari biasanya. Namun perlu kami tegaskan bahwa PAM Jaya tidak pernah melakukan kenaikan tarif secara diam-diam. Tarif yang berlaku saat ini masih sama dengan tarif yang telah ditetapkan sebelumnya dan tidak mengalami perubahan,” ujar Syahrul Hasan dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (8/6).
Menurut Syahrul, tarif air minum yang berlaku saat ini mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 730 Tahun 2024 yang mulai diterapkan pada awal tahun 2025.
Kebijakan tersebut telah melalui proses kajian yang komprehensif dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan layanan, pemeliharaan infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan air minum bagi warga Jakarta.
“Sejak ketentuan tersebut diberlakukan, tidak ada perubahan tarif yang diterapkan kepada pelanggan. Tidak ada biaya tambahan baru dan tidak ada kebijakan tersembunyi sebagaimana yang beredar di masyarakat. Apa yang dibayarkan pelanggan hari ini tetap mengacu pada ketentuan yang sama sejak awal penerapannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, PAM Jaya menjelaskan bahwa peningkatan nilai tagihan yang dialami sebagian pelanggan umumnya bukan disebabkan oleh perubahan tarif, melainkan akibat meningkatnya volume pemakaian air.
Berdasarkan hasil evaluasi dan pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim teknis PAM Jaya, sekitar 70 persen kasus lonjakan tagihan yang dinilai tidak wajar berkaitan dengan pemakaian anomali, yaitu kondisi ketika air terus mengalir tanpa disadari oleh pelanggan akibat kerusakan kecil pada instalasi rumah tangga.
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain keran yang tidak menutup sempurna, pelampung toren yang rusak sehingga air terus meluap, hingga kebocoran pipa yang tersembunyi di dalam dinding atau tertanam di bawah tanah.
“Sering kali sumber masalahnya berasal dari kerusakan kecil yang tidak terlihat. Meski tampak sepele, kebocoran yang terjadi selama 24 jam akan terus tercatat pada meter air dan menyebabkan konsumsi meningkat secara signifikan. Karena itu kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pemeriksaan instalasi air secara berkala,” jelas Syahrul.
PAM Jaya menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyalahkan pelanggan, melainkan ingin memberikan pemahaman agar masyarakat dapat mengetahui penyebab utama lonjakan tagihan dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan, PAM Jaya juga membuka ruang konsultasi bagi pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait pola pemakaian air maupun kondisi instalasi di rumah masing-masing.
“Kami ingin membangun kepercayaan melalui keterbukaan informasi. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Jika terdapat pertanyaan atau keluhan, silakan menghubungi kanal resmi PAM Jaya. Kami siap memberikan penjelasan secara transparan dan membantu pelanggan menemukan solusi terbaik,” tutup Syahrul.
Load more