Ketua DPRD TTU Ungkap Langkah Tegas usai Anggotanya Terseret Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Apa Saja?
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kristoforus Efi muncul ke ruang publik. Ia menyampaikan rincian langkah tegas dilakukan pihaknya terhadap kasus dugaan intimidasi terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha.
Langkah tegas DPRD TTU tak lepas dari peristiwa dugaan intimidasi di ruang IGD RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026, dilakukan tiga anggotanya yang menyebabkan dokter Icha depresi berat berujung mengakhiri hidupnya.
Kristoforus mengungkap langkah tegas yang pertama kali dilakukan oleh jajaran pimpinan DPRD TTU. Hal ini bermula saat pihaknya baru mendapat laporan kasus kematian dokter Icha pada 17 Juni 2026.
"Izin saya menyampaikan sedikit informasi bahwa kejadian menimpa dokter Icha dilaporkan oleh keluarga kepada pimpinan DPRD dan Badan Kehormatan DPRD secara lisan itu pada 17 Juni 2026," ujar Kristoforus saat dihubungi tvOne, Sabtu (4/7/2026).
Laporan tersebut langsung mendapat respons dari jajaran pimpinan DPRD TTU. Kata Kristoforus, pihaknya memberikan saran agar pihak keluarga dokter Icha membuat laporan tertulis.
"Laporan tertulis itu disampaikan pada tanggal 23 Juni 2026," lanjutnya.
Pihak DPRD TTU Temui Dokter Icha
- Kolase tvOneNews & Facebook RS Leona Kefamenanu
Kristoforus dan jajarannya langsung mendatangi RS Leona sejak 17 Juni 2026. Tujuannya untuk memastikan kondisi dokter Icha yang terbaring lemah.
Di momen ini, Kristoforus selaku Ketua DPRD TTU menyampaikan permohonan maafnya. Sebab, peristiwa dugaan intimidasi melibatkan tiga oknum anggota DPRD TTU.
"Saya juga memberikan penguatan kepada dokter Icha agar cepat pulih. Di situ dokter Icha telah melakukan testimoni kepada saya," katanya.
Ketua DPRD TTU tersebut tidak tinggal diam terhadap kasus ini. Ia menemui Direktur dan manajemen RS Leona pada 18 Juni 2026.
"Intinya saya minta agar rumah sakit fokus untuk pemulihan terhadap dokter Icha. Saya lihat sejak 17 Juni 2026 malam, kondisinya drop dan butuh keseriusan untuk penanganan agar cepat pulih," bebernya.
DPRD TTU Panggil 3 Oknum Anggotanya
Lebih lanjut, Kristoforus mengungkap langkah selanjutnya. Pada 24 Juni 2026, pimpinan DPRD TTU mengundang bagian Badan Kehormatan DPRD TTU serta tiga oknum anggota terduga pelaku intimidasi dr Icha.
"Mereka dipanggil untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi. Saya juga sudah menjumpai ketiga oknum yang diduga intimidasi untuk melakukan komunikasi agar mengikuti permintaan dari keluarga," terangnya.
Ketua DPRD TTU itu mendesak agar tiga terduga pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga dr Icha. Tak hanya itu, mereka juga didesak meminta maaf di ruang publik.
"Setelah itu baru keluarga meminta untuk kami berdiskusi tentang bagaimana cara penyelesaian secara kekeluargaan," tambahnya.
Permintaan tersebut langsung mendapat respons dari ketiga terduga pelaku. Mereka berjanji akan melakukan komunikasi dengan pihak keluarga dokter Icha.
"Tetapi sampai dengan peristiwa tanggal 26 Juni 2026, almarhumah dokter Icha meninggal. Hal yang diminta oleh keluarga belum sempat dilaksanakan oleh ketiga oknum DPRD tersebut," ungkapnya.
Kabar Terbaru Status 3 Anggota DPRD TTU Diduga Intimidasi dr Icha
Dalam kesempatan itu, Kristoforus mengungkap kabar terbaru status ketiga anggota DPRD TTU tersebut. Ia mengatakan bahwa, hanya satu orang telah dinonaktifkan oleh partainya.
"Sedangkah yang lain belum. Sekarang Badan Kehormatan DPRD TTU lagi melakukan pemeriksaan terhadap para terlapor, pelapor, dan saksi yang sementara lagi diproses di Badan Kehormatan DPRD Kabupaten TTU," tukasnya.
Sebelumnya, kasus kematian dokter Icha menggegerkan warga NTT. Seiringnya waktu, tragedi ini langsung mendapat atensi nasional.
Kasus ini bermula saat adanya dugaan intimidasi di ruang IGD RS Leona pada 13 Juni 2026. Dua pria mengaku anggota DPRD TTU tiba-tiba masuk dan melakukan protes dengan nada tinggi kepada dr Icha.
Bentakan ini membuat kondisi dr Icha ketakutan dan langsung drop. Dokter muda tersebut sempat dirawat beberapa hari sebelum divonis mengalami depresi berat.
Pada 26 Juni 2026, dokter Icha ditemukan tewas mengakhiri hidupnya. Hal ini menimbulkan kabar duka mendalam lantaran dokter muda tersebut berakhir tragis.
Kasus kematian dokter Icha membuat sejumlah pihak turun tangan, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang baru saja menyerahkan hasil investigasi internal kepada pihak kepolisian.
Peristiwa dugaan intimidasi hingga ancaman terhadap dokter Icha juuga resmi dilaporkan oleh pihak keluarga kepada Polda NTT. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus kematian ini.
(hap)
Load more