Gelombang PHK Tokopedia Capai 90 Persen, Pemerintah Akui Industri Tertekan dari Dua Arah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menyoroti tekanan berat yang tengah dihadapi sektor industri di tengah kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengaku, belum memperoleh laporan terbaru mengenai PHK di perusahaan tersebut, namun menegaskan pemerintah telah menyiapkan mekanisme antisipasi melalui Satgas Mitigasi PHK.
“Saya enggak ngerti ya, gak update untuk itu. Karena kan sudah ada Satgas Mitigasi PHK di dengan Kemenaker,” kata Susiwijono, saat dikonfirmasi tvOnenews.com, Sabtu (4/7/2026).
Meski belum memberikan komentar spesifik mengenai Tokopedia, Susiwijono menilai tekanan yang dialami sektor industri saat ini memang semakin berat. Kondisi tersebut tercermin dari penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang telah bergeser dari fase ekspansi menuju kontraksi.
Menurut dia, industri nasional saat ini menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus, yakni biaya produksi yang meningkat akibat terganggunya pasokan bahan baku serta melemahnya permintaan ekspor karena perlambatan perdagangan global.
“Cuman kalau secara umum sebenarnya, memang kan seperti yang angka PMI, PMI itu kan mengindikasikan industri manufaktur sekarang sebagian besar turun PMI-nya dan bahkan beberapa masuk ke kontraksi. Kalo kita kan dari ekspansi masuk ke kontraksi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari sisi input, industri menghadapi gangguan pasokan bahan baku sebagai dampak konflik geopolitik global yang mendorong kenaikan harga.
“Ya itu tadi, tekanan globalnya itu memang dua sisi. Sisi input sama output untuk industri. Sisi inputnya industri kan memang bahan baku kan supply-nya terganggu dengan konflik global geopolitik seperti itu. Harganya jadi tinggi. Jadi dari sisi input memang ada gangguan seperti itu, dan harganya menjadi tinggi,” katanya.
Di sisi lain, pasar ekspor juga mengalami pelemahan karena perdagangan internasional melambat.
“Sementara outputnya kan pasar ekspor ini kan global trade-nya kan turun dengan konflik ini. Jadi kena di dua sisi memang industri ini. Nah itu yang harus hati-hati,” ucapnya.
Susiwijono mengatakan pemerintah terus mengevaluasi sektor-sektor industri yang terdampak agar dapat diberikan stimulus secara lebih terarah. Salah satu contoh yang telah dilakukan adalah pemberian pembebasan bea masuk untuk bahan baku plastik setelah harganya melonjak hingga 115 persen.
“Makanya Pak Menteri (Menko Perekonomian Airlangga Hartarto) kemarin selalu memperhatikan kalau kira-kira secara sektoral itu memang pasti harus diberikan insentif,” tegas dia.
“Kan kemarin contoh misalkan yang kena duluan bahan baku plastik itu kan tinggi sekali naiknya sampai 115 persen kan naiknya. Nah itu kena kita kasih stimulus dulu pembebasan bea masuknya,” tuturnya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor yang mengalami tekanan agar dampaknya tidak semakin meluas terhadap tenaga kerja.
“Jadi memang harus kita evaluasi terus, dan sektoral nanti harus kita tangani. Kalau enggak ya akan kena seperti itu. Secara keseluruhan ya, saya enggak ngomong Tokopedia, enggak ngomong kemarin ada industri otomotif, ada ini,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui tekanan global berpotensi memicu PHK di sejumlah perusahaan yang tidak mampu bertahan menghadapi kondisi tersebut.
“Tapi secara keseluruhan industri memang tekanan global itu memang masih cukup besar untuk industri sehingga baik input maupun outputnya memang akan terkena seperti itu,” ungkapnya.
“Dan beberapa yang mungkin enggak bisa survive ya akan kena PHK seperti itu. Makanya pemerintah selalu antisipasi beberapa sektor kita kasih insentif, khususnya untuk bahan bakunya,” ujar Susiwijono.
Sebelumnya, TikTok Tokopedia membenarkan tengah melakukan penyelarasan organisasi di bidang riset dan pengembangan (research and development/R&D) sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Langkah tersebut muncul di tengah beredarnya kabar PHK terhadap sejumlah karyawan Tokopedia.
Juru Bicara TikTok menyatakan penyesuaian organisasi dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi perusahaan, kreator, maupun penjual di platform.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi R&D pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
TikTok menyebut keputusan tersebut bukan langkah yang mudah dan memastikan perusahaan akan memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak selama masa transisi.
Perusahaan juga menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan investasi dalam pengembangan Tokopedia serta mendukung pelaku usaha lokal.(agr/raa)
Load more