Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Paman dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau Dokter Icha, Fabianus Banase menyoroti secara tegas reaksi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perhatian itu tak lepas atas reaksi dari tiga anggota DPRD Kabupaten TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap Dokter Icha. Mereka di antaranya, Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake.
Fabianus mengetahui respons dilontarkan ketiga anggota DPRD tersebut. Pernyataan tersebut membuat dirinya dan keluarga Dokter Icha tak kuasa menahan amarahnya.
Fabianus bingung ketiga anggota DPRD tersebut baru menyampaikan klarifikasinya. Menurutnya, mereka terutama Veronika Lake sama sekali tak meminta maaf hingga menemui pihak keluarga Dokter Icha.
"Bilang sama Veronika itu, jujur saja dia jangan memancing amarah keluarga kami! Kita keluarga sudah terlalu bijak, tidak ada aksi-aksi apa pun di luar nalar karena kami masih bijak," ujar Fabianus Banase melalui saluran program tvOne, Selasa (30/6/2026).
Sosok Terduga Pelaku di Mata Keluarga Dokter Icha
Fabianus mengaku cukup mengetahui para anggota DPRD tersebut, terutama Veronika Lake yang merupakan anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan sebelum dinonaktifkan.
Tak ayal, keluarga dr Icha juga cukup tersohor di lingkungan tenaga medis dan kesehatan. Ibu korban, Nur Azizah sendiri menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Menurut Fabianus, anggota DPRD seharusnya mempunyai naluri untuk langsung beritikad baik dan meminta maaf. Ia tak menyangka kemunculan mereka seusai dr Icha tewas diduga gantung diri.
"Kenapa dia baru muncul setelah anak kami tiada? Dia provokator," tegasnya.
Reaksi Anggota DPRD TTU usai Ditantang Keluarga dr Icha
Ia yang sangat melekat dengan budaya timur tentu memberikan tantangan kepada terduga pelaku. Setidaknya mereka menjalani sumpah adat berbasis budaya dari NTT.
"Dia jumpa saya. Jangan gitu, anak kami sudah tiada baru dia muncul," tegasnya.
Lanjut Fabianus, kedua anggota DPRD yang diduga terlibat juga telah dihubungi olehnya pada 23 Juni 2026. Ia secara tegas akan melaporkan terduga pelaku jika belum beritikad baik.
Load more