News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pertamax Naik, Ekonom Bongkar Beban Dana Talangan Pertamina: Tak Bisa Terus Menahan Harga

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai sebagai langkah yang tidak bisa lagi dihindari. Sejumlah ekonom menilai Pertamina sudah terlalu lama menahan harga BBM nonsubsidi.
Jumat, 12 Juni 2026 - 20:11 WIB
Ilustrasi Pertamax Green 95
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai sebagai langkah yang tidak bisa lagi dihindari. Sejumlah ekonom menilai Pertamina sudah terlalu lama menahan harga BBM nonsubsidi di bawah harga keekonomian melalui skema dana talangan perusahaan, sementara tekanan dari pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia terus meningkat.

Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono mengatakan, keputusan menaikkan harga Pertamax merupakan konsekuensi logis setelah ruang Pertamina untuk menanggung selisih harga semakin terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Akhirnya setelah beberapa waktu ditahan, BBM nonsubsidi tidak bisa lagi ditahan sehingga dilepas mengikuti mekanisme pasar. Karena itu kenaikan yang sekarang terjadi cukup tinggi. Mau tidak mau Pertamax harus naik,” kata Hendry, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Menurut Hendry, selama ini Pertamina menggunakan dana talangan perusahaan untuk menjaga harga Pertamax tetap berada di bawah harga keekonomian. Namun, skema tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat diterapkan tanpa batas waktu.

“Dana talangan Pertamina ini juga terbatas. Karena Pertamax ini kan BBM nonsubsidi. Tidak ada subsidi APBN di dalamnya. Jadi memang murni mengikuti harga pasar,” jelasnya.

Ia menegaskan, mempertahankan harga Pertamax jauh di bawah harga pasar berisiko menggerus kinerja keuangan Pertamina. Dampaknya tidak hanya mengurangi kontribusi perusahaan kepada negara, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kesehatan korporasi energi terbesar di Indonesia tersebut.

“Investor melihat rasio keuntungan dan kinerja keuangan. Kalau terus merugi, siapa yang mau berinvestasi?” katanya.

Senada, pakar ekonomi energi Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyaki menilai, pelemahan nilai tukar rupiah dan lonjakan harga minyak dunia telah meningkatkan biaya penyediaan BBM nasional secara signifikan.

Menurutnya, harga Pertamax mengacu pada formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 19 Tahun 2019 yang menggunakan acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Karena kalau menggunakan rumus dalam Kepmen ESDM Nomor 19 Tahun 2019, acuan harganya menggunakan MOPS (harga rata-rata transaksi produk BBM di pasar Singapura). Di situ sangat tergantung terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar,” ujarnya.

Yayan mengungkapkan masyarakat selama beberapa bulan terakhir masih menikmati harga Pertamax yang relatif lebih rendah karena Pertamina menanggung selisih harga melalui dana talangan. Namun, mekanisme tersebut hanya menunda beban biaya yang pada akhirnya tetap harus diselesaikan.

Berdasarkan perhitungannya, harga keekonomian Pertamax saat ini berada pada kisaran Rp14.150 hingga Rp16.650 per liter. Karena itu, harga baru yang ditetapkan pemerintah masih berada dalam rentang perhitungan yang sesuai dengan formula resmi.

“Pemerintah menetapkan di sekitar Rp16.250. Jadi memang kalau menggunakan rumus Kepmen ESDM tadi, harganya memang kurang lebih di situ,” katanya.

Ia menjelaskan, dana talangan yang digunakan Pertamina tidak menghapus beban keuangan, melainkan hanya menggeser waktu pembayaran. Pada akhirnya, selisih harga tersebut akan masuk dalam skema kompensasi yang harus diperhitungkan pemerintah.

“Kalau sekarang Pertamina punya klaim bahwa nanti akan mendapat kompensasi, ya kompensasi itu pasti ditagihkan ke pemerintah,” kata Yayan.

Karena itu, mempertahankan harga Pertamax terlalu lama di bawah harga keekonomian justru berpotensi memperkecil penerimaan negara sekaligus melemahkan posisi keuangan Pertamina.

“Kalau investor melihat kondisi keuangan Pertamina memburuk, tentu minat investasi di sektor migas Indonesia juga akan ikut turun,” tegasnya. (agr/cmi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momen Libur Sekolah, Jasa Marga Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan One Cell Center

Momen Libur Sekolah, Jasa Marga Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan One Cell Center

Memasuki musim libur sekolah pada Juni dan Juli 2026 arus lalu lintas diprediksi akan mengalami peningkatan.
Inisiasi Program PONDASI, TAP Untuk Negeri Hadirkan Rumah Sehat Layak Huni bagi Warga Muaro Jambi

Inisiasi Program PONDASI, TAP Untuk Negeri Hadirkan Rumah Sehat Layak Huni bagi Warga Muaro Jambi

Program Renovasi dan Sanitasi (PONDASI) yang diinisiasi TAP Untuk Negeri, berupaya meningkatkan kualitas hidup keluarga dari aspek kebersihan dan kesehatan melalui rumah layak huni.
Tiga Keping Emas dari Justin Hubner untuk Jennifer Coppen Jadi Perbincangan Usai Akad Nikah

Tiga Keping Emas dari Justin Hubner untuk Jennifer Coppen Jadi Perbincangan Usai Akad Nikah

Kabar yang selama ini dinantikan para penggemar akhirnya menjadi kenyataan. Artis Jennifer Coppen resmi dipersunting pesepak bola naturalisasi Timnas Indonesia, Justin Hubner.
Pengamat Ekonomi Sebut Sentimen Positif dari Istana Dorong Penguatan IHSG dan Rupiah di Akhir Pekan

Pengamat Ekonomi Sebut Sentimen Positif dari Istana Dorong Penguatan IHSG dan Rupiah di Akhir Pekan

Penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (12/6), menjadi momen positif bagi pasar keuangan dalam negeri. 
Gelar Tur Asia 2026, Hillsong Worship Akhirnya Gelar Konser Perdana di Surabaya

Gelar Tur Asia 2026, Hillsong Worship Akhirnya Gelar Konser Perdana di Surabaya

Konser bertajuk "Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026" itu dijadwalkan berlangsung pada 11 September 2026 di Graha Unesa. Kehadiran mereka menjadi momen yang cukup spesial.
Respons Penyesuaian Harga BBM, KMHDI: Kedepankan Dialog dan Jaga Kondusivitas Nasional

Respons Penyesuaian Harga BBM, KMHDI: Kedepankan Dialog dan Jaga Kondusivitas Nasional

Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) mengimbau publik agar tetap tenang dan bijak dalam menanggapi penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026. 

Trending

Istri Sah Bongkar Kronologi Pegawai BUMN Selingkuh, Ungkap Pelakor Berkedok Alim hingga Ajak Puasa Arafah Buat Hapus Dosa

Istri Sah Bongkar Kronologi Pegawai BUMN Selingkuh, Ungkap Pelakor Berkedok Alim hingga Ajak Puasa Arafah Buat Hapus Dosa

Mantan istri sah oknum pegawai BUMN, Jane menceritakan kronologi mantan suaminya diduga selingkuh hingga simpan video asusila dengan wanita berinisial SS viral.
Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka

Kasus korupsi tata kelola program MBG di Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru. Pasalnya, Kejagung baru saja menetapkan satu tersangka baru, yakni AM
Kabar Gembira untuk Sopir Angkot di Jabar, KDM Perintahkan Wali Kota hingga Camat Naik Angkot dan Tinggalkan Mobil Dinas

Kabar Gembira untuk Sopir Angkot di Jabar, KDM Perintahkan Wali Kota hingga Camat Naik Angkot dan Tinggalkan Mobil Dinas

Dalam upaya mendorong percepatan penataan tata ruang kota yang lebih bersih, tertib, dan estetis, Gubenernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi ..
Mencuat Isu Adanya Jamming dan CCTV Mati saat Aksi Demo di Bundaran HI, Ini Kata Polda Metro

Mencuat Isu Adanya Jamming dan CCTV Mati saat Aksi Demo di Bundaran HI, Ini Kata Polda Metro

Beredar isu adanya jamming atau pengacakan sinyal dan matinya CCTV alias kamera pengawas yang menyorot sekitar kawasan Bundaran HI maupun ruas jalan MH Thamrin,
Bermoduskan Menghapus Dosa, Seorang Pria Cabuli 8 Santriwati di Semarang

Bermoduskan Menghapus Dosa, Seorang Pria Cabuli 8 Santriwati di Semarang

Modus menghapus dosa, seorang  pria inisial AJS (56) warga Salatiga Jateng yang mengaku habib dan pengajar di ponpes diduga cabuli 8 santriwati di sebuah ponpes
Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap temuan baru dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret sejumlah mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Tantang Para Raksasa Asia, Taekwondo Indonesia Dipastikan Kirim Tiga Atlet untuk Bertarung di Asian Games Nagoya 2026

Tantang Para Raksasa Asia, Taekwondo Indonesia Dipastikan Kirim Tiga Atlet untuk Bertarung di Asian Games Nagoya 2026

Taekwondo Indonesia mendapat kabar gembira dari Asian Taekwondo Union (ATU) menjelang dimulainya gelaran Asian Game Nagoya 2026 pada bulan September mendatang.
Selengkapnya

Viral