BNPB: Dua Kabupaten di Jawa Tengah Mulai Dilanda Krisis Air Bersih Dampak Musim Kemarau
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Memasuki periode awal musim kemarau pada pertengahan Juni 2026, krisis air bersih mulai membayangi sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga menjadi dua daerah pertama yang terdampak fenomena kekeringan tahun ini.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kedua wilayah itu telah melakukan langkah mitigasi cepat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan air bersih menjadi prioritas utama saat ini.
"Memasuki awal musim kemarau ini, jajaran BPBD setempat terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara merata," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6).
Di Kabupaten Purbalingga, kekeringan terpantau melanda wilayah perbukitan di Kecamatan Karangreja, khususnya di Desa Kutabawa dan Desa Serang.
Tercatat sedikitnya 102 kepala keluarga (KK) atau sekitar 398 jiwa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.
Sebagai langkah darurat, dua truk tangki dengan total kapasitas 10.000 liter air bersih telah dikirimkan untuk menyuplai kebutuhan warga di Dusun Gunung Malang.
Sementara itu, di Kabupaten Banyumas, populasi terdampak jauh lebih besar. Krisis air bersih menerjang Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur yang dihuni oleh 523 KK, serta Desa Taman Sari di Kecamatan Karanglewas yang mencakup 44 KK.
Pemerintah Kabupaten Banyumas pun telah menyiapkan strategi untuk menghadapi puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
Salah satu rencananya adalah pengadaan tandon air darurat di setiap rukun tetangga (RT).
Saat ini, tiga lokasi strategis telah dipasangi fasilitas penampungan air berkapasitas 4.000 liter guna mempermudah akses warga.
Abdul Muhari menekankan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah akan tetap siaga selama musim kemarau berlangsung guna memastikan pelayanan publik tetap terjaga.
"BPBD setiap wilayah terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi," pungkas Abdul. (ant/dpi)
Load more