Detik-detik Bareskrim Ungkap Peredaran Sabu 325 Kg di Jaringan Thailand-Aceh
- istimewa
"Dan sudah ditunggu oleh pihak yang memberi narkotika dengan cara sheep to sheep dan ciri-ciri kapal tersebut kapal besi besar berwarna coklat tanpa bendera, dan jumlah ABK sebanyak 4 orang tinggi kurus dan bukan orang Indonesia (WNA)," kata dia.
"Sekitar pukul 07.30 kapal penjemput narkotika kembali ke Aceh dan pukul 18.00 WIB tiba di titik landing perairan Aceh di Kuala Meuraksa, Blang Mangat, Lhokseumawe," sambungnya.
Selanjutnya, pada pukul 18.30 WIB di hari yang sama, Zulfahmi yang berperan sebagai pengendali darat diperintahkan oleh MJ untuk berkumpul di tambak Kuala Meuraksa bersama Jufri dan UA. Zulfahmi kemudian diperintahkan untuk menyiapkan kendaraan pengangkut.
"Zulfahmi dan UA diperintahkan oleh pimpinan menggunakan aplikasi pesan Zangi dengan akun bernama 'B' untuk mengambil mobil Honda HR-V warna hitam bernomor polisi BK 1975 ACH yang terparkir di RS Cut Mutia. Selanjutnya, mereka berangkat ke Kuala Meuraksa, Blang Mangat, Lhokseumawe untuk menjemput 325 bungkus narkotika tersebut," bebernya.
Setelah memuat narkotika, mereka diperintahkan kembali mengantarkan mobil ke RS Cut Mutia dengan metode meninggalkan kunci mobil di dekat ban sebagai penanda bahwa pekerjaan selesai.
Namun, pada Selasa 23 Juni 2026) pukul 20.00 WIB, tim gabungan yang sudah melakukan pengintaian mencurigai mobil Honda HR-V tersebut saat keluar dari arah pantai Blang Mangat.
"Tim melakukan penghadangan di lokasi. Saat dihentikan, pelaku sempat mencoba melarikan diri ke semak-semak, namun tim berhasil mengejar dan mengamankan kedua pelaku," jelasnya.
Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan 13 karung goni berwarna kuning yang berisi kemasan teh China berisi sabu seberat 325 kilogram.
"Saat ini, tim gabungan Subdit IV dan NIC Narkoba Bareskrim Polri sedang melakukan pengejaran terhadap MJ dan UA ke tempat yang biasa menjadi markas persembunyian mereka, baik di tambak maupun di kediaman pelaku," pungkasnya.
Load more