News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenapa Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Gegerkan Publik? Ini Deretan Faktanya

Kasus kematian pejabat keuangan atau Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh menghebohkan publik karena korban tewas tragis.
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:33 WIB
TKP kasus kematian pejabat keuangan Pemkab Purwakarta, Yogi Saleh
Sumber :
  • tvOneNews

Purwakarta, tvOnenews.com - Kasus kematian pejabat keuangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh (40) menggegerkan publik sejak beberapa hari lalu. Perhatian itu tak lepas lantaran korban ditemukan tewas bersimbah darah.

Korban yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan jenazah pejabat keuangan itu membuat warga sekitar heboh hingga menjadi pusat perhatian nasional. Polisi pun menemukan sejumlah fakta dan kejanggalan baru terhadap kasus ini.

Deretan Fakta Kasus Kematian Pejabat Keuangan Pemkab Purwakarta

Rumah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh dipasang garis polisi
Rumah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh dipasang garis polisi
Sumber :
  • tvOneNews

1. Jenazah Ditemukan Istri Korban

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara sebelumnya menyampaikan kronologi awalnya. Pada saat itu, istri korban, WU pulang ke rumah usai menjemput anaknya yang baru selesai wisuda.

Kemudian, istri korban terkejut rumah terkunci dari dalam. WU coba berupaya mendobrak pintu depan dan berujung masuk lewat jendela belakang.

Di momen inilah, istri pejabat keuangan tersebut kaget sang suami ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah. Hal ini mendorong warga setempat melaporkan penemuan tersebut kepada Polres Purwakarta.

"Kami menerima laporan dari warga setempat bahwa adanya korban yang bersimbah darah di salah satu rumah," ujar I Made melalui program Apa Kabar Indonesia tvOne dikutip, Kamis (18/6/2026).

2. Polisi Temukan Sejumlah Luka Tusuk

Kemudian, polisi melalui jajaran Satreskrim Polres Purwakarta langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). I Made mengatakan, penyidik melihat keluarga korban sudah berada di lokasi kejadian.

Setelah itu, polisi langsung melakukan visum sebelum jenazah korban dimakamkan. I Made menuturkan, penyidik menemukan tiga luka tusuk di bagian leher dan satu tusukan di ulu hati.

I Made menyampaikan bahwa, tim penyidik menduga sejumlah luka tersebut akibat bekas tusukan dari senjata tajam.

3. Pisau hingga Tangga Diamankan Polisi

Di sisi lain, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Penyidik mengamankan sebilah pisau dapur berwarna kuning, telepon genggam milik korban, dompet, uang tunai.

Menariknya, polisi juga menemukan dua potong kabel, satu ikat pinggang hingga sebuah tangga yang terletak di sudut kamar. Selain itu, penyidik terus menelusuri sejumlah dokumen diduga mengenai riwayat pemeriksaan kejiwaan korban.

I Made mengatakan, untuk sementara ini polisi menilai tidak ada kerugian materil. Kendati demikian, penyidik memusatkan perhatian terhadap temuan plafon rumah yang sudah jebol.

4. Bareskrim Polri dan Polda Jabar Turun Tangan

Temuan plafon rumah yang jebol dengan sebuah tangga tepat berada di bawahnya membuat Polres Purwakarta meminta bantuan kepada Pusident Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat.

Pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, tim dari Bareskrim Polri kembali melakukan olah TKP. Tim terpantau membawa sejumlah koper alat berfungsi untuk alat pendukung proses identifikasi.

Berdasarkan hasil olah TKP ulang, tim dari Bareskrim Polri menemukan sidik jari dan langsung diamankan oleh petugas.

5. Periksa Lima Saksi

AKP I Made Purwantara menyampaikan bahwa, penyidik melakukan pemeriksaan sedikitnya lima saksi. Mereka yang diperiksa, di antaranya istri korban, mertua korban, serta tiga rekan kerja Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta.

6. Kebiasaan Sehari-hari Korban

Di tengah proses penyelidikan, tetangga korban, Sumi mengungkap kebiasaan sehari-hari pejabat keuangan di lingkungan Pemkab Purwakarta tersebut.

Sumi menilai Yogi Saleh dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup. Kesibukannya selalu bekerja sehingga korban jarang bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Sumi menambahkan, tetangga tidak memberikan kecurigaan apa pun. Mereka hanya mengetahui kondisi keluarga korban selalu aman.

"Orangnya dan keluarganya tertutup. Jadi, saya enggak tahu biarpun kita rumahnya berdekatan," terang Sumi.

7. Keluarga Desak Polisi Ungkap Motif Kematian Yogi Saleh

Di sisi lain, keluarga korban, Eka Yusup merasa aneh dengan kematian sepupunya. Menurutnya, Yogi Saleh meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.

"Keluarga mencurigai adanya kejanggalan. Kok jadi begini kematiannya tidak wajar," kata Eka.

Ia memahami pengungkapan kasus kematian pejabat keuangan tersebut tidak bisa diburu-buru. Namun, pihak keluarga mendesak polisi segera menyelesaikan kasus ini.

"Terkait hasil, memang kami keluarga memaklumi itu karena memang tidak cepat dan hasil autopsinya dilakukan pihak kepolisian, tetapi kami sampai hari ini menunggu pihak kepolisian terkait hasil dari uji forensik itu seperti apa," tukasnya.

(hap)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BI Ketatkan Lagi Batas Maksimal Pembelian Dolar AS, Per Orang Tanpa Underlying Hanya Bisa Beli US$10.000 Per Bulan

BI Ketatkan Lagi Batas Maksimal Pembelian Dolar AS, Per Orang Tanpa Underlying Hanya Bisa Beli US$10.000 Per Bulan

Guna merespons perubahan lingkungan strategis global dan domestik yang berdampak pada tekanan nilai tukar rupiah, BI kembali memperketat batas maksimal pembelian dolar AS.
Upayakan Industri Ramah Lingkungan, APL Operasikan PLTS Atap Berkapasitas 202,2 kWp di Jatim

Upayakan Industri Ramah Lingkungan, APL Operasikan PLTS Atap Berkapasitas 202,2 kWp di Jatim

Sebagai bagian dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, PT APL baru saha resmi mengoperasikan PLTS atap di fasilitas distribusinya di Jawa Timur.
Kasatgas Tito Ungkap Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kemajuan, Prioritaskan Infrastruktur Permanen

Kasatgas Tito Ungkap Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kemajuan, Prioritaskan Infrastruktur Permanen

Proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus mencatatkan progres signifikan. 
Thomas Tuchel Terang-terangan Mengaku Tidak Senang dengan Konsep Baru yang Diterapkan FIFA di Piala Dunia 2026

Thomas Tuchel Terang-terangan Mengaku Tidak Senang dengan Konsep Baru yang Diterapkan FIFA di Piala Dunia 2026

Dibalik kemenangan besar Timnas Inggris pada pekan pertama Piala Dunia 2026, ternyata ada kritikan pedas dari pelatih mereka yakni Thomas Tuchel untuk FIFA.
Belasan Saksi Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing di Pekalongan, Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq

Belasan Saksi Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing di Pekalongan, Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 14 saksi kasus korupsi terkait pengadaan jasa outsoucing di Kabupaten Pekalongan dengan tersangka Fadia Arafiq.
Link Twibbon HUT Kota Pekanbaru ke-242 Tahun 2026, Download dan Bagikan ke Media Sosial

Link Twibbon HUT Kota Pekanbaru ke-242 Tahun 2026, Download dan Bagikan ke Media Sosial

Berikut link twibbon HUT Kota Pekanbaru ke-242 tahun 2026, download dan bagikan ke media sosial.

Trending

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat resmi menolak gugatan bernilai Rp4,9 miliar yang diajukan Ari Bias selaku pencipta lagu Bilang Saja terhadap perusahaan hiburan HW Group.
Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait kondisi nasional
Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Selain jajaran direksi Bank Himbara, Prabowo juga memanggil Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamenkeu Suahasil Nazara, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan diwarnai aksi kepanikan para tamu hotel yang menginap pada Kamis (18/6/2026).
Selengkapnya

Viral