News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Praktisi Kesehatan Masyarakat Bocorkan Alasan Cuaca Ekstrem Bisa Menyebabkan Kematian

Waspada terhadap cuaca ekstrem yang melanda banyak negara dibagian Eropa. Masyarakat Indonesia wajib tahu, bisa sebabkan kematian dengan alasan ini.
Senin, 6 Juli 2026 - 12:43 WIB
Ilustrasi Cuaca Esktrem
Sumber :
  • Gemini AI

Jakarta, tvOnenews.com- Banyak negara saat ini dihadapkan dengan cuaca ekstrem, mulai wilayah Eropa seperti Prancis, Spanyol, Jerman, dan Italia dan Amerika Serikat. Tidak disangka sampai membuat seseorang meninggal dunia, kok bisa?.

ILUSTRASI - Suhu panas
ILUSTRASI - Suhu panas
Sumber :
  • Dewa Ketut Sudiarta Wiguna-Antara

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat cuaca ekstrem yang juga bisa melanda Indonesia, kejadian di Amerika dan negara lain bisa menjadi contoh. 

Sebagai peringatan dini dalam menghadapi cuaca eksrem yang bisa sebabkan gelombang panas atau kekeringan.

Menurut dr. Ngabila Salama sebagai Praktisi Kesehatan Masyarakat mengimbau agar masyarakat Indonesia waspada. Sebab bisa menyebabkan kematian. 

Hal tersebut yang mungkin jarang dipahami publik. Padahal bisa dipahami sejak dini guna bisa melakukan pencegahan terjadinya penyakit kronis atau penyakit akibat cuaca ekstrem.

Mengapa cuaca ekstrem menyebabkan kematian? 

Dalam keterangannya, dr. Ngabila yang pernah menjabat Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes Jakarta ini bahwa kematian akibat cuaca ekstrem terjadi karena tubuh tak mampu menahan suhu ekstrem. 

"Cuaca ekstrem, terutama gelombang panas, memang dapat menyebabkan kematian karena tubuh memiliki batas kemampuan untuk mengatur suhu," katanya kepada tvOnenews.com, Senin (7/6).

"Saat suhu lingkungan sangat tinggi, apalagi disertai kelembapan tinggi, mekanisme pendinginan tubuh melalui keringat menjadi tidak efektif. Akibatnya, suhu inti tubuh terus meningkat dan dapat merusak organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal," jelas dr Ngabila Salama. 

Ilustrasi Cuaca Esktrem
Ilustrasi Cuaca Esktrem
Sumber :
  • Gemini AI

Perlu untuk diketahui, cuaca ekstrem merupakan kondisi cuaca yang jauh dari batas normal, seperti gelombang panas (heatwave), kekeringan parah, badai siklon, dan hujan lebat yang memicu bencana dan mengganggu kesehatan. 

Sebab saat cuaca ekstrem mengakibatkan seseorang kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat. Jika tidak segera diganti, akan muncul rasa haus berlebihan, mulut kering, lemas, pusing, urine sedikit dan berwarna pekat.

Ternyata fenomena ini didorong oleh perubahan iklim global serta anomali siklus atmosfer seperti El Nino dan La Nina. Kondisi yang umum dipahami adanya gelombang panas atau suhu panas tinggi. 

Mengapa El Nino Terjadi?

Fenomena El Nino dipicu oleh meningkatnya suhu permukaan laut di sekitar garis khatulistiwa, sehingga berpotensi memengaruhi pola cuaca global secara signifikan. 

"Sebagian besar model menunjukkan bahwa fenomena ini kemungkinan akan bersifat kuat hingga sangat kuat," keterangan BoM dalam sebuah pernyataan, dalam antara. 

Dengan begitu, diprakiraan kondisi El Nino saat ini kemungkinan bakal bertahan hingga paruh kedua 2026, namun dampaknya akan sulit diprediksi akibat pemanasan global. 

Berdasarkan berbagai sumber menyatakan gelombang panas ekstrem akibat fenomena kubah panas (heat dome) sedang melanda wilayah tengah, timur, dan timur laut Amerika Serikat (AS). 

Dalam situasi ini, cuaca ekstrem yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 25 orang ini memicu status darurat panas di berbagai wilayah. 

Merangkum dari ABC bahwa suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius pada peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, memecahkan rekor yang ditetapkan lebih dari 100 tahun yang lalu.

Saat ini dilanda cuaca panas ekstrem dan badai yang memengaruhi stabilitas jaringan listrik di beberapa negara bagian AS.

Bahkan di New York, suhu melonjak hingga 100,4 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celcius) pada Kamis 2 Juli, hingga menyebabkan aspal meleleh.(klw)

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral