Ketum Kadin Sampaikan Aspirasi Dunia Usaha dalam RDPU RUU Kadin Bersama Baleg DPR RI
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakri bersama jajaran pengurus serta perwakilan asosiasi, dan himpunan menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Kadin bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/06/2026).
Anindya atau Anin sapaan akrabnya mengatakan Undang-Undang Kadin No 1 Tahun 1987 yang berlaku saat ini telah menjadi landasan bagi organisasi.
Namun, berbagai perubahan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir membuat dunia usaha menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks.
“Dengan keadaan ekonomi yang penuh dengan tantangan dan peluang juga, gara-gara tentunya geopolitik, perang, perubahan daripada digitalisasi dan juga tentunya sudah lewat dari zaman reformasi ke tahun 1987 kan sebelumnya,” kata Anin.
Dikatakan Anin, kehadiran Kadin dalam RDPU tersebut bertujuan untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan dunia usaha agar terus tumbuh, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Karena kita lihat esensinya ialah bagaimana dunia usaha bisa terus menggeliat dan juga bergotong royong dan juga naik kelas,” ujar Anin.
Anin menjelaskan, Kadin memiliki peran sebagai rumah besar dunia usaha yang menaungi berbagai asosiasi, himpunan, serta Kadin Provinsi.
Karena itu, Kadin berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sehingga intinya bagaimana kita bersama-sama bisa membantu pemerintah sebagai mitra strategis. Tapi yang paling penting bagaimana supaya perekonomian Indonesia itu bisa maju,”
tutur Anin.
Lebih lanjut, Anin menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu fokus utama pembangunan ekonomi. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sekitar 4 hingga 5 juta lapangan kerja baru setiap tahun untuk mengakomodasi angkatan kerja yang terus bertambah.
“Kawula muda kita yang baru lulus, kita harus terus meningkatkan perdagangan dan juga tentunya industrialisasi. Dan itu dibutuhkan suatu investasi. Tapi ujungnya bagaimana lapangan kerja dan juga pengusaha bisa terus berkembang,” kata Anin.
Anin juga menegaskan bahwa seluruh pembahasan yang dilakukan berorientasi pada kepentingan Indonesia dan upaya mewujudkan visi Indonesia Emas.
Menurutnya arah pembangunan ekonomi nasional saat ini sudah berada di jalur yang tepat, meskipun masih memerlukan percepatan dan modernisasi.
“Ya intinya ini buat Indonesia. Bagaimana supaya yang kita canangkan dunia usaha bisa maju, tumbuh terus. Sampai kepada Indonesia Emas (2045). Di tengah banyaknya tentunya tantangan-tantangan. Dan juga banyak sekali orang-orang yang istilahnya mengatakan Indonesia itu arahnya kemana. Tapi kami melihat arahnya sudah benar. Tinggal mesti diakselerasi dan dimodernisasi,” pungkas Anin.(raa)
Load more