Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Pemerintah Bidik Lompatan Ekonomi hingga Pelosok
- Dokumentasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menegaskan pembangunan jalan daerah bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan strategi mempercepat pemerataan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka akses kesejahteraan hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Peresmian 1.151 kilometer jalan daerah oleh Presiden Prabowo Subianto disebut menjadi tonggak penting dalam membangun konektivitas nasional yang lebih merata.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
Kebijakan itu, kata dia, menegaskan arah pembangunan yang tidak lagi berpusat pada kawasan perkotaan, tetapi menjangkau hingga desa-desa di seluruh Indonesia.
“Peresmian jalan daerah ini menjadi pesan kuat kepada seluruh rakyat bahwa pembangunan di era ini adalah pembangunan yang inklusif. Pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tapi menjangkau hingga ke pelosok-pelosok desa yang selama ini jarang tersentuh. Kita ingin memastikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan oleh setiap warga negara,” kata Qodari dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (3/7).
Jalan yang dibangun di 37 provinsi tersebut memiliki fungsi strategis sebagai jalur distribusi utama yang menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar.
Menurut Qodari, konektivitas yang semakin baik akan mempercepat arus barang, memangkas biaya logistik, sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional.
“Pembangunan ini adalah fondasi kokoh kita bersama untuk menyongsong swasembada pangan, energi, dan air,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah ingin mengakhiri persoalan klasik yang selama ini dihadapi masyarakat di berbagai daerah, yakni hasil panen yang rusak karena sulit diangkut akibat kondisi jalan yang buruk.
Perbaikan infrastruktur juga diharapkan memperlancar distribusi energi dan air bersih sehingga pelayanan dasar kepada masyarakat semakin optimal.
“Dengan jalan yang mulus dan terhubung, aliran pasokan pangan dari pusat-pusat produksi ke masyarakat akan berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya.
Qodari menambahkan, peresmian jalan sepanjang 1.151 kilometer menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Infrastruktur dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan peluang usaha, memperkuat konektivitas antardaerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan jalan di berbagai wilayah juga menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Peresmian jalan sepanjang 1.151 kilometer ini juga menjadi bukti nyata bahwa ketika seluruh elemen bangsa bersatu dan bergerak maju, maka tak ada tantangan yang tak bisa dilalui,” tutup Qodari. (agr/dpi)
Load more