Apa Saja Langkah BKSDA Imbas Tragedi Kematian Tapir yang Berkeliaran di Jalinsum Lampung Disembelih Warga?
- Kolase Istimewa & Instagram/@rezcky.purba
Bandarlampung, tvOnenews.com - Tragedi kematian seekor tapir (Tapirus indicus) yang berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Mesuji, Lampung mengegerkan publik.
Tapir tersebut sempat viral karena berkeliaran. Sayangnya nasib satwa dilindungi itu berakhir tragis lantaran mati dibunuh oleh sekelompok warga.
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung sempat bergerak menuju lokasi. Namun tapir tersebut diduga telah mati lebih dulu akibat dimutilasi warga.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo menyampaikan bahwa, pihaknya tidak akan membiarkan tindakan ini. Tim BKSDA mengusut pelaku pembunuhan satwa dilindungi dan mengidentifikasi lokasi kejadian hingga waktu peristiwanya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Mesuji untuk melakukan pendalaman lebih lanjut. Saat ini masih dilakukan penelusuran terkait lokasi, waktu kejadian, dan pihak-pihak yang terlibat," ujar Itno, Jumat (3/7/2026).
Langkah BKSDA Akibat Tragedi Kematian Tapir di Jalinsum Lampung
- Istimewa
Selain itu, Tim BKSDA juga akan melakukan gebrakan lain guna menindaklanjuti tragedi kematian tapir atau tenuk yang disembelih sekelompok warga. Hal ini berkaitan dengan penyebab satwa dilindungi tersebut keluar dari habitatnya.
Itno menyampaikan bahwa, pihak BKSDA Bengkulu akan melakukan pengecekan tutupan lahan. Rencananya akan mengidentifikasi di sekitar lokasi kemunculan tapir, tepatnya di Jalan Lintas Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung.
"BKSDA kini masih memastikan kondisi habitat tapir, termasuk mengecek tutupan lahan di sekitar lokasi kemunculan satwa," terangnya.
BKSDA Bengkulu-Lampung telah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat. Pasalnya, terdapat satwa liar dilindungi tiba-tiba memasuki area jalan raya.
Ia menyebut kemunculan tapir di area tersebut bukanlah peristiwa yang terjadi hanya sekali saja. Pada 2022 hingga 2023, pihaknya juga pernah mendapatkan laporan satwa tersebut muncul di tempat yang sama.
Sementara, Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho turut memberikan penjelasannya. Kemunculan tapir yang berakhir disembelih warga di sekitar area tersebut menandakan masih adanya populasi satwa di wilayah hutan Mesuji.
Pasalnya, Jalan Lintas Timur Register 45 masih berbatasan dengan habitat alaminya. Hal ini menjadi pemicu pertemuan antara manusia dan satwa liar termasuk tapir kerap kali terjadi.
Load more