News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Bongkar Masalah Penyimpangan Kekayaan Negara di Forum NU: Saya Syok, Terkejut, dan Sedih

Presiden Prabowo mengaku terkejut setelah melihat langsung data dan fakta pengelolaan kekayaan negara yang ternyata ditemukan banyak penyimbangan sejak lama.
Selasa, 23 Juni 2026 - 16:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026.
Sumber :
  • YouTube Setpres

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Di hadapan para ulama dan tokoh NU, Prabowo mengaku terkejut setelah melihat langsung data dan fakta pengelolaan kekayaan negara sejak menjabat sebagai presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prabowo menegaskan bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia berhenti menutupi persoalan dengan retorika manis dan mulai berbicara secara terbuka mengenai berbagai penyimpangan yang terjadi selama puluhan tahun.

“Kita tidak perlu bicara manis-manis karena itu memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan. Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya, tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya,” kata Prabowo.

Menurut Kepala Negara, setelah mempelajari berbagai data pemerintahan, ia menemukan fakta bahwa banyak kekayaan negara yang seharusnya dinikmati rakyat justru hilang akibat berbagai penyimpangan yang dibiarkan berlangsung dalam waktu lama.

“Bahwa setelah sekian puluh tahun kita merdeka, apalagi sesudah saya menjadi presiden, saya melihat data-data, fakta-fakta, saya merasa bahwa sesungguhnya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang kita, yang kita membiarkan,” ujarnya.

Prabowo menilai penyimpangan tersebut menjadi salah satu penyebab utama mengapa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan meski memiliki sumber daya alam yang melimpah. Ia menyoroti besarnya kekayaan bangsa yang justru dinikmati oleh segelintir pihak.

“Penyimpangan-penyimpangan ini menurut keyakinan saya, inilah yang membuat bangsa kita dalam keadaan sekarang di mana kita harus mengakui terlalu banyak kekayaan negara yang hilang, yang diambil dari hak rakyat, hak bangsa, memperkaya segelintir orang saja,” tegasnya.

Lebih jauh, Prabowo mengungkapkan bahwa sebagian besar kekayaan tersebut bahkan tidak berputar di dalam negeri, melainkan mengalir ke luar negeri sehingga manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

“Bahkan kekayaan tersebut terlalu banyak mengalir ke luar negeri, tidak tinggal di bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa Indonesia harus berani menghadapi kenyataan dan melakukan pembenahan mendasar agar kekayaan nasional dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Jadi kesulitan yang kita alami sekarang, kita harus berani menghadapi, kita harus berani menghadapi kenyataan,” katanya.

Presiden juga menyampaikan kritik tajam terhadap sistem ekonomi yang memungkinkan kekayaan bangsa terus mengalir keluar negeri. Menurutnya, tidak ada alasan bagi sebuah negara untuk mempertahankan sistem yang merugikan rakyatnya sendiri.

“Yang pertama, hanya bangsa yang bodoh yang akan meneruskan suatu sistem di mana kekayaan bangsa tidak tinggal di bangsa itu,” ujar Prabowo.

Dalam pengakuan yang cukup emosional, Prabowo menyebut dirinya masih merasakan keterkejutan setelah sekitar 18 bulan memimpin pemerintahan. Ia mengaku sedih melihat besarnya potensi kekayaan yang selama ini tidak termanfaatkan untuk kepentingan nasional.

“Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, saya sendiri, saya sendiri syok, terkejut, sedih, melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terjebak pada upaya mencari kambing hitam. Ia mengajak seluruh elemen bangsa melihat persoalan tersebut sebagai kelalaian bersama yang harus diperbaiki.

“Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama. Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat,” katanya.

Karena itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjalankan mandat rakyat dan memastikan kekayaan negara kembali digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa.

“Karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat,” tandas dia. (agr/rpi)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Duka, Yuliana Efrencia Kaize Wakil Papua Selatan di Miss Indonesia 2025 Meninggal Dunia

Kabar Duka, Yuliana Efrencia Kaize Wakil Papua Selatan di Miss Indonesia 2025 Meninggal Dunia

Kabar mengejutkan datang dari ajang pageant bergengsi Miss Indonesia, di mana salah satu alumni finalisnya, Yuliana Efrencia Kaize, dilaporkan meninggal dunia.
Hampir Jadi Reijnders Bersaudara Jilid 2, Dua Pemain Keturunan Ini Berpeluang Satu Tim Bela Timnas Indonesia

Hampir Jadi Reijnders Bersaudara Jilid 2, Dua Pemain Keturunan Ini Berpeluang Satu Tim Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpeluang memiliki pasangan kakak-adik yang sama-sama memperkuat skuad Garuda. Dua pemain keturunan ini berpotensi jadi andalan Merah-Putih.
Hasil Wina Open 2026: Berjuang Keras Taklukan Basilashvili, Carlos Alcaraz Kunci Satu Tempat di Babak Perempat Final

Hasil Wina Open 2026: Berjuang Keras Taklukan Basilashvili, Carlos Alcaraz Kunci Satu Tempat di Babak Perempat Final

Petenis asal Spanyol, Carlos Alcaraz, memastikan tiket perempat final Wina Open 2026 setelah melewati perlawanan sengit Nikoloz Basilashvili di babak kedua.
Mendag: Transaksi Program UMKM Bisa Ekspor Tembus 360 Juta Dolar AS per September 2026

Mendag: Transaksi Program UMKM Bisa Ekspor Tembus 360 Juta Dolar AS per September 2026

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan capaian program UMKM Bisa Ekspor yang menjadi bagian dari program Lokal untuk Global Kementerian Perdagangan. Hal
Menperin Sarmuji: Bukan Deindustrialisasi, Sektor Industri Indonesia Justru Tumbuh 5,32 Persen di Atas Ekonomi Nasional

Menperin Sarmuji: Bukan Deindustrialisasi, Sektor Industri Indonesia Justru Tumbuh 5,32 Persen di Atas Ekonomi Nasional

Menteri Perindustrian Sarmuji membantah narasi deindustrialisasi yang menyebut sektor industri nasional terancam. Ia menegaskan data menunjukkan industri justru
Sekjen PBVSI Heyzer Harsono Tutup Usia, Keluarga Besar Sampaikan Duka

Sekjen PBVSI Heyzer Harsono Tutup Usia, Keluarga Besar Sampaikan Duka

Sekjen PBVSI Heyzer Harsono meninggal dunia pada Jumat, 30 Oktober 2026. Keluarga besar PBVSI menyampaikan duka dan mengenang pengabdiannya.

Trending

16 Saksi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Diperiksa Mulai dari Pihak Hotel hingga Tetangga, Sosok Ini Paling Banyak Sampaikan Informasi

16 Saksi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Diperiksa Mulai dari Pihak Hotel hingga Tetangga, Sosok Ini Paling Banyak Sampaikan Informasi

Kepala Subdirektorat III Kekahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Arbaridi Jumhur mengatakan 16 saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun diperiksa. Dari keterangan istri sah DBM, sambung dia, pihak kepolisian mendapatkan banyak informasi.
Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Dengan format baru di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026, seluruh peserta akan mendapatkan finalnya masing-masing untuk mendapatkan posisi terbaik mereka di kompetisi. 
Vietnam Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-23 2027, Pertama Kali Jamu Tim ASEAN Bawa Misi Pertahankan Gelar

Vietnam Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-23 2027, Pertama Kali Jamu Tim ASEAN Bawa Misi Pertahankan Gelar

Pertama kali digelar pada 2005 lalu, Vietnam ternyata baru pertama kali menjadi tuan rumah Piala AFF U-23. Padahal, Vietnam telah meraih tiga kali gelar juara termasuk berstatus sebagai juara bertahan. 
Waspada, 33 Negara Imbau Warga Simpan Makanan dan Obat, Benarkah Dunia Bersiap Menghadapi Perang?

Waspada, 33 Negara Imbau Warga Simpan Makanan dan Obat, Benarkah Dunia Bersiap Menghadapi Perang?

Sebanyak 33 negara memiliki panduan persediaan darurat berupa makanan, air, dan obat-obatan. Apa alasan di balik imbauan tersebut dan apa yang perlu disiapkan?
Kronologi Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Riau, Sempat Ucap Korban sedang Tidur Nyenyak

Kronologi Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Riau, Sempat Ucap Korban sedang Tidur Nyenyak

Kasat Reskrim Polres Siak, Riau, AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkap awal mula dugaan peristiwa pembunuhan ibu kandung oleh oknum polisi di Sungai Apit, Siak.
Media Korea Soroti Megawati Hangestri, Duet Megatron dan Kim Da-in Dinantikan

Media Korea Soroti Megawati Hangestri, Duet Megatron dan Kim Da-in Dinantikan

Media Korea Selatan menyoroti kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea V-League 2026–2027. Pemain berjuluk Megatron itu memperkuat Hyundai Hillstate.
Cerita Ibu Korban Sempat Ancam Tersangka Pembunuhan di Madiun ke Polisi: Ada Firasat Aneh

Cerita Ibu Korban Sempat Ancam Tersangka Pembunuhan di Madiun ke Polisi: Ada Firasat Aneh

Polisi menelusuri kasus pembunuhan di Madiun ini setelah keluarga korban melaporkan hilangnya ibu dan anak tersebut, karena keduanya tidak dapat dihubungi.
Selengkapnya

Viral