Rupiah Terancam Anjlok Rp18.000 di Akhir Pekan, Data Ekonomi AS Bikin Dolar Perkasa Lagi
- tvOnenews.com/Wildan M.
“Karena target dolar sendiri kemungkinan besar di 102,600. Nah, sehingga wajarlah kalau seandainya dolar ini menguat karena spekulasi tentang Bank Sentral Amerika yang akan kembali menaikkan suku bunga di tahun 2026 dua kali, ya, bulan Juli atau September, kemudian di bulan Desember,” katanya.
Spekulasi tersebut juga didorong oleh inflasi Amerika Serikat yang masih menunjukkan tren meningkat, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar.
“Nah, itu pun juga melihat dari data inflasi ya, di Amerika yang terus naik. Kemudian harga-harga pokok ya, termasuk gasoline pun juga mengalami kenaikan, walaupun Presiden Trump sudah menunjuk Jaksa Agung untuk melakukan investigasi tentang kenaikan harga,” ujar Ibrahim.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump tetap meyakini tekanan inflasi akan mereda setelah berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Dan Trump mengatakan bahwa pasca perang usai antara Amerika dan Iran, harga-harga akan kembali stabil, inflasi akan mendekati dua persen. Nah, itu pernyataan dari Trump. Itu dari segi eksternal,” katanya. (agr/muu)
Load more