Harga Anjlok, Peternak Ayam Petelur di Banyuwangi Dihantui Kebangkrutan
- Istimewa
Banyuwangi, tvOnenews.com - Peternak ayam petelur yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Unggas Maju Makmur mengaku tengah menghadapi ancaman kebangkrutan usai anjloknya harga telur yang kini berisar harga Rp20.000 per kilogram.
Kondisi tersebut mendorong perwakilan peternak untuk mengadukan nasib mereka kepada Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita di Rumah Aspirasi Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur.
Para peternak mengeluhkan implementasi Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor SE/01/06/V/2026 tentang penyerapan telur lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta ketetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp26.500 per kilogram yang dinilai tidak berjalan.
Meresppons hal tersebut, Sonny menyoroti lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.
Meski HAP Kementan telah ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram dan dikawal oleh Satgas Pangan Polri realitas pembayarannya jauh di bawah standar.
"Surat Edaran terkait ketetapan HAP yang dikeluarkan oleh BGN dan dikawal Satgas Pangan Polri itu hanya semacam macan ompong saja," kata Sonny kepada awak media, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Ia memaparkan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyerap telur peternak justru membeli dengan harga pasar yang sedang jatuh yakni Rp20.000 per kilogram.
Lebih memberatkan lagi, sistem pembayaran dilakukan dengan tempo satu minggu setelah telur diterima, yang mengganggu arus kas (cash flow) para peternak skala kecil.
Sonny mendesak Kementan untuk segera mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat, khususnya skema pemberian bantuan 600 ekor ayam petelur kepada kelompok warga.
Sebab jika instrumen stabilitas harga pasar tidak diperbaiki, Sonny khawatir program yang bertujuan baik ini justru akan merugikan masyarakat penerima bantuan.
"Kalau ini tidak segera diatasi, program yang niatnya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut, realitanya malah menjadi jebakan kepada masyarakat dan membawa mereka pada kesulitan ekonomi," katanya.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Peternak Unggas Maju Makmur Banyuwangi, Ilham Budianto membeberkan perhitungan ekonomi yang membuat peternak menjerit.
Menurutnya dengan harga pakan jadi yang tertahan di angka Rp7.600 per kilogram, modal yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil penjualan.
Load more