Harga Telur dan Ayam Anjlok Karena MBG Libur, Mendag Siapkan Ekspor ke Singapura untuk Serap Surplus
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mengungkap salah satu penyebab turunnya harga telur dan daging ayam di sejumlah daerah adalah berkurangnya penyerapan selama program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut berhenti sementara akibat libur sekolah.
Untuk mengatasi kelebihan pasokan, pemerintah kini membidik pasar ekspor, termasuk Singapura.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), sejumlah komoditas pangan saat ini dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Jadi kalau teman-teman lihat di SP2KP, memang beberapa harga itu turun di bawah HET,” kata Budi Santoso di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
Ia mencontohkan saat melakukan kunjungan ke Banyumas, harga telur dan daging ayam berada jauh di bawah batas HET yang ditetapkan pemerintah.
“Kemarin saya ke Banyumas, itu ada beberapa komoditas seperti misalnya telur. Telur itu kemarin harganya Rp26.000, padahal itu HET-nya kan Rp30.000 ya. Kemudian ayam, daging ayam itu Rp36.000, HET-nya kan Rp40.000,” ujarnya.
Menurut Budi, salah satu faktor yang memicu penurunan harga adalah berkurangnya permintaan dari program MBG selama masa libur sekolah.
“Memang salah satu faktornya, MBG yang sekolah libur ini kan juga libur. Jadi penyerapan menjadi berkurang,” katanya.
Selain itu, kondisi surplus produksi telur dan daging ayam juga membuat pasokan di pasar melimpah sehingga harga ikut terkoreksi.
“Nah, yang kedua, memang telur sama daging ini lagi surplus. Ya, jadi naik, ya, dia oversupply,” jelasnya.
Untuk mengurangi tekanan terhadap harga di tingkat peternak, Kementerian Perdagangan telah meminta sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) meningkatkan penyerapan produk unggas dan telur.
“Nah, kemarin kita mencoba, pertama kita sudah menghubungi melalui surat kami ke horeka (hotel, restoran, kafe) untuk bisa menyerap produk telur dan daging ayam,” ujar Budi.
Di saat yang sama, pemerintah juga mulai membuka peluang ekspor telur ke Singapura sebagai pasar alternatif. Meski hingga kini belum memperoleh pembeli, proses penjajakan terus dilakukan.
“Terus kedua, kemarin kita menjajaki telur ini untuk bisa diekspor ke Singapura. Tapi memang belum dapat buyer, tapi sudah kita jajaki supaya bisa diserap di negara lain, jadi ada kesempatan ekspor,” katanya.
Load more