Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit
- dok.Viva.co.id/ Siska Permata
Jakarta, tvOnenews.com- Jelang menghadapi fenomena El Nino, BMKG Makassar beri peringatan dini untuk para petani. Kondisi yang dialami banyak negara, khususnya Asia Tenggara.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengimbau petani agar memetakan kawasan pertanian yang rawan krisis air untuk menghadapi El Nino atau kekeringan ekstrem pada Agustus-September 2026.
Dalam keterangannya, kata Muflihah situasi ini mampu mempengaruhi ketersediaan pasokan air, dan tentu berpengaruh terhadap kebutuhan air untuk sektor pertanian.
- Antara
"Kami dari BMKG menyarankan para petani mulai memetakan wilayah yang rawan krisis air serta mempertimbangkan penggunaan bibit tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering (kering ekstrem)," jelas Ketua Tim Bidang Klimatologi BMKG Wilayah IV Makassar, Muflihah dalam antara, Kamis (18/6).
Sebagaimana diketahui, fenomena El Nino diprediksi iklim 2026 dengan menyebut fenomena El Nino diperkirakan segera aktif dan berpotensi bertahan sampai awal 2027.
Mewaspadai fenomena El Nino menjadi sikap banyak negara, bukan hanya Indonesia. Menurut Biro Meteorologi Australia (BoM) fenomena cuaca panas El Nino sedang berlangsung di Samudra Pasifik tropis dan bisa mencapai level sangat kuat.
BoM mengatakan dalam sebuah rilis pada Selasa (16/6) malam waktu setempat bahwa El Nino Osilasi Selatan (El Nino Southern Oscillation/ENSO) di Samudra Pasifik tropis kini telah memasuki fase El Nino.
- dok.Viva.co.id/ Siska Permata
Dia juga menambahkan bahwa dalam lima tahun terakhir, fenomena El Nino dan La Nina menunjukkan tren yang lebih intens akibat adanya pengaruh perubahan iklim.
Kondisi yang mana jeda antara kedua fenomena tersebut kini menjadi lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu juga BMKG menaruh perhatian terhadap dampak kesehatan masyarakat atas prediksi El Nino yang akan terjadi tahun ini.
Pasalnya, pada fenomena ini buat tidak adanya lapisan awan selama musim kemarau ekstrem ini diprediksi bisa membuat paparan sinar matahari terasa jauh lebih menyengat.
"Masyarakat disarankan untuk menggunakan masker dan pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan," pesannya.
"Perubahan iklim ini mulai terasa sejak 2019, yang mana terjadi luapan air di Makassar karena curah hujan yang begitu tinggi, termasuk kondisi La Nina maupun El Nino yang bergantian dengan cepat tanpa jeda," jelas Muflihah.
Sehubungan dengan mengantisipasi fenomena kekeringan panjang yang dinilai berdampak pada sektor pertanian.
Disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sebagai lumbung pangan nasional mempercepat masa tanam para petani sebagai salah satu strategi menghadapi El Nino.
"Jadi masa tanamnya kita majukan sekitar satu bulan, yang biasanya masa tanam (MT) ke dua ini baru dimulai di Juni, sekarang sudah semua. MT ini kita lakukan lebih dulu di akhir April hingga Mei kemarin," ucap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DTPHP Sidrap Anju Saleh.(klw)
Load more