GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemendikdasmen Bongkar Masalah Pendidikan RI, dari Guru Tak Merata hingga Sekolah Rusak

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan selama ini kerja sama di bidang pendidikan masih berjalan secara terpisah dan belum terintegrasi dengan baik.
Rabu, 1 Juli 2026 - 18:43 WIB
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti.
Sumber :
  • Filantropi Indonesia.

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meminta dukungan sektor swasta dan masyarakat sipil untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Kerja sama lintas sektor dinilai perlu dilakukan secara terkoordinasi agar dampaknya dapat diukur secara jelas dan tepat sasaran.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan selama ini kerja sama di bidang pendidikan masih berjalan secara terpisah dan belum terintegrasi dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita ingin mengubah pola kerja sama di bidang pendidikan yang selama ini terfragmentasi sendiri-sendiri dan kurang terkoordinasi, karena masing-masing punya jalan sendiri. Ke depan, dampaknya harus bisa diukur sehingga bisa lebih tepat sasaran dan akuntabel,” kata Suharti dalam diskusi “Menavigasi Lanskap Pendidikan dan Kesehatan Indonesia 2025” di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut Suharti, Kemendikdasmen bukanlah pihak yang menjadi penerima manfaat dalam kerja sama tersebut. Ia menegaskan, penerima manfaat utama adalah anak-anak Indonesia, sementara kementerian hanya berperan sebagai mitra kerja.

“Kemendikdasmen menyambut baik rencana kerja sama dengan Filantropi Indonesia untuk sama-sama membangun pendidikan. Visi Kemendikdasmen sama dengan negara lain yaitu pendidikan bermutu untuk semua. Semua anak di Indonesia harus punya peluang yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.

Sementara itu, Research Analyst Katadata Insight Center, Kanza Nabeela Putri, mengatakan sektor filantropi memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Namun demikian, menurutnya masih terdapat berbagai tantangan yang menghambat efektivitas program filantropi di Indonesia. Mulai dari ketimpangan distribusi bantuan, keterbatasan pendanaan, hingga regulasi yang dinilai belum adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kanza menjelaskan, perkembangan sektor filantropi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat dengan dukungan dari sektor swasta, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat. Meski begitu, manfaat program belum dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagian besar program filantropi masih terkonsentrasi di wilayah yang memiliki infrastruktur lebih baik seperti Jawa dan Sumatera. Sementara itu, daerah-daerah seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai,” kata Kanza.

Di sektor pendidikan, ia menilai besarnya anggaran pendidikan nasional belum sepenuhnya mampu mengatasi kesenjangan kualitas dan akses pendidikan. Salah satu persoalan utama adalah distribusi guru yang belum merata, di mana tenaga pendidik lebih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa dibandingkan wilayah timur Indonesia.

Selain itu, kondisi infrastruktur sekolah yang masih banyak mengalami kerusakan juga menjadi tantangan serius dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Program-program filantropi telah membantu melalui pemberian beasiswa, pendidikan vokasional, hingga pemberdayaan guru. Namun persoalan infrastruktur dan keterbatasan sumber daya manusia di berbagai daerah masih menjadi hambatan utama untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Tak hanya pendidikan, sektor kesehatan juga menghadapi tantangan besar. Berdasarkan data 2023, prevalensi stunting di Indonesia masih berada pada angka 21,5 persen atau jauh di atas target pemerintah sebesar 14 persen pada 2024.

Kanza menilai kondisi tersebut menunjukkan peran sektor filantropi masih sangat dibutuhkan untuk melengkapi upaya pemerintah, khususnya dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar dan mempercepat penurunan angka stunting.

Katadata Insight Center melakukan wawancara terhadap 28 lembaga filantropi yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Hasilnya menunjukkan terdapat lima tantangan utama yang masih menghambat efektivitas program filantropi.

Tantangan pertama adalah pendanaan dan keberlanjutan program. Mayoritas lembaga masih bergantung pada donasi individu, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga hibah internasional sehingga pendanaan dinilai belum stabil dan rentan terhadap kondisi ekonomi global.

Tantangan kedua adalah regulasi dan birokrasi. Proses perizinan yang panjang disebut memperlambat pelaksanaan program, terutama ketika dibutuhkan respons cepat dalam situasi darurat.

Selain itu, regulasi yang berlaku saat ini juga dinilai belum mengikuti perkembangan model penggalangan dana digital.

“Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang sudah tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan model penggalangan dana saat ini, terutama dengan semakin berkembangnya platform digital,” kata Kanza.

Masalah lain yang juga menjadi sorotan adalah lemahnya sinkronisasi dan koordinasi antara lembaga filantropi dengan pemerintah maupun antarorganisasi filantropi. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan program belum optimal, terutama di wilayah terpencil.

Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas juga menjadi hambatan besar. Sulitnya akses transportasi, internet, dan infrastruktur dasar membuat distribusi bantuan serta pelaksanaan program di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi lebih kompleks.

Selain itu, tantangan sumber daya manusia juga masih menjadi pekerjaan rumah. Kekurangan tenaga profesional, baik guru maupun tenaga kesehatan, serta kualitas relawan yang belum merata dinilai menjadi hambatan dalam menjalankan berbagai program filantropi di Indonesia. (cmi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diabaikan John Herdman, Calon Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Diburu Klub Elite Belanda

Diabaikan John Herdman, Calon Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Diburu Klub Elite Belanda

Calon striker naturalisasi Timnas Indonesia diabaikan John Herdman, tetapi kini justru diburu klub elite Belanda dengan nilai transfer sekitar €400 ribu atau Rp8,3 miliar.
Terungkap Alasan Willie Salim Dipanggil 'Gus' hingga Diangkat sebagai Anaknya, Begini Kata KH Imam Jazuli

Terungkap Alasan Willie Salim Dipanggil 'Gus' hingga Diangkat sebagai Anaknya, Begini Kata KH Imam Jazuli

Pengasuh Pondok Pesantren Bima Insan Mulia Cirebon, Jawa Barat, KH Imam Jazuli mengungkap alasan angkat Willie Salim sebagai anak dan kasih panggilan "Gus".
Piala Dunia Versi Pemain Muda Resmi Digelar di Sentul, GIC 2026 Diikuti 72 Tim dari 13 Negara

Piala Dunia Versi Pemain Muda Resmi Digelar di Sentul, GIC 2026 Diikuti 72 Tim dari 13 Negara

GIC 2026 resmi dimulai di Sentul, Bogor, dengan 72 tim dari 13 negara. Turnamen usia muda ini menghadirkan tim elite Asia dan kategori putri perdana.
Airlangga Bantah Laporan AS soal Transshipment Scam: Jalur Batam-Bekasi Sudah Ada Sejak 1990

Airlangga Bantah Laporan AS soal Transshipment Scam: Jalur Batam-Bekasi Sudah Ada Sejak 1990

Pemerintah Indonesia membantah keras tudingan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Indonesia ke dalam jaringan shadow transshipment network atau jalur pengalihan barang yang diduga digunakan untuk menghindari tarif.
Heboh! Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Polisi Ungkap Kronologi

Heboh! Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Polisi Ungkap Kronologi

Ruben Onsu jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan. Polisi mengungkap kronologi investasi bisnis hingga modal korban tak kembali.
Tak Semua Pemain Timnas Indonesia Putri U-16 di Srikandi Merdeka Cup Bisa Tampil di IWL, PSSI Beberkan Alasannya ‎

Tak Semua Pemain Timnas Indonesia Putri U-16 di Srikandi Merdeka Cup Bisa Tampil di IWL, PSSI Beberkan Alasannya ‎

Srikandi Merdeka Cup 2026 memang menjadi panggung penting bagi pemain-pemain muda Indonesia. PSSI mengirimkan dua tim berbeda dalam turnamen tersebut, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, yang sama-sama diperkuat pemain kelompok usia U-16.

Trending

Link Live Streaming Hyundai Hillstate Vs Wonder Dogs Sore Ini: Menanti Reuni Megawati Hangestri dengan Kim Yeon-koung

Link Live Streaming Hyundai Hillstate Vs Wonder Dogs Sore Ini: Menanti Reuni Megawati Hangestri dengan Kim Yeon-koung

Link live streaming Hyundai Hillstate vs Wonder Dogs di acara Rookie Coach Kim Yeon-koung 2 hari ini, Kamis (20/8/2026). Megawati Hangestri akan reuni dengan idola sekaligus mantan rivalnya yakni Kim Yeon-koung.
Link Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Diburu, Sebenarnya Apa Isinya? Waspada Hoaks dan Link Phishing

Link Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Diburu, Sebenarnya Apa Isinya? Waspada Hoaks dan Link Phishing

Video viral kasir Indomar*t yang disebut berdurasi 7 menit ramai dicari di TikTok dan X. Ini fakta isi video dan alasan warganet diminta waspada hoaks serta link phishing.
KPK Dikabarkan OTT di Kabupaten Bogor, Tiga Orang Dibawa ke Jakarta

KPK Dikabarkan OTT di Kabupaten Bogor, Tiga Orang Dibawa ke Jakarta

KPK dikabarkan menggelar OTT di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejumlah orang dan uang diamankan, tiga orang disebut telah dibawa ke Jakarta.
Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Ketua Umum FGI Ita Yuliati mengatakan kedua atlet tersebut berhak tampil setelah melewati persyaratan kualifikasi pada kejuaraan tingkat Asia
Viral “Kasir Minimarket” dan Video 7 Menit di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Syur?

Viral “Kasir Minimarket” dan Video 7 Menit di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Syur?

Isu video syur “kasir Indomaret” berdurasi 7 menit ramai di TikTok dan X. Penelusuran menunjukkan klaim tersebut belum terbukti. Waspadai link phishing.
Siap-Siap Dapat Kejutan, 5 Zodiak Ini Diprediksi Punya Karier Makin Cemerlang Mulai Besok 21 Agustus 2026

Siap-Siap Dapat Kejutan, 5 Zodiak Ini Diprediksi Punya Karier Makin Cemerlang Mulai Besok 21 Agustus 2026

Karier lima zodiak ini diprediksi makin bersinar! Scorpio, Cancer, Virgo, Capricorn, dan Aquarius berpeluang mendapat kesempatan emas dan pengakuan.
Plot Twist Kasus Kematian Anak 11 Tahun Penyandang Disabilitas di Merauke, Sang Ayah Kini Malah Jadi Tersangka

Plot Twist Kasus Kematian Anak 11 Tahun Penyandang Disabilitas di Merauke, Sang Ayah Kini Malah Jadi Tersangka

Plot twist kasus kematian Julia Risky Ramadiana di Merauke. Hampir 9 bulan berlalu, ayah korban MRP ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti.
Selengkapnya

Viral