News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenaikan BBM NonSubsidi di Tengah Ketidakpastian Global, PP Hima Persis Dukung Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi

Sejumlah pihak menyoroti kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Jumat, 12 Juni 2026 - 10:05 WIB
Ilustrasi Pertamax
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tengah menjadi sorotan publik. 

Sejumlah pihak menyoroti kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan harga BBM ini pasti akan berdampak terhadap masyarakat yang sehri-hsri menggunakan Pertamax.

Kenaikan BBM nonsubsidi pada 10 Juni 2026 tidak muncul dari ruang hampa. Ia adalah riak dari gelombang besar yang berasal jauh dari dalam negeri: gejolak harga minyak mentah dunia yang dipicu memanasnya situasi geopolitik global.

Sepanjang awal tahun, harga minyak dunia bergerak liar. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah, termasuk gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, membuat pasar dihantui kekhawatiran terganggunya pasokan energi. 

Harga minyak internasional berfluktuasi tajam dari hari ke hari, naik-turun mengikuti perkembangan konflik. Bagi Indonesia, dinamika itu tidak berhenti di layar perdagangan global. 

Sebagian kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi dari impor, sehingga setiap kenaikan harga minyak dunia dan setiap pelemahan nilai tukar rupiah langsung menambah beban biaya pengadaan. 

Inilah yang akhirnya tercermin pada penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green, yang memang dirancang mengikuti harga keekonomian.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis), Sholahudin Hasan, mengatakan memahami akar persoalan adalah pijakan pertama sebelum menilai sebuah kebijakan.

Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis), Sholahudin Hasan
Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis), Sholahudin Hasan
Sumber :
  • Istimewa

“Kita perlu jujur membaca peta persoalannya. Kenaikan BBM nonsubsidi hari ini bukan lahir dari keputusan yang dibuat semena-mena, melainkan buah dari ketidakpastian global yang berada di luar kendali kita bersama. Konflik geopolitik, gangguan pasokan, dan volatilitas harga minyak dunia adalah faktor yang nyata dan dirasakan banyak negara,” kata Sholahudin, kepada wartawan, Jumat (11/6/2026).

Ia menilai, langkah menahan harga BBM bersubsidi merupakan keputusan yang tepat dan patut dijaga. Sebab, kelompok masyarakat rentan dan pelaku usaha kecil adalah pihak yang paling terdampak bila harga energi dasar ikut terkerek.

“Di sinilah ujian keberpihakan sebuah kebijakan. Ketika badai datang dari luar, negara harus menjadi pelindung bagi mereka yang paling rentan. Mempertahankan harga Pertalite dan Biosolar adalah bentuk perlindungan itu, dan kami mendukung penuh pemerintah untuk tetap teguh pada pendirian ini,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah memastikan komitmen melindungi masyarakat rentan tidak goyah meski tekanan global berlanjut, sekaligus tidak membuka celah bagi kenaikan harga BBM bersubsidi di kemudian hari.

“Kami mendukung pemerintah untuk terus berada di jalur yang berpihak pada rakyat kecil. Konsistensi inilah yang paling dinanti masyarakat. Keniscayaan bahwa di tengah ketidakpastian global, ada satu hal yang tidak ikut bergejolak, yaitu keberpihakan negara kepada mereka yang lemah,” tegas Sholahudin.

Selain soal harga, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan stok BBM bersubsidi secara merata di seluruh daerah. 

Menurutnya, perlindungan harga akan kehilangan makna bila di lapangan masyarakat justru kesulitan memperoleh pasokan.

“Kepastian harga harus berjalan seiring dengan kepastian pasokan. Jangan sampai harga terjaga, tetapi stok langka di daerah-daerah, terutama di wilayah terpencil. Kami mendorong pemerintah dan Pertamina memastikan distribusi berjalan lancar dan merata hingga ke pelosok,” imbuhnya.

Sholahudin menutup dengan menegaskan bahwa sikap memahami konteks global dan sikap berpihak pada rakyat dapat berjalan beriringan. 

PP Hima Persis, kata dia, akan terus mengawal agar di tengah segala ketidakpastian, perlindungan terhadap masyarakat rentan tetap menjadi prioritas yang dijaga bersama.

“Memahami persoalan tidak berarti menutup mata pada tanggung jawab. Justru karena kita paham betapa beratnya tekanan global, kita semakin yakin bahwa melindungi rakyat kecil adalah pilihan yang harus terus diperjuangkan,” pungkasnya. (muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral