Kenapa Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Gegerkan Publik? Ini Deretan Faktanya
- tvOneNews
Purwakarta, tvOnenews.com - Kasus kematian pejabat keuangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh (40) menggegerkan publik sejak beberapa hari lalu. Perhatian itu tak lepas lantaran korban ditemukan tewas bersimbah darah.
Korban yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam.
Penemuan jenazah pejabat keuangan itu membuat warga sekitar heboh hingga menjadi pusat perhatian nasional. Polisi pun menemukan sejumlah fakta dan kejanggalan baru terhadap kasus ini.
Deretan Fakta Kasus Kematian Pejabat Keuangan Pemkab Purwakarta
- tvOneNews
1. Jenazah Ditemukan Istri Korban
Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara sebelumnya menyampaikan kronologi awalnya. Pada saat itu, istri korban, WU pulang ke rumah usai menjemput anaknya yang baru selesai wisuda.
Kemudian, istri korban terkejut rumah terkunci dari dalam. WU coba berupaya mendobrak pintu depan dan berujung masuk lewat jendela belakang.
Di momen inilah, istri pejabat keuangan tersebut kaget sang suami ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah. Hal ini mendorong warga setempat melaporkan penemuan tersebut kepada Polres Purwakarta.
"Kami menerima laporan dari warga setempat bahwa adanya korban yang bersimbah darah di salah satu rumah," ujar I Made melalui program Apa Kabar Indonesia tvOne dikutip, Kamis (18/6/2026).
2. Polisi Temukan Sejumlah Luka Tusuk
Kemudian, polisi melalui jajaran Satreskrim Polres Purwakarta langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). I Made mengatakan, penyidik melihat keluarga korban sudah berada di lokasi kejadian.
Setelah itu, polisi langsung melakukan visum sebelum jenazah korban dimakamkan. I Made menuturkan, penyidik menemukan tiga luka tusuk di bagian leher dan satu tusukan di ulu hati.
I Made menyampaikan bahwa, tim penyidik menduga sejumlah luka tersebut akibat bekas tusukan dari senjata tajam.
3. Pisau hingga Tangga Diamankan Polisi
Di sisi lain, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Penyidik mengamankan sebilah pisau dapur berwarna kuning, telepon genggam milik korban, dompet, uang tunai.
Menariknya, polisi juga menemukan dua potong kabel, satu ikat pinggang hingga sebuah tangga yang terletak di sudut kamar. Selain itu, penyidik terus menelusuri sejumlah dokumen diduga mengenai riwayat pemeriksaan kejiwaan korban.
I Made mengatakan, untuk sementara ini polisi menilai tidak ada kerugian materil. Kendati demikian, penyidik memusatkan perhatian terhadap temuan plafon rumah yang sudah jebol.
4. Bareskrim Polri dan Polda Jabar Turun Tangan
Temuan plafon rumah yang jebol dengan sebuah tangga tepat berada di bawahnya membuat Polres Purwakarta meminta bantuan kepada Pusident Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat.
Pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, tim dari Bareskrim Polri kembali melakukan olah TKP. Tim terpantau membawa sejumlah koper alat berfungsi untuk alat pendukung proses identifikasi.
Berdasarkan hasil olah TKP ulang, tim dari Bareskrim Polri menemukan sidik jari dan langsung diamankan oleh petugas.
5. Periksa Lima Saksi
AKP I Made Purwantara menyampaikan bahwa, penyidik melakukan pemeriksaan sedikitnya lima saksi. Mereka yang diperiksa, di antaranya istri korban, mertua korban, serta tiga rekan kerja Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta.
6. Kebiasaan Sehari-hari Korban
Di tengah proses penyelidikan, tetangga korban, Sumi mengungkap kebiasaan sehari-hari pejabat keuangan di lingkungan Pemkab Purwakarta tersebut.
Sumi menilai Yogi Saleh dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup. Kesibukannya selalu bekerja sehingga korban jarang bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Sumi menambahkan, tetangga tidak memberikan kecurigaan apa pun. Mereka hanya mengetahui kondisi keluarga korban selalu aman.
"Orangnya dan keluarganya tertutup. Jadi, saya enggak tahu biarpun kita rumahnya berdekatan," terang Sumi.
7. Keluarga Desak Polisi Ungkap Motif Kematian Yogi Saleh
Di sisi lain, keluarga korban, Eka Yusup merasa aneh dengan kematian sepupunya. Menurutnya, Yogi Saleh meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.
"Keluarga mencurigai adanya kejanggalan. Kok jadi begini kematiannya tidak wajar," kata Eka.
Ia memahami pengungkapan kasus kematian pejabat keuangan tersebut tidak bisa diburu-buru. Namun, pihak keluarga mendesak polisi segera menyelesaikan kasus ini.
"Terkait hasil, memang kami keluarga memaklumi itu karena memang tidak cepat dan hasil autopsinya dilakukan pihak kepolisian, tetapi kami sampai hari ini menunggu pihak kepolisian terkait hasil dari uji forensik itu seperti apa," tukasnya.
(hap)
Load more