Dampak Lagu Kontroversi 'Lalakit Langit' Milik Bupati Purwakarta: Diprotes Atalia hingga Hapus Karyanya
- Instagram/@ataliapr
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein masih mencuri perhatian. Kali ini bukan berbicara kinerjanya, tetapi sebuah karya lagu berujung kontroversinya.
Om Zein mengunggah karya lagu berbahasa Sunda yang mengandung puisi. Judul karyanya bertajuk "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" yang diunggah pada awal 2026.
Terkini, Bupati Purwakarta itu menuai kecaman hingga protes dari publik. Dampak karya lagu kontroversi berjudul Lalaki Langit, Om Zein dinilai telah merendahkan gender perempuan.
Awal mula karya lagu ciptaan Bupati Purwakarta menuai kontroversi hingga dampak besarnya yang telah dirangkum tvOnenews.com sebagai berikut.
- ANTARA/Ali Khumaini
1. Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Dikritik Diaspora
Diketahui, lagu Lalaki Langit pertama kali diperkenalkan di sebuah acara Hajat Bumi di Lingga Mukti, Purwakarta. Seiringnya waktu, seorang diaspora bernama Arini Joesoef mengunggah video kritik terkait karya yang dibuat Om Zein.
"Turut berduka cita kepada warga Purwakarta yang bupatinya merilis lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejad," ujar Arini melalui Instagram @arinijoesoef dikutip, Jumat (3/7/2026).
Arini menyoroti pernyataan Om Zein saat memperkenalkan karya lagu tersebut di acara Hajat Bumi. Bupati Purwakarta mengajak warganya melestarikan Bahasa Sunda. Sayangnya hal ini dikaitkan dengan konteks mengandung stereotip terhadap perempuan.
Ia menyayangkan sebagian lirik lagu Lalaki Langit menunjukkan adanya superioritas. Sementara, perempuan berada di posisi seolah tersudutkan dan diolok-olok.
2. Atalia Praratya Soroti Lagu Kontroversi Om Zein
Analisa dari wanita diaspora tersebut membuat Atalia turut menyikapi lagu kontroversial tersebut. Ia protes hingga mengecam atas lirik yang dianggap mengandung puisi.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu menyayangkan adanya pandangan hingga asumsi serta generalisasi berlebihan mengenai perbandingan peran, sifat, dan perilaku antara pria dan perempuan.
Stereotip dalam lirik lagu tersebut memperlihatkan adanya akar ketidakadilan hingga rentan memicu diskriminasi di tengah masyarakat.
"Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," sentil Atalia.
3. Lagu Lalaki Langit Dikritik Gerindra
Load more