Bukan Hanya Indonesia, Fenomena El Nino juga Berpotensi terjadi di Banyak Negara
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com- Fenomena El Nino terngah menjadi sorotan publik di berbagai wilayah. Salah satunya negara Australia yang mulai mewaspadai.
- BMKG
Mewaspadai fenomena El Nino menjadi perhatian banyak negara, bukan hanya Indonesia. Menurut Biro Meteorologi Australia (BoM) fenomena cuaca panas El Nino sedang berlangsung di Samudra Pasifik tropis dan bisa mencapai level sangat kuat.
BoM mengatakan dalam sebuah rilis pada Selasa (16/6) malam waktu setempat bahwa El Nino Osilasi Selatan (El Nino Southern Oscillation/ENSO) di Samudra Pasifik tropis kini telah memasuki fase El Nino.
Mengapa El Nino terjadi?
Dalam keterangan disebutkan Fenomena El Nino dipicu oleh meningkatnya suhu permukaan laut di sekitar garis khatulistiwa, sehingga berpotensi memengaruhi pola cuaca global secara signifikan.
"Sebagian besar model menunjukkan bahwa fenomena ini kemungkinan akan bersifat kuat hingga sangat kuat," keterangan BoM dalam sebuah pernyataan, dalam antara.
Dengan begitu, diprakiraan kondisi El Nino saat ini kemungkinan bakal bertahan hingga paruh kedua 2026, namun dampaknya akan sulit diprediksi akibat pemanasan global.
"Kekuatan fenomena El Nino ini tidak selalu sejalan dengan besarnya dampaknya di Australia. Fenomena yang lebih lemah bisa saja menimbulkan dampak besar, sementara yang lebih kuat belum tentu demikian," katanya.
"dalam iklim yang semakin menghangat, pola-pola masa lalu menjadi kurang dapat diandalkan sebagai prediktor dampak di masa depan," kata BoM.
- Antara
Jika dipahami secara umum, El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai oleh menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.
Fase hangat dari siklus El Niño-Southern Oscillation (ENSO) ini secara global mengacaukan pola angin, tekanan udara, dan curah hujan.
Pengumuman resmi dari badan iklim dunia seperti NOAA dan WMO menyatakan bahwa El Niño ekstrem telah tiba.
Hal ini juga diperkuat dalam keterangan BMKG Indonesia. Fenomena El Nino aktif sejak Juni 2026 dan diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan bertahan hingga awal tahun 2027.
Apabila dipahami secara garis besar, El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.
Dampak El Nino?
Perlu diketahui, fenomena El Nino memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global. Beberapa negara di kawasan Amerika Latin seperti Peru, saat terjadi El Nino bisa berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah tersebut.
Sedangkan di Indonesia secara umum dampak dari El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.
"Peluang intensitas El Nino kali ini mencapai kategori moderat sebesar 98% dan berpotensi menguat ke kategori kuat sebesar 62%," bunyi keterangan BMKG. (klw)
Load more